Content

b e r b a c h – a n d o n e s a

Valentine dan Bakso

Tuesday 16 February 2010 - Filed under Diary

Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan “Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan”. Canda manusia langka yang perutnya semakin membuncit itu

“Lha iya, sekarang khan hari valentine, mari kita rayakan dengan makan bakso. Biarlah mereka tega makan kekasihnya (emang sumanto), kalau kita makan bakso aja”. Cloteh kawan lain yang sejak lahir hingga kini ngaku belum dikaruniai pacar. Sambil keheranan saya lalu bertanya”Emang valentine identik dengan gituan Neng?” Sapaan akrab si Boneng. Sambil berlalu si Boneng menjawab dengan ringan “Ya iya lah, soalnya saya sudah pengalaman (nabrak khimar)” Walah si Boneng ternyata sudah pengalaman too

wawan dan burhan

wawan dan burhan

Memang secara kebetulan atau tidak, sejak awal bulan Februari kemarin hingga pertengahan ini, rumah sini 3 kali –barangkali lebih bikin bakso. Dan nampaknya bukan bulan ini saja. Tahun lalu di bulan Februari jua, bakso menjadi menu andalan di hari valentine.  Saya kurang begitu tahu maksud dari kawan-kawan itu, apa memang kebetulan, atau ngerayain valentine. Tentunya setiap orang punya kecenderungan lain yang disalah artikan. Seperti valentine identik dengan bakso, atau valentine identik  dengan bunuh diri hari istemewa untuk melangsungkan perkawinan. Padahal menurut kamus I Ketut Gede Manuke, valentine itu hari kasih sayang. kasih sayang terhadap apapun dan siapapun..!

Entah apa karena kasih sayang ini, bikin Boneng ketagihan dengan bakso. Lalu apa yang dikasih dan di sayang terhadap bakso? Bakso sendiri jauh-jauh hari sudah berpesan pada manusia “Makanlah daku yang banyak kau akan kenyang dan buncit”

Oleh karenanya bakso tidak bisa dijadikan standar ukuran kasih sayang. Bakso hanya sebagai alat menuju kekeyangan. Bakso itu perantara manusia menuju kebuncitan. Atau gara-gara ingin buncit si Boneng lalu kasih sayang pada bakso berlebihan

*****

Di rumah kami ada dua mahluq hidup spesialis bakso. Pertama si Syukur atau Syakir atau Ki Mantap atau si Boneng, manusia berambut kribo alias kriting asal Bogor ini sudah satu periode berdomisili di sini. Tak sia-sia mendapatkan teman satu rumah seperti dia, selain sosialisasinya tinggi, dia juga koki andal. Kedua, si Wawan atau si Al-Jufri atau si Habib, manusia diam seribu emas tapi menghanyutkan ini kalau dilihat dari segi masak biasa-biasa saja. Cuman kerajinannya dan istiqomahnya mengalahkan manusia zaman purba

Dua orang ini yang mengkombinasikan dan mensosialisasikan menu-menu harian. Karena bagaimanapun makanan adalah hal pokok. Bukan saja pokok terhadap kelangsungan hidup  manusia, namun juga pada kelanggengan antar rumah

Karena banyak kejadian di alam nyata bagaimana hubungan antar teman satu rumah kurang harmonis gara-gara perkara sepele semacam masak/makan. “Ini sepele, tapi jangan diremehkan. Bisa hancur sebuah keluarga” Sahut kawan suatu saat ketika membantu masak-masak

Kawan lain juga pernah bilang “belajar sosialisme tak perlu muluk-muluk dulu. Cukup belajar dari diri kita dulu, dari yang dekat seperti memasak, bersih-bersih untuk kepentingan manusia lain”

Dan sepertinya bakso kemarin malam itu rasanya lebih nikmat dari bakso sebelumnya atau bakso awal bulan kemarin. Kalau sudah makan bakso kemarin, mengingatkan teman lama spesialis bakso saudara Bombom yang sangat ahli mengolah dan meramu bakso menjadi makanan

Saya banyak balajar darinya. Belajar bagaimana bikin ramuan makanan yang enak untuk kawan-kawan rumah. Bagaimana mengolah menu menjadi spesialis (bukan spesialis one milik Jose Mourinho)

Saya menyadari hidup tak melulu identik dengan buku, intelektualitas tanpa batas. Namun masak menurut saya juga merupakan bagian dari belajar menuju ke situ. Bejalar bagaimana bersosialisasi antar sesama. Selamat hari bakso valentine

2010-02-16  »  agusr

Talkback x 11

  1. Pelangi Anak
    16 February 2010 @ 12:00 pm

    VALENTINE DAY’S MEMANG HARI KASIH SAYANG. TAPI KASIH SAYANG TAK HARUS DITUNJUKKAN PADA TANGGAL 14 FEBRUARI SAJA, TAPI SETIAP HARI, SEPERTI ISTRI YANG MEMASAKKAN SUAMI MISALNYA. SETIAP HARI KHAN…
    NYAMBUNG KHAN MAS, HARI VALENTINE DENGAN MENU MASAKAN.

  2. rifai
    16 February 2010 @ 1:40 pm

    wah pic nya dede-dede antum emang keren hahaha :D
    blognya background baru neh, mari selametan alias tasyakkuran biar tambah banyak penggemarnya hehehe :) emang valentine aja yang harus dirayakan, coba blognya juga rayakan ustak hehehe :)

  3. fairuz
    16 February 2010 @ 8:07 pm

    mantaf,,gak undang2 nih

  4. yosephs
    17 February 2010 @ 4:30 am

    palentin… sebenarnya orang mana yaaa

  5. agus
    17 February 2010 @ 6:12 am

    @pelangi anak: sy setuju mbak,kasih sayang itu sepanjang hari
    @josep; milik kita semua pak :D

  6. kecot
    18 February 2010 @ 3:43 pm

    ora undang undang iki…!

  7. oeyk
    19 February 2010 @ 10:30 am

    dua telur dua pentol bakso, what is this? :) )

  8. ruud
    20 February 2010 @ 11:26 am

    enaknya pacaran

  9. admin
    22 February 2010 @ 12:59 pm

    tadi malam si wawan bikin bakso lagi, masya allah.. enak

  10. santafe
    25 February 2010 @ 1:09 am

    bagi2 donk

  11. Minum
    29 May 2010 @ 1:08 pm

    enggak bagi-bagi sich,jadi ngiler nich……..bakso oh bakso….

Share your thoughts

Re: Valentine dan Bakso







Tags you can use (optional):
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>