<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; Berbach</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/category/berbach/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 04:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8.png?s=48</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>Sebuah Kriteria</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 02:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan arah hidupnya. Kriteria masa depan, angan-angan ataupun cita-cita. Dalam tatanan kultur sosial yang lazim di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, cita-cita selalu diidentikkan dengan keinginan seorang pelajar maupun seseorang yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Misalnya; cita-cita saya ingin jadi dokter, pilot, jadi seorang pengusaha, dll. Berbeda dengan seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan arah hidupnya. Kriteria masa depan, angan-angan ataupun cita-cita.</p>
<p>Dalam tatanan kultur sosial yang lazim di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, cita-cita selalu diidentikkan dengan keinginan seorang pelajar maupun seseorang yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Misalnya; cita-cita saya ingin jadi dokter, pilot, jadi seorang pengusaha, dll.</p>
<p><span id="more-984"></span></p>
<p>Berbeda dengan seseorang yang ingin melangkah lebih jauh yang hadir melengkapi hidupnya alias berumah tangga. Bukan lagi membahas cita-cita, melainkan keinginan (kriteria) seseorang yang diidam-idamkan. Kriteria laki-laki macam apa yang hendak wanita itu inginkan, ataupun sebaliknya kriteria seorang laki-laki terhadap calon istrinya.</p>
<p>Menentukan kriteria bagi seorang laki-laki maupun perempaun, merupakan hal yang wajar dan lumrah. Kendati bebicara masalah jodoh sebenarnya berada dalam genggaman tuhan, tapi tak ada salahnya kita berusaha menentukan sikap dan kriteria itu demi masa depan?</p>
<p>Namun pada sisi yang berbeda, sikap yang terlalu idialis dalam menentukan kriteria calon kadang malah membuat seseorang sulit menemukan jodoh, bahkan sakeng idialismenya, berani berkorban single sepanjang hidup sebelum menemukan kriteria itu. Akhirnya waktu yang begitu banyak yang mestinya buat menikmati kehidupan berumah tangga, menjadi hampa oleh sikap yang tidak diimbangi oleh ketentuan tuhan bernama takdir itu. Mereka terlalu percaya pada sebuah usaha atas keinginan kriteria daripada ketentuan tuhan.</p>
<p>Sikap ini nampaknya saya rasakan terhadap kawan saya sewaktu ngobrol lewat bbm (blackberry messenger) yang terlampau menyibukkan kriteria calon daripada takdir dan usaha. Tentu saja sikap ini membuat kawan saya itu hingga sekarang masih single.</p>
<p>Dalam percakapan itu awalnya saya ditanyain kapan nikahnya dan tanggal berapa. Setalah saya jabarkan lalu saya balik bertanya, &#8220;Kapan mau nikah?&#8221;. Saya menggunakan kata &#8220;mau&#8221; karena saya belum tau apakah dia sudah menemukan jodohnya atau malah sudah tunangan.</p>
<p>Lalu dia menjawab &#8220;Saya belum siap lahir batin?&#8221;. Dari jawaban ini saya sedikit terkejut. Dalam batin saya, maksudnya lahir dan batin yang gimana yang ia kehendati. Setelah saya desak akhirnya dia mengakui bahwa maksud dari itu semua adalah karena dia sendiri masih &#8220;single&#8221;.</p>
<p>Mendengar jawaban ini lantas saya menawari dia barangkali bisa membantu. Sambil bercanda saya menawarjan jasa dan bilang &#8220;Mau saya cariin?&#8221; Dan minta laki-laki yang model gimana?&#8221;</p>
<p>Alhmdulilah awalnya dia mengaku tak muluk-muluk dalam mencari seorang calon suami. Tapi setelah menyebutkan kriteria yang harus hafal alfiah, ikhya, manteq dan plus bisa menyopir, membuat saya sedikit terkejut.</p>
<p>Keterkejutan saya bukan soal Alfiah, manteq, ikhya maupun bisa nyopir, bisa itu semua bersyukur, melainkan mengapa tidak mencari ktriteria orang pinter saja. Bagi saya pinter lebih dari sekedar Alfiah, manteq, ikhya dan nyopir. Justru kriteria itu bagi saya terlalu sedikit dan sempit. Bukankan banyak orang hafal alfiah tapi gak bisa ngaji? Nulis bahkan ngomong? Saya sering menemukan itu. Lalu kalau tidak bejalar alfiah apakah tidak tau nahwu ataupun shorof?</p>
<p>Kalau kita mau menengok ke sebuah negara yang perkembangan ilmu ke-islamannya lebih dulu, Mesir misalnya atau bahkan Arab Saudi, belajar ilmu alat (nahwu maupun shorof) mencangkup berbagai sumber disiplin ilmu termasuk alfiah. Tidak fanatik satu bidang ilmu alat saja alfiah saja atau ibn aqil saja.</p>
<p>Apalagi kalau kita hanya taklid fanatisme terhadap sebuh kitab semisal ikhya ulumuddin, atau mantiq, malah akan ditertartawain orang arab. Karena kitab ikhya maupun manteq di dunia arab sama rata dangan buku-buku bacaan lain yang memiliki standar keilmuan sama dan berstatus buku bacaan. Meski Imam Ghozali memang terkenal dengan tasawuf dan ilmu politiknya. Bukankah masih banyak para pakar ilmu tasawuf dan politik selain Iman ghozali di dunia arab? Hanya saja mereka masih belum tahu banyak.</p>
<p>Bahkan sakeng fanatismenya kadang kita sampai ada acara semacam &#8220;khataman ikhya ulumddin&#8221;. Kok gak sekalian khataman kitab-kitab lain yang sudah tamat selama setahun. Kalau tujuannya acara tersebut bukan menjadi prioritas alias hanya sebagai bumbu acara-acara lain, saya kira tak masalah. Tapi kalau sudah menjadi prioritas tentu ini bisa di sebut sebagai taklid buta. Karena mengagungkan satu kitab, dan mengabaikan kitab-kitab lain yang juga dikarang oleh aluma ampuh.</p>
<p>Mengambil istilahnya kawan saya, mengapa kok gak sekalian bikin acara khataman qur&#8217;an yang lalu digabungkan dengan khataman-khataman lainnya, khan lebih afdol, karena benar-benar kitab karangan Allah.</p>
<p>Ikhya sendiri karangan Imam Ghozali, seorang manusia yang menggeluti tasawuf. Lahirnya kitab Ikhya sendiri bermula dari sikap Alghozali yang tak sepaham dengan pemerintahan setempat. Lalu pada akhirnya dia bertahanus dan mengarang kitab ini.</p>
<p>Konon kitab Ikhya sendiri sebenarnya masih mau ditelaah ulang dan dikoreksi lagi oleh sang pengarang Imam Ghozali, karena sakit dan akhirnya meninggal cita-cita itu kandas ditengah jalan.</p>
