
Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. “Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup”. Suara merdu senior saya Cak As’ad pagi itu yang kelihatannya sangat antusias
“Tapi jangan lupa, uang pangkal sebesar 60 pound” Lanjutnya. Antara sadar dan tidak, saya belum berani membuat keputusan. Apakah saya jadi berangkat ke Idarah Wafidien mendaftar hari itu juga atau tidak, sulit rasanya menjawab. Hanya angan-angan belaka: kesempatan emas, tempat berserajah dan sangat ekonomis karena diselenggarakan khusus untuk orang asing/mahasiwa. Di samping itu saya masih keletihan, kondisi tubuh saya kurang fit karena baru pulang dari tanah suci
Read the rest of this entry »
February 8th, 2010
in
Diary |
No Comments »
Sejak berdirinya tahun 1969 hingga sekarang 2010, salah satu pameran buku terbesar di dunia saat ini (Ma’rod) selalu mengalami kenaikan. Menurut statistis, tahun ini jumlah peserta Exhibitions & Fairs diikuti sebanyak 800 penerbit. Diantaranya 200 arab, 62 non arab dan sisanya (538) Mesir. Hanya tahun 2008 yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 767 menjadi 743
Naiknya jumlah peserta tahun sekarang tentu saja berbanding terbalik dengan keadaan dunia saat ini – krisis global- yang mengguncang perekonomian internasional. Isu wabah penularan flu babi dan flu burung sebenarnya juga menjadi salah satu batu sandung penyelenggaran pameran buku yang sudah memasuki tahun ke-42 ini. Kekuatiran itu terlihat jelas tema yang diambil oleh panitia soal “Krisis Global dan Penyebaran Wabah flu Babi”
Read the rest of this entry »
February 5th, 2010
in
Isuisme |
2 Comments »

Mungkin sudah menjadi semacam tradisi, dendam sepanjang masa, atau apapun alasannya kenyataan bahwa pertandingan antara Mesir dengan Al-Jazair selalu menyulut totalitas warga. Tidak pada pertandingan tadi malam yang mengantarkan negeri Pharaoh ini melaju ke final yang ke tiga kali secara berturut-turut, bukan pula soal pelengseran Mesir oleh Al-Jazair dalam kualifikasi piala dunia 2010 beberapa bulan silam. Bentrok kedua Negara ini dalam masa ke masa memang tak luput dari atmosfer panas
Bagaimana kita menyaksikan suasa batin warga ketika Mesir dibantai Al-Jazair pada kualifikasi piala dunia tiga bulan silam? Lalu saat Mesir mampu mengembalikan reputasi mereka dengan meremukkan Al-Jazair di piala Afrika dengan skor telak 4-0? Semuanya tak luput dari anarkisme, perang kata-kata maupun keluapan kegembiran berlebihan. Komentator terbaik timtem saat ini Ishom Syawali menyebutnya sebagai ‘El Classico‘ – duel klasik-, pertandingan bergengsi seperti halnya terjadi di Spanyol lewat Barcelona vs Real Madrid, di Italia dengan Inter Vs Milan
Read the rest of this entry »
January 29th, 2010
in
Berbach |
5 Comments »