<p><em>Posted with WordPress for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=984&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/03/12/musibah/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/03/12/musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Belum usai kisah pilu yang menimpa tetangga sebelah, kemarin gempa dengan kuatan 8,9 SR yang diikuti tsunami menggunjang wilayah Jepang. Nampaknya ini zaman semakin tak menentu dengan segudang amunisi yang tersembunyi. Musim tak bisa diterka semena-mena. Mana musim panas, mana musim hujan semuanya berubah menjadi satu titik kesimpulan “musim penghujan”. Akhirnya rakyat jelata,  kaum buruh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum usai kisah pilu yang menimpa tetangga sebelah, kemarin gempa dengan kuatan 8,9 SR yang diikuti tsunami menggunjang wilayah Jepang. Nampaknya ini zaman semakin tak menentu dengan segudang amunisi yang tersembunyi. Musim tak bisa diterka semena-mena. Mana musim panas, mana musim hujan semuanya berubah menjadi satu titik kesimpulan “musim penghujan”.</p>
<p>Akhirnya rakyat jelata,  kaum buruh, masyarakat tani menjerit kesakitan karena “teramputasi” oleh kondisi alam yang serba nisbi. Adakah yang salah dengan kaum tani? Lalu dimanakah letak kebenaran kaum berdasi? Wakil rakyat yang duduk di sana-sini yang selalu dihomarti dan kadang suka belanja di tempat protisusi? Entahlah.</p>
<p><span id="more-851"></span></p>
<div id="attachment_853" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><a rel="attachment wp-att-853" href="http://agusromli.net/2011/03/12/musibah/163210_174587242572939_100000649927646_428229_3683346_n/"><img class="size-full wp-image-853 " title="163210_174587242572939_100000649927646_428229_3683346_n" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/03/163210_174587242572939_100000649927646_428229_3683346_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /></a><p class="wp-caption-text">saudara melangsungkan tukar cincin</p></div>
<p>“Dunia ini barangkali sudang terbalik mas” Ceplos Mbah Man, warga Madiun yang mengembara lama disini. “Kok bisa mbah”? Sambil ngopi sebagai minuman kegemarannya, Mbah Man lalu menarik nafas, seolah ingin menjelaskan panjang lebar tentang situasi terkini yang terjadi di desa Persen. Matanya lalu menerawang tajam ke depan, laki-laki tua yang masih jomblo ini lalu membuka suara.</p>
<p>“Gak usah jauh-jauh, orang hamil di luar nikah saja di desa umbrukan/banyak. Dan itu sudah dianggap” bukanlah hal tabu lagi. Percerain juga gitu, seperti kawin lari. Mungkin ini mas penyebab banyak orang sekarang di adzab”.</p>
<p>Pudarnya tradisi lama juga mempengarui pada tatacara orang yang akan melangsungkan pernikahan. Dalam aspek ini orang juga menganggap meninggalkan sesuatu yang sudah diikat (ditali) dalam jelang pernikahan dengan mudahnya juga untuk dilepaskan kembali. Metode tradisi yang jauh dari zaman dulu.</p>
<p>Seperti yang terjadi di desa saya kemarin, ada tetangga yang melepaskan tunangannya gara-gara masalah teknis. Permasalahan ini dipicu oleh ketidaksiapan calon istri yang mengalami depresi karena uang yang sudah ditabung habis dimakan keluarganya dan baru kedeteksi uang tersebut menjelang satu bulan resepsi pernikahan. Padahal pihak si calon istri menurut sumber-sumber telah mengkonfirmasi awal ke tukang dekor, salon dll.</p>
<p>Melihat situasi yang demikian akut, plus depresi yang hebat dari pihak calon istri tentu saja membuat calon suami melepaskan ikatan pernikahan itu. Ini barangkali bagi calon suami adalah solusi tepat karena jika tidak, demi masa depan keluarga, kawin sama orang stress/depresi sama saja bunuh diri. Tapi pada sisi lain ini juga keteralaluan. Karena di saat calon istri butuh perhatian, motivasi dari calon suami atas musibah raibnya uang calon istri mestinya sang calon suami tidak serta merta melepaskan ikatan pertunangan yang sudah berlangsung tiga bulan tersebut. Kudu dipertimbangkan masak-masak dulu.</p>
<p>Ibaratnya bagi calon istri, sudah jatuh ketiban tangga. Sudah kehilangan uang, stress,  dilepaskan lagi ikatan pernikahan itu.</p>
<p>Yah memang repot zaman sekarang. Repot segalanya. Mengambil istilahnya Mbah Man, jadi orang tani itu serepot-repotnya manusia, hidup gak pernah untung. Kalau rugi sudah keseringan. Lho lantas enaknya jadi apa yah Mbah Man? Jadi Ogo-ogo aja</p>
<p>Inilah musibah zaman sekarang, tidak tsunami, gempa, akad pernikahan, orang tani, perceraian, semuanya berpotensi sama</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=851&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/03/12/musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusutnya Pesantren</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/11/25/menyusutnya-pesantren/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/11/25/menyusutnya-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 03:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[Berubahnya paradigma berpikir masyarakat abad sekarang mengisolasi tradisi agama (baca; pesantren) semakin memudar. Akhirnya proses pendidikan yang banyak diminati oleh kaum menengah ke bawah saat ini tinggal segelintir orang. Banyak pemuda sekarang cenderung lebih memilih pada usaha berbasis skil yang diklaim memberikan pencerahan hidup lebih terjamin. Lalu adakah yang salah dengan dunia pesantren? Minggu lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berubahnya paradigma berpikir masyarakat abad sekarang mengisolasi tradisi agama (baca; pesantren) semakin memudar. Akhirnya proses pendidikan yang banyak diminati oleh kaum menengah ke bawah saat ini tinggal segelintir orang. Banyak pemuda sekarang cenderung lebih memilih pada usaha berbasis skil yang diklaim memberikan pencerahan hidup lebih terjamin. Lalu adakah yang salah dengan dunia pesantren?</p>
<p>Minggu lalu saya sempat kedatangan kawan lama yang saat ini menjadi koresponden rcti Banyuwangi, Sholikodin yang pernah melakukan penelitian tentang degradasinya dunia pesantren (salaf). Dalam penelitian yang ia peroleh dapat disimpulkan bahwa memudarnya dunia pesantren saat ini salah satunya dipengaruhi oleh persaingan arus pendidikan formal luar yang barangkali jauh lebih menjanjikan.Berapa banyak pendidikan formal sekarang menawarkan beragam janji dan pekerjaan menggiurkan. Belum lagi progam pemerintah lewat sekolah gratis.</p>
<p><span id="more-839"></span>Meskipun ini hanya hipotesa awal, melorotnya pesantren dari percaturan masyarakat sekarang kemungkinan besar karena pendidikan pesantren salaf khususnya, tidak memiliki basis kompetisi dan arah yang tepat. Walau tidak semuanya, banyak alumni baik salaf maupun kholaf mengalami jalan buntuk setamat nyantri. Berbeda dengan mereka yang menempuh jalur pendidikan formal luar, cenderung lebih mudah menemukan pekerjaan ketimbang lulusan pesantren yang kata orang “paling-paling jadi muddin atau pemimpin doa”.</p>
<p>Kendati dalam metodologi agama, menjadi seorang imam, muddin atau pemimpin doa merupkan kemuliaan. Tapi kita tak bisa menampikkan fakta bahwa hidup membutuhkan perekonomian yang mengalir. Tanpa perekonomian tepat, orang akan kelabakan. Itu mengapa banyak yang saya temui alumnus pesantren salaf menganggur dan dihantam krisis perekonian. Atau mendapatkan pekerjaan kurang layak jika dibandingkan usaha waktu menjadi santri yang sarat ilmu dan akademisi.</p>
<p>Oleh karena itu, menurut Kodin hanya pesantren yang memiliki pendidikan formal sekarang masih ramai dan mampu bertahan hidup. Walau dtilik dari sistem, sebenarnya juga mengalami kemrosotan dan perubahan terutama nyantri hanya dijadikan “ngekos” sekolah, bukan belajar kitab kuning seperti beberapa tahun silam yang mondok/nyantri juga ikut pelajaran diniyah kepesantrenan.</p>
<p>Lalu pesantren modern yang kemungkinan besar hingga kini juga masih mampu mempertahankan sistem dan tradisi pesantren. Toh dengan bermacam metode dan manajerialnya yang hebat, realitanya juga mengalami penurusan santri jika dibandingkan dengan tahun-tahun silam, namun tak separah pesantren salaf.</p>
<p>Degradasinya pesantren saat ini, menimbulkan sebuah tanda tanya; akankah metode asli pesantren (salaf) yang khas dengan kitab kuningnya akan mati?Barangkali ia, mengingat saat ini banyak pesantren besar salaf lambat laun menggeser metodenya dari membaca kitab kuning menjadi sekolah formal. Lihatlah pesantren besar salaf seperti Lirboyo atau Ploso yang dulu terkenal hafalan alfiyahnya. Walau masih belum mendominasi, sekarang sudah memulai santrinya belajar ke luar pondok, ikut pendidikan formal milik yayasan lain.</p>
<p>Pada kasus lain menurut Kodin, degradasinya pesantren juga dipengaruhi oleh sepak terjang pemimpin lembaga tersebut. Dalam dunia salaf pemimpin adalah publik figur yang didewakan. Pimpinan inilah yang mengambil segara urusan maupun kebijakan santri. Sementara saat ini, dimana arus aktifitas demokrasi politik mulai berkembang di Indonesia yang mau tidak mau telah menyeret beberapa pemimpin lembaga pesantren terjun aktif dalam partai. Sehingga kegiatan mengajar di lembaga menjadi terbengkalai.</p>
<p>Dengan menurunnya gairah orang belajar ke pesantren, menyebabkan pesantren saat ini banyak memiliki bangunan megah tapi sunyi dari aktifitas bahkan telah mati. Ini memprihatinkan, mengingat ketika pesantren masih berada dalam keheningan dan kesederhanaan bangunan, penuh dengan aktifitas dan keramaian justru semakin ditinggalkan di saat bangunan sudah mulai modern dan fasilitas mencukupi.</p>
<p>Semoga kejayaan pesantren terulang kembali seperti masa silam. Kalau tidak, Indonesia akan banyak kekurangan bahkan kehilangan ketrampilan ilmu alat baca atau ahli agama.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=839&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/11/25/menyusutnya-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musim Putus</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/11/20/musim-putus/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/11/20/musim-putus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 06:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini Banyuwangi menjadi kabupaten di Jawa Timur yang menduduki rangking satu tingkat perceraian. Setidaknya di desa saya saja ada 18 perceraian dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Perkembangan ala budaya dan produk Barat maupun metropolis? tersebut telah menjelma dalam ruang lingkup pedesaan semakin ngetren. Angka perceraian ini mengubah segalanya soal budaya desa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini Banyuwangi menjadi kabupaten di Jawa Timur yang menduduki rangking satu tingkat perceraian. Setidaknya di desa saya saja ada 18 perceraian dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Perkembangan ala budaya dan produk Barat maupun metropolis? tersebut telah menjelma dalam ruang lingkup pedesaan semakin ngetren. Angka perceraian ini mengubah segalanya soal budaya desa yang dulu konon menggap perceraian adalah hal aib.</p>
<p>Tentu saja ada banyak hal yang melatar belakangi tingkat perceraian ini semakin menjadi-jadi. Pertama, ekonomi. Faktor ekonomi menjadi dominan diantara  lainnya. Ekonomi adalah ruh dalam kehidupan yang akan menuntun sebuah keluarga akan bahagia atau sebaliknya. Walaupun dalam ranah agama, ekonomi bukanlah hal ekstrim, selain memang maisyah dalam keluarga merupakan janji Tuhan.</p>
<p><span id="more-832"></span></p>
<p>Namun dalam realita kehidupan, ekonomi adalah hal absolut dari preoritas lainnya -dalam anjuran agama- yang tak bisa kita elak. Sehebat apapun seseorang, tanpa dukungan ekonomi memadai juga akan kelabakan. Dari sini tingkat perceraian di Indonesia atau yang saya amati di daerah saya sendiri Banyuwangi semakin marak.</p>
<p>Faktor kedua adalah perselingkuhan. Berkembangnya teknologi yang saat ini sebagian besar sudah dinikmati warga pedesaan seperti handpone, dunia pertemanan maupun mikro blogging (fb, twitter dll)  telah membuka cakrawala baru warga desa mengubah gaya hidup. Informasi yang masuk bebas tanpa saringan dan acara televisi yang tidak mendidik saat ini banyak ditiru oleh warga. Kita tak bisa pungkiri acara gosip televisi yang menayangkan perceraian artis, perselingkuhan dalam drama/film sedikit banyak mempengaruhi gaya hidup warga desa.</p>
<p>Faktor ketiga yang saya amati adalah pernihakan dini. Meski mengandung banyak resiko, namun dalam lingkungan desa sebenarnya nikah dini bukanlah hal baru. Hanya saja pengaruh informasi yang kenceng dan adanya budaya baru, pernikahan dini sekarang kurang mendapatkan tempat dan bahkan ditakuti. Tapi tetap saja kalangan kelas awam desa menikahkan anaknya di bawah umur masih berlanjut yang pada akhirnya gagal karena terjadi perbedaan prinsip dan sikap kurang dewasa dalam memahami bahtera rumah tangga</p>
<p>Puji syukur tuhan, walau angka perceraian melonjak tinggi, tingkat kesadaran warga lain untuk intropeksi diri dalam mengatasi soal ini juga tinggi. Paling tidak ada bebeberapa komunitas yang membantu memecahkan persoalan keluarga ini. Salah satunya adalah komunitas yang memberikan bantuan moral atau istilahnya memidiasi dua belah pihak supaya keluarga tetap utuh.</p>
<p>Pada kasus lain meningkatnya angka perceraian ini membuat sebagian pengacara laku. Kasus jual beli pengacara di desa juga menjadi tren publik yang tak terlewatkan. Seorang kawan saya yang sedang memproses perceraiannya telah membayar pengacara sebesar dua juta setengah. Padahal pada masa dulu untuk ukuran pedesaan, perceraian tak se sesulit saat ini yang musti harus ke pengadilan.</p>
<p>Lalu kalau sudah banyak perceraian gini, adakah yang salah dengan alam? Atau ini memang sudah takdir dari yang maha agung? Mumet juga memikirkan. Yang jelas ada satu hal yang mambuat hati ini pilu, perceraian itu akan membuat anak sengsara, toh kalau pun bahagia, kebahagiann itu tak pernah akan sempurna karena ada yang kurang.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=832&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/11/20/musim-putus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca Politik Mesir</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/09/11/membaca-politik-mesir/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/09/11/membaca-politik-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 06:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Sejak berdirinya Kifaya, gerakan yang lahir tahun 2004, panggung politik Mesir telah berubah secara dramatis. Jika ini terus berlanjut, perlawanan politik di Mesir kemungkinan akan menjadi jauh lebih dinamis daripada yang pernah terjadi sejak revolusi 1952 yang menggulingkan monarki dan mendirikan republik Mesir. Seperti Kifaya, gerakan pemuda dan koalisi nasional untuk perubahan yang dipimpin oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak berdirinya Kifaya, gerakan yang lahir tahun 2004, panggung politik Mesir telah berubah secara dramatis. Jika ini terus berlanjut, perlawanan politik di Mesir kemungkinan akan menjadi jauh lebih dinamis daripada yang pernah terjadi sejak revolusi 1952 yang menggulingkan monarki dan mendirikan republik Mesir.</p>
<p>Seperti Kifaya, gerakan pemuda dan koalisi nasional untuk perubahan yang dipimpin oleh Mohamed ElBaradei yang juga calon presiden Mesir mendatang, telah memainkan peran dalam membuat kehidupan politik Mesir kurang stagnan. Mereka telah berhasil meningkatkan margin kebebasan dan mendorong reformasi politik.</p>
<p>Kelompok-kelompok ini semua terfokus pada keuntungan politik jangka pendek. Dan itu tidak bisa dipungkiri dalam dunia politik. Tuntutan mereka terhadap perubahan konstitusional, kebebasan dan keadilan, mengakhiri hukum darurat –tapi mereka sering mengabaikan unsur paling penting yang dapat mendorong perubahan nyata di masa depan: perubahan sosial politik.</p>
<p><span id="more-822"></span></p>
<p>Dengan masyarakat yang multi sosial serta merangkul nilai-nilai konservatif (ikhwanul muslimien), yang mendorong demokrasi dan kesetaraan, mungkin  akan menemukan beberapa pendukung. Masih banyak tradisi Mesir tidak mengakui kesetaraan gender dan merangkul diskrimanasi terhadap agama minoritas dan etnis. Beberapa diantaranya telah membuang unsur demokrasi dan hak asasi manusia yang merupakan bagian dari agenda imperialis.</p>
<p>Mesir yang saat ini dipimpin oleh penguasa selama beratahun-tahun telah mempengaruhi sistem politik, gerakon sosial yang labil. Lihat, misalnya, dampak sosial politik gerakan hippy di AS dan negara-negara lain. Beberapa pengamat menilai bahwa Amerika tidak akan memiliki seorang presiden dari kulit hitam kalau bukan untuk kemajuan sosial politik, sebuah momentum yang telah dibangun pada tahun 1960-an.</p>
<p>Alasan di balik kesuksesan kaum hippies dalam mengubah perjalanan sejarah, anti-perang, peduli lingkungan atau kritik mereka terhadap nilai-nilai kelas menengah. Ini adalah nilai-nilai yang diajarkan oleh semua orang  jauh sebelum hippies.</p>
<p>Terlepas setuju tidaknya dengan nilai-nilai gerakan hippy, semua orang tidak dapat menyangkal bahwa itu adalah salah satu budaya yang mampu menciptakan gerakan revolusi sosial politik mengakar dalam sejarah. Ajaran penekanan pada kesetaraan gender, lingkungan dan perdamain masih mempengaruhi dunia saat ini, dan menjadi bagian dari budaya arus utama Amerika sejak tahun 1970-an.</p>
<p>Di sini, Mesir, sebuah Negara yang menempatkan begitu banyak penekanan pada gender orang, kelas sosial dan agama, sebuah gerakan akar rumput kuat yang dibangun oleh Ikhwanul Muslimin (IM) seperti telah disirnakan. Kekuatan politik yang bekepanjangan oleh rezim saat ini telah mengubah agenda perubahan pasca Gamal Abdul Nasir.</p>
<p>Gerakan partai oposisi yang dimotori Ikhwanul Muslimin dalam menyuarakan aspirasi ke penguasa kerap kali menimbulkan dampak negatif. Ratusan guru agama dan ulama Al-Azhar selalu menjadi tumbal. Sikap politik keras ini membuat sebagian rakyat jelata anti pemerintahan.</p>
<p>Namun kehidupan sosial politik penguasa Mesir belakangan ini semakin melemah. Terutama pasca sakitnya presiden Hosni Mubarak. Setidaknya ada banyak kritikus Mesir memanfaatkan situasi ini dengan sebuah wacana perubahan. Lewat media meanstream maupun blog  dan buku mereka sudah berani dengan lantang mengingkan perubahan.</p>
<p>walaupun gerakan seperti ini kemungkinan juga lambat-laun akan menghadapi hukuman sosial yang besar. Tidak dapat dipungkiri, akan menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional oleh rezim penguasa. Dengan begitu tentu saja juga akan mengancam kelompok-kelompok keagamaan, yang sejak dulu menjadi motor perubahan.</p>
<p>Bagaimanapun kelompok oposisi sadar bahwa ide-ide baru dan perubahan sosial politik sering dihadapkan dengan perlawanan (pengauasa). Jika tidak, Mesir barangkali akan selamanya –turun-temurun- mewarisi sikap politik keras dan otoriter.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=822&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/09/11/membaca-politik-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konflik Lebanon</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/08/21/konflik-lebanon/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/08/21/konflik-lebanon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 00:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>
		<category><![CDATA[konflik lebanon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu persoalan mendasar pasca perang Israel dan Lebanon tahun 2006 adalah mampukah perdamaian itu akan berjalan efektif atau malah justru semakin menjadi keprihatinan lebih dahsyat. Tak satu pun dari aktor yang terlibat dalam perundingan  waktu itu– Israel, Lebanon (Hesbollah), Suriah dan Iran respek dengan kondisi perdamaian selanjutnya. Sehingga akar krisis politik yang belum menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu persoalan mendasar pasca perang Israel dan Lebanon tahun 2006 adalah mampukah perdamaian itu akan berjalan efektif atau malah justru semakin menjadi keprihatinan lebih dahsyat. Tak satu pun dari aktor yang terlibat dalam perundingan  waktu itu– Israel, Lebanon (Hesbollah), Suriah dan Iran respek dengan kondisi perdamaian selanjutnya. Sehingga akar krisis politik yang belum menemukan titik temu itu rawan akan konflik kembali.</p>
<p>Empat tahun lebih perdamaian Israel dan Lebanon sepertinya hanya menjadi paradok. Awal bulan lalu (3/08) konflik itu kembali membara di bagian selatan Lebanon antara angkatan pertahanan Israel dengan angkatan bersenjata Lebanon di dekat desa Adaisseh. Sedikitnya tiga tentara Lebanon dan satu warga sipil tewas serta lima tentara terluka. Laporan lainnnya menyebutkan satu tentara Israel tewas dan dua lainnya terluka.</p>
<p><span id="more-819"></span></p>
<p>Haruskah permusuhan itu pecah kembali? Tentu saja Israel sebagai lawan yang &#8220;terpancing &#8221; berusaha menghindari duplikasi skenario 2006 dan –sebenarnya-  lebih suka membidik Suriah yang diklaim oleh mereka sebagai pemasok senjata dan dukungan militer ke Hesbollah. Pada sisi lain ketegangan diantara mereka saat ini sudah meningkat tajam dengan apa yang di sebut sebagai &#8220;poros perlawanan&#8221; diantara Iran, Suriah, Hamas dan Hesbollah yang secara intensif menjalin komunikasi dalam upaya peningkatan keamanan dari bahaya Zeonis.</p>
<p>Resolusi dewan keamanan PBB menyebabkan bantuan keamanan Internasioal pasca perang tahun 2006 di kawasan Lebanon selatan semakin membludak. Kondisi ini agar gerakan mengakar Hesbollah dalam memancing konflik dengan Israel semakin mengecil. Situasi itu ternyata belum menyulutkan ke dua belah pihak melakukan manuver politik kelas tinggi. Bahkan Hesbollah dianggap melanggar perjanjian yang diusung oleh dewan keamanan PBB;  menghentikan transfer senjata ke pasukan Lebanon non pemerintah, pelucutan kelompok bersenjata dan penghormatan penuh terhadap ke daulatan Negara.</p>
<p>Dari sini status politik Hesbollah di Labanon menjadi faktor penghambat dan mematahkan semangat perdamaian yang secara tidak langsung merugikan negera Lebanon yang menginginkan konflik berakhir secara permanen. Namun apa boleh buat, kelompok sayap bersenjata Hesbollah ternyata kian hari memiliki kekuatan militer tangguh dan persenjataan canggih yang akan mengancam keamanan Israel.</p>
<p><strong><em>Membuka Perdamain Kembali</em></strong></p>
<p>Timur Tengah adalah tempat segala konflik saat ini termasuk Lebanon,  di mana semua konflik di wilayah itu terpendam secara periodik yang melibatkan Israel, Lebanon dan Suriah serta beberapa milisi yang beroperasi di Lebanon.</p>
<p>Manuver-manuver politik yang kerap dilontarkan oleh ke dua belah pihak membuat kran menuju perdamaian terhambat. Hal ini karena Lebanon memiliki milisi yang dianggap sebagai neokonservatif macam Hesbollah yang selalu bertolak belakang dengan pemerintahan sendiri. Kendati Hesbollah punya peran penting dalam mengusir Israel dari Lebanon. Tapi jasa partai yang beraliran Syiah ini belum cukup membuat warga Lebanon menikmati perdamaian secara permanen.</p>
<p>Oleh karenanya kunci utama untuk membuka kembali situasi perdamaian adalah melanjutkan negosiasi bermakna antara Israel satu sisi, Suriah dan Lebanon di sisi lain. Ini barangkali satu-satunya cara yang realistis untuk mengubah dinamika mendasar, khususnya dengan memperhitungkan pengaruh Suriah. Tanpa itu, Damaskus akan terus menyuplai senjata ke Hesbollah.</p>
<p>Selain itu mengaktifkan kembali momentum resolusi dewan keamanan PBB serta membentuk dewan konsultatif dalam meredam ketegangan. Lalu memperjelas garis perbatasan antar kedua belah pihak dan menjalin komunikasi secara intensif antara Israel dan Lebanon. Dan yang paling penting lagi adalah pempersatukan milisi-milisi di Lebanon agar punya satu aliran dengan pemerintahannya. Tanpa itu partai sayap macam Hesbollah akan selalu membuat manuver yang justru merugikan Lebanon.</p>
<p>Kasus awal Agustus lalu (3/8) adalah bukti kuat bahwa ketegangan antara militer Israel dengan pihak keamanan Lebanon yang dipicu pencabutan beberapa pohon oleh sekelompok tentara Israel di dekat desa Adaisseh dan Kuferkilla belum usai. Konflik memanas di Lebanon itu ditengarahi &#8211; menurut sumber keamanan Israel &#8211; karena kelompoknya mendapat serangan dari tentara Lebanon ketika bekerja di sepanjangan perbatasan Lebanon Selatan.</p>
<p>Baku tembak yang menimbulkan korban termasuk beberapa wartawan ini membuat situasi Lebanon sekarang kembali memanas. Apapun alasannya yang jelas konflik Lebanon dan Israel akan terus berlanjut sebagaimana krisis &#8220;sepanjangan masa&#8221; antara Israel dan Palestina kalau peran partai beraliran syi&#8217;ah Hesbollah masih punya pengaruh kuat di Lebanon.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=819&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/08/21/konflik-lebanon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Azazil</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/08/19/azazil/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/08/19/azazil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 20:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>
		<category><![CDATA[buku azazil]]></category>
		<category><![CDATA[kritik kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Tahun lalu Yousef Ziedan telah diciptakan kembali dirinya sebagai intelektual publik. Meskipun prestasi ini-dia belum sepatutnya dihargai-karena ide dari pemikirannya sebagian besar masih disalahpahami. Pun dengan upayanya untuk mendefinisikan kembali soal agama sejauh ini belum berhasil. Yang lebih buruk lagi, sebagian masyarakat menganggap Ziedan sebagai polemicist muslim yang bertujuan mendiskreditkan agama. Ziedan telah menjadi penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-803" href="http://agusromli.net/2010/08/19/azazil/azazil-1/"><img class="alignleft size-full wp-image-803" title="azazil (1)" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/08/azazil-1.jpg" alt="" width="218" height="314" /></a>Tahun lalu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Youssef_Ziedan" target="_blank">Yousef Ziedan</a> telah diciptakan kembali dirinya sebagai intelektual publik. Meskipun prestasi ini-dia belum sepatutnya dihargai-karena ide dari pemikirannya sebagian besar masih disalahpahami. Pun dengan upayanya untuk mendefinisikan kembali soal agama sejauh ini belum berhasil. Yang lebih buruk lagi, sebagian masyarakat menganggap Ziedan sebagai polemicist muslim yang bertujuan mendiskreditkan agama.</p>
<p>Ziedan telah menjadi penulis produktif dan editor sejak akhir 1980-an. Selama dua dekade terakhir nama dia tetap tidak diketahui banyak kalangan kecuali di lingkaran dunia intelektual. Pada bulan Maret 2009, ia memenangkan Arabic Booker Prize untuk novel sejarahnya &#8220;Azazil&#8221;. Novel ini mendapatkan respon dan pujian secara cepat di media-media mainstream Arab serta pandangan positif dari beberapa kritikus sastra.</p>
<p>Tapi apa yang mendorong ketenaran Ziedan dan menempatkannya di tengah-tengah kontroversi sastra novelnya Azazil yang satu sisi–dianggap-kurang berkualitas?. Azazil adalah sebuah karya fiksi sejarah Mesir dan kawasan Mediterania Timur pada abad ke lima. Pemeran utamanya, seorang pendeta Kristen Koptik bernama Hypa. Atas keraguan imannya, dia tidak dapat mendamaikan kepercayaan Kristen dengan apa yang ia saksikan terhadap kekejaman Gereja dalam menghancurkan para pengikut sekte lain.</p>
<p><span id="more-802"></span></p>
<p>Dia memilih untuk bergabung dengan sebuah sekte, lazimnya Kristen sesat atau mainstream ortodoks Koptik. Keyakinan agamanya dibentuk melalui percakapan dengan suara hatinya &#8220;azazil&#8221;. Salah satu nama alkitabiah untuk syetan. Azazil bisa saja dibaca sebagai penolakan terhadap intoleransi dan penindasan terkait dengan agama di dunia saat ini. Dalam novel ini, Ziedan seperti Hypa, mengutuk kekerasan agama, merindukan sebuah masyarakat multi-agama yang toleran dan menganggap semua agama, sekte sama-sama benar. Sayangnya pesan progresif ini telah gagal. Banyak hal oleh masyakarat Ziedan dianggap sebagai manusia pemicu permasalahan.</p>
<p>Ziedan dituduh mempromosikan pandangan sesat serta melecehkan Kristen sebagai satu-satu wakil sah gereja itu sendiri. Namun pada spektrum sektarian agama lain-Islam-yang menganggap Ziedan manusia cerdas. Bagi mereka–sebagian umat islam-dia adalah orang yang membenarkan prasangka mereka sendiri tentang agama Kristen sebagai agama rusak dan tidak autentik.</p>
<p>Pada realitanya baik pandangan pro maupun kontra secara umum kurang memahami tentang sebuah novel sejarah, kemampuan untuk membedakan kebenaran dari imajinasi penulis dalam novel ini telah tampak dengan adanya komentar publik atas penentangan novel Ziedan. Ini cukup mengejutkan, karena banyak novel sejarah yang berhasil diterbitkan di Mesir telah membukukan sebuah obsesi. Dalam kasus ini yang membuat benar-benar frustasi adalah bahwa kita kesulitan menyoroti tentang diskusi publik yang cerdas soal agama di Mesir.</p>
<p>Melalui media, Ziedan telah menegaskan bahwa novelnya memiliki permasalahan mendalam tidak hanya perpangku pada sektarianisme saja, akan tatapi lebih luas, hubungan dua agama besar di Mesir saat ini Islam-Kristen. Dan tentu saja ia secara terbuka mengkritik intoleransi pemahaman kontemporer atas pendomisasian agama di Mesir (islam-kristen).</p>
<p>Ide-ide Ziedan sementara mungkin tidak asli, yang memungkinkan mengundang pembaca untuk memikirkan kembali bagaimana agama harus didekati dalam masyarakat Mesir kontemporer, mereka menyiratkan bahwa para sarjana sejarah dan filsafat berada dalam posisi yang lebih baik untuk membahas agama daripada ulama Muslim dan Kristen. Siapapun saat ini yang mengikuti media Mesir tahu, hampir tidak mungkin berbicara tantang agama tanpa kehadiran perwakilan ulama.</p>
<p>Pada saat yang sama, lembaga pendidikan di Mesir tidak berani dalam setiap program/korikulum memungkinkan melakukan studi akademis non religi agama. Untuk membangun konstribusi itu Ziedan berani membuat gebrakan berbicara tentang agama di luar kendali Al-Azhar dan Gereja, dua lembaga agama tertua di Mesir.</p>
<p>***</p>
<p>Kembali lagi ke buku novel Azazil, setelah delapan bulan publikasi awal, al-Lahut-buku lain karya Ziedan-masih mendominasi penjualan buku terlaris di Mesir. Tapi penjualan tinggi belum banyak merangsang perdebatan publik. Buku itu belum menarik perhatian media tak seperti Azazil. Hal ini tidak mengherankan mengingat banyak istilah-istilah rumit yang terdapat pada al-Lahut seperti kristuluijia (kristologi) dan al-munuthiliyya (monothelitisme).</p>
<p>Pada akhirnya masyarakat umum tahu bahwa Ziedan sebagai inteletual tertarik mendalami Kristen daripada Islam menyelamatkan dia dari nasib suram dari akhir Nasr Hamed Abu Zaid-yang gara-gara pemikirannya dia didiportasi dari negeri kelahirannya Mesir-, dan menempatkan Ziedan di posisi yang lebih baik untuk berkontribusi pada percakapan masyarakat yang haqiqi tantang agama.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=802&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/08/19/azazil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan Malam</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/07/30/obrolan-malam-4/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/07/30/obrolan-malam-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 22:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>
		<category><![CDATA[ariel luna]]></category>
		<category><![CDATA[cabul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2010/07/30/obrolan-malam-4/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana anda menggambarkan seks (erotis) dan cabul? Seks identik dengan hubungan badan antara lawan jenis. Sementara cabul banyak diartikan sebagai pemerkosaan tak didasari suka sama suka (asusila). Mengutip dalam perdebatan sastra, erotis adalah diskripsi sedangkan cabul adalah penilaian. Banyak seksual sebagai erotis dan pada gilirannya akan menimbulkan perilaku cabul. Demikian pandangan budaya konservarif orang timur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Bagaimana anda menggambarkan seks (erotis) dan cabul? Seks identik dengan hubungan badan antara lawan jenis. Sementara cabul banyak diartikan sebagai pemerkosaan tak didasari suka sama suka (asusila). Mengutip dalam perdebatan sastra, erotis adalah diskripsi sedangkan cabul adalah penilaian. Banyak seksual sebagai erotis dan pada gilirannya akan menimbulkan perilaku cabul. Demikian pandangan budaya konservarif orang timur</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Jejak sikap serupa juga bisa dilihat –ke tingkat yang jauh lebih kecil-<span> </span>dalam masyarakat liberal, seksual dan erotis bukanlan sesuatu –yang pastinya- mengandung unsur cabul.<span> </span>Meskipun Zadi Smith seorang novelis dan esai terkenal sering menulis cerita erotis yang banyak dikonsumsi masyarakat Amerika dan Inggris selalu mencantumkan label peringatan dalam setiap bukunya. Walaupun genre seperti ini kadang bagi masyarakat liberal dianggap sebagai buku murahan (sastra rendah). Kendati kata erotis dalam sastra berarti seni lawan dari pornografi belaka</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;"><span id="more-788"></span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18px; font-size: 16px;">Namun adegan seksual dalam literatur cerita sastra tidak bisa dianggap sebagai cerita rendahan/murahan karena banyak buku komtemporer klasik terkemuka dan laris manis bebas menggambarkan pertemuan heteroseksual dan homoseksual tanpa rasa takut seperti karya Abdul Qudus dalam bukunya yang terkenal dengan Adab Ferash yang secara harfiah berarti sastra kasur banyak mengungkap tabir adegan imtim yang dilukiskan dalam sebuah novel</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Cerita erotis, cabul dalam sastra hanya merupakan &#8220;dianggap&#8221; <span> </span>kiasan kata, seni. Bagaiman kalau cerita itu nyata sebagaimana terjadi belakangan ini di negeri kita. Kasus <span> </span>Ariel hingga Krisdayanti mengemuka di berbagai media Indonesia bebas diakses oleh semua kalangan </span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Baru-baru ini kami melakukan diskusi kecil-kecilan di kawasan Asir bersama kawan-kawan dengan menghadirkan A Jianva yang baru kembali (lagi) ke Kairo untuk melanjutkan studi <span> </span>s2. Perbincangan ditengah panasnya cuaca Kairo diawali oleh pertanyaan saya soal bombastisnya berita<span> </span>Ariel hingga Krisdayanti</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Mengapa video hot mirip Ariel begitu heboh nyaris mengalahkan pergelaran sepak bola waktu itu. Padahal dalam dunia artis hal-hal seperti ini sudah lumprah terjadi. Kasus demi kasus macam Maria Ulfa, Ayu Azhari dll seperti berita bualan yang biasa-biasa saja. Sementara tahun ini ketika video mirip Ariel merebak, lalu ciuman bibir Krisdayanti dengan kekasihnya<span> </span>menjadi berita utama yang berlanjut pada penghakiman masa.</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Kalau ditilik ciuman bibir Krisdayanti sekali lagi adalah hal lumrah terjadi dalam dunia keartisan. Jika dikaitkan dengan sensualitas yang lebih parah, benjolan payudara Jupe sebenarnya sudah dikategorikan sebagai pornografi. Ini tak bisa dibantah.</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Ali selaku direktur kerupuk madurasa yang malam itu juga hadir menganggap arus deras berita soal pornograsi akhir-akhir ini marak tak terlepas dari politik tingkat tinggi. Penguasa sepertinya ingin supaya berita soal isu yang mengancam kelanggengan rezim segera berakhir. Walau demikian Ali merasa berita hot di media yang kian terus bergulir akan berdampak ke masyarakat luas</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Seperti apa yang diceritakan Amir selama delapan bulan membaur bersama masyarakat kelas menenggah-bawah yang sibuk dengan urusan nafkah dalam mempertahankan hidupnya, sudah mulai penasaran oleh berita-berita soal itu</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Berita media massa yang siapapun bisa mengaksesnya tentu saja akan mempengaruhi<span> </span>generasi muda. Kasus berita Ariel terbukti, setidaknya akan mengancam perkembangan generasi mendatang dengan banyak kasus korban pemerkosaan setelah berita Ariel mewabah di seluruh penjuru dunia</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">A Jiava melihat tingkat generasi muda di desanya saat ini telah mengevolusi. Perbincangan anak-anak yang masih berbau kencur sudah mengarah ker pornografi. Tak sedikit menurutnya telah terjadi pemerkosaan (cabul) di desanya. Bahkan anak-anak muda yang hari ini kian mudah mendapatkan mobile (hp) karena harganya semakin murah, menyimpan video hot di hp bukan lagi hal aib</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Pengaruh berita soal pornograsi lambat laun akan berimbas pada sikap dan tingkah generasi muda. Entah apa yang akan terjadi 20 tahun mendatang, barangkali sudah tidak ada lagi perbedaan antara seni, sek (erotis) dan cabul. Yang ada hanya satu, itu adalah seni. Kalau sudah demikian, dunia akan kiamat. Arus timur tidak lagi dominan karena terganti oleh arus barat</span></p>
</div>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=788&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/07/30/obrolan-malam-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artis</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/07/14/artis/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/07/14/artis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 14:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>
		<category><![CDATA[areil luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[haifa wahbe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2010/07/14/artis/</guid>
		<description><![CDATA[Haifa Wahbe, salahsatu bintang papan atas asal Lebanon tiba-tiba namanya tenggelam ditelan bumi ketika skandal video hot dengan kekasihnya tersebar luas diblantika arab. Kejadian itu terjadi sepuluh tahun silam saat namanya belum begitu dikenal. Video hot kontroversi itu semula dibantah Haifa dengan menyangkal bahwa adegan intim itu bukanlah dirinya melainkan orang yang mirip Namun lambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-family: Times New Roman, serif; font-size: 16px; line-height: 18px;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haifa_Wehbe" target="_blank">Haifa Wahbe, </a>salahsatu bintang papan atas asal Lebanon tiba-tiba namanya tenggelam ditelan bumi ketika skandal video hot dengan kekasihnya tersebar luas diblantika arab. Kejadian itu terjadi sepuluh tahun silam saat namanya belum begitu dikenal. Video hot kontroversi<span> </span>itu semula dibantah Haifa dengan menyangkal bahwa adegan intim itu bukanlah dirinya melainkan orang yang mirip</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Namun lambat laun dengan kejelian teknologi dan semakin pudarnya namanya di dunia artis<span> </span>arab dia mengakui<span> </span>apa yang tersebar lewat dunia maya itu adalah dirinya. Melalui dialog di televisi LBC <span> </span>Lebanon, Haifa sambil menangis mengakui khilaf dan menyatakan apa yang dilakukan itu adalah merupakan kebutuhan hidup. Maklum kekasihnya konon orang yang paling berjasa melambungkan namanya saat itu. Bahkan dalam pengakuan di televisi tersebut dia pernah bekerja menjadi penyervis laki-laki hidung belang sebelum terjun di dunia hiburan</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;"><span id="more-775"></span><br />
</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-07-14/HiutwkvCFjDAqociBolbyaalesIBqJfeaqbdkDGJpjdrIugivGvIslCGuIJs/haifa-wahby-enta-tany-video-clip-12.jpg.scaled500.jpg" alt="" width="450" height="334" /></span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;"> Setelah skandal video hot merebak, Haifa hingga kini sering dikait-kaitkan sebagai &#8220;mantan&#8221; artis pelacur . Meski sekarang namanya tak setenar masa jayanya, Haifa sampai sekarang masih eksis menjadi seorang artis yang masih diperhitungkan di Arab. Bukan saja dikenal sebagai orang yang punya suara khas merdu, tapi artis yang sering menjual kemolekan tubuhnya. <span> </span>Setiap video klibnya tak lepas dari kemolekan tubuh yang aduhai dan buah dadanya yang montok</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Kasus Haifa Wahbe adalah kasus biasa yang terjadi dalam dunia hiburan. Bukanlah kasus besar dan aib. Hanya saja diklaim sebuah alibi ketika video hot telah menyebar luas ditengah-tengah masyarakat. Kasus Ariel dan Luna Maya dll misalnya adalah kasus biasa bagi seorang artis yang kebetulan menjadi besar karena video pribadi bocor secara luas di tengah-tengah masyarakat </span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;"><img src="http://posterous.com/getfile/files.posterous.com/temp-2010-07-14/HaHFCDmAvqcbqxfrCkuHozGCsGnkzaphmfnAIiEaAlGHAuizrafctiuaCtHc/ariel-luna.jpg.scaled500.jpg" alt="" width="285" height="285" /> </span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Saya tidak menyebut siap artis tak lepas<span> </span>dari hubungan badan dan narkoba. Tapi jika dibandingkan dengan ,masyakarat awam dan tingkat keterlibatan para artis selama ini memang tak lepas dari hal-hal seperti itu. Kita tentu ingat bagaimana kasus seorang mantan<span> </span>pengurus Golkar dan anak seorang tokoh agama melakukan skandal dengan artis bernama Maria Eva terkuak saat adegan hotnya tersebar. Lalu kasus pelawak-pelawak kita yang diluar dugaan banyak terlibat kasus narkoba. Dan masih banyak kasus lain melibatkan para menghibur masyarakat itu</span></p>
<p style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; font-family: Times New Roman,serif;">Skandal dalam artis adalah hal biasa terjadi. Tapi akan luar biasa ketika kasus itu menjadi perhatian besar dari orang awam hingga aparatur Negara. Saya tidak tahu maksud dari itu. Seperti ada upaya dari rezim saat ini untuk mengambil alih kasus ini dari kasus-kasus lebih besar yang melibatkan penguasa yang sudah berbulan-bulan belum menemukan titik temu</span></p>
</div>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=775&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/07/14/artis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Israel</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/06/02/israel-2/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/06/02/israel-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 01:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam aku ke Giza, suasana biasa saja gak ada pengamanan super ketat, padahal di  kawasan situ merupakan komplek kedutaan Israel berada. Hanya terlihat beberapa kompi  keamanan bersenjatan beserta kendaraannya terlihat sedikit meningkatkan penjagaan di bawah  apartemen dimana kedutaan Israel berada Meski berjaga-jaga, aku dan Falah gak ditanyain (diintrograsi) soal pasport dsb seperti yang  pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin malam aku ke Giza, suasana biasa saja gak ada pengamanan super ketat, padahal di  kawasan situ merupakan komplek kedutaan Israel berada. Hanya terlihat beberapa kompi  keamanan bersenjatan beserta kendaraannya terlihat sedikit meningkatkan penjagaan di bawah  apartemen dimana kedutaan Israel berada</p>
<p>Meski berjaga-jaga, aku dan Falah gak ditanyain (diintrograsi) soal pasport dsb seperti yang  pernah terjadi saat Obama akan datang ke Kairo tahun lalu. Kami melintasi depan kedutaan  Israel yang dipenuhi oleh personel kepolisian dengan mantap, santai tanpa beban dosa . Tak  ada kecurigaan dari mereka terhadap kami yang malam itu sedang membawa tas</p>
<p>Kalau memang siaga satu, pasti mereka akan memeriksa kami, menggledah barang-barang  kami. Mencurigai bawaan kami, siapa tahu isinya bom dll. Tapi syukurlah, malam itu lancar- lancar saja. Mungkin saja aparat keamanan punya indera ke tujuh yang mampu menembus sekat- sekat tersembunyi atau punya penciuman luar biasa kalau yang kami bawa memang barang-barang  bau yang hendak dibersihkan</p>
<p><span id="more-761"></span></p>
<p>Dubes Israel disini cukup cerdas menempatkan kedutaannya berada di tengah -tengah tempat tinggal penduduk. Mereka yang jelas punya alasan, bukan karena gak punya tempat, dana atau legitimasi dari penguasa. Mereka ku kira lebih mengedepankan faktor keamanan dan kenyamanan berada di  tengah-tengah apartemen dari serangan-serangan kelompok garis keras atau orang-orang yang benci terhadap  Israel untuk berpikir seribu kali kalau ingin menghacurkan kedutaan Israel</p>
<p>Iya hari-hari ini di belahan dunia memang sedang marak aksi demonstrasi mengutuk kekejaman Israel atas penembakan kapal pengangkut  bantuan kemanusian Mer-C dari Turki itu termasuk di Mesir. Kabarnya sekelompok ikhanul muslimien Mesir berunjuk rasa di kawasan Husain. Sejumlah aktivis Mesir sebagaimana diwartakan media juga mengadakan demonstrasi di kawasan Ramsim mengutuk Israel. Tapi cukupkah Israel dengan kutukan? Membakar bendera?</p>
<p>Ada banyak kasus kemanusiaan korban kekejaman Israel sudah cukup menjadi bukti kalau negara  Zionis itu perlu di tenggelamkan. Kutukan-kutukan itu kukira gak mempan untuk menghentikan Israel dari kebiadaan. Percuma kalau cuman mengutuk, sudah berapa banyak  negara-negara dunia mengutuk kenyataannya pembantaian negara zionis itu masih tetap berjalan</p>
<p>Dan satu yang barangkali mengakhirinya kebiadaban Israel adalah dengan cara membumi hanguskan  Israel dari ranah Palestina. Aku salut sama perdana menteri Turki Cecep Tayyib Erdogan  atas sikap tegasnya kemarin yang mengeluarkan kedutaan Israel dari Turki. Bahkan tadi malam  Erdogan menyatakan Israel sudah tidak ada lagi dalam kamus negara Turki</p>
<p>Iran apalagi, kebenjian kepada negara zionis gak bisa ditutup-tutupi dan sudah sejak lama Iran menyatakan perang dengan Israel bahkan sewaktu-waktu siap meletupkan  rudalnya ke negera zionis itu. Ini aku setuju. Spekulasi awal dari Nejad kukira mendekati  kongkrit daripada hanya kutuk-mengutuk</p>
<p>Karena kurang apa lagi Israel dapat julukan dari dunia, dari kutuk hingga negara biadap,  anjing, gak punya perasaan dll tapi kenyataannya ya tetap saja seperti itu. Masih pede  membantai warga Palestina</p>
<p>Jadi semestinya kata kutuk sekarang gak berlaku lagi. Yang kongkrit, segera di bom yang  bersangkutan dengan mempertimbangkan aspek-aspek warga tak berdosa. Sebab asal  tahu saja kalau hampir separuh warga sipil Israel sebenarnya tak menghendaki adanya keributan  menahun oleh pemerintan Israel. Jadi menghabisi pemerintahan Israel, sekutunya dan kelompok  ortodok Yahudi ku kira sangat tepat</p>
<p>Tapi sekali lagi kejadian Israel sudah menjadi agenda sejarah kelam dalam dunia Islam.  Beberapa hadits yang masuk dakhil, maupun cerita-cerita israiliat banyak bicara soal  kebiadaban Israel kelak termasuk musnahnya orang-orang Yahudi akhir zaman nanti</p>
<p>Jadi antar percaya atau gak berbicara masalah Israel gak terlepas dari masa akhir zaman.</p>
<p>\</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=761&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/06/02/israel-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

