<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; Diary</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/category/diary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 22:14:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8?s=</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>Generasi Yang Tersisa</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/04/13/generasi-yang-tersisa/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/04/13/generasi-yang-tersisa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 01:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kumpul reonian]]></category>
		<category><![CDATA[star city mall kairo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan malam itu barangkali akan tambah semarak, dahsyat dan apapun namanya seandainya kawan-kawan masih utuh seperti lima tahun silam. Iya lima tahun memang tak terlalu lama, juga gak sebentar, jadi masih tersimpan segar dalam memori otak. Dunia boleh melupakan goyang samba ala Ibnu saat mencoba menjadi penari perut sesaat di sungai Nil malam itu. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Pertemuan malam itu barangkali akan tambah semarak, dahsyat dan apapun namanya seandainya kawan-kawan masih utuh seperti lima tahun silam. Iya lima tahun memang tak terlalu lama, juga gak sebentar, jadi masih tersimpan segar dalam memori otak. Dunia boleh melupakan goyang samba ala Ibnu saat mencoba menjadi penari perut sesaat di sungai Nil malam itu. Tapi adegan kencingnya di hamparan gurun bersama kawan-kawan lain terasa sulit melupakannya, karena mantan tukang simsar rumah si putung dari bawwabah tiga itu acap kali bertemu dengan saya selalu mengingatkan dengan pertanyaan; “</span></span></strong></em>Finn Itsnain Gihih”? (sambil keliru mengutip hadits yang bikin kami waktu itu tertawa terbahak-bahak; “ayatul muslimin tsalasah….!”)</p>
<p><em><strong><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;">Lima tahun lalu ternyata simsar yang biasa duduk tersipu di depan rumah makan Bang Bobi itu (dulu warnet kristal) masih ingat dengan wajah saya. Sehabis sholat Jum’at kemarin di bawwabah tiga, pak putung biasa kami memanggil karena punya satu tangan, tiba-tiba menyapa saya sambil bergurau; </span></span><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;">“Fien itsnain ginih..!”. </span></span><span style="font-weight: normal;"><span style="font-style: normal;">saya hanya tersenyum dan terperangah, ternyata ingatan dia sangat kuat</span></span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><em><strong><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;">Otak kadang memang menerima hal-hal remeh, kadang pula menolak hal-hal urgen. Anda bisa menemukan berapa banyak orang kesulitan menghafal nomer ponselnya ketimbang melupakan mantan kekasihnya? Toh kata orang, gak mungkin akan menelpon ke nomer dirinya sendiri. Jadi gak perlu dihafal, mending menghafal alqur’an daripada nomer ponselnya walau juga kesulitan. Begitula memori otak kita</span></span></strong></em></span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><em><strong><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><span id="more-643"></span></span></span></strong></em></span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal; font-weight: normal;"><em><strong><span style="font-style: normal;"><span style="font-weight: normal;"><img class="aligncenter" title="di depan star city mall" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/24115_1313518230276_1000273670_3074.jpg" alt="" width="314" height="235" /></span></span></strong></em></span></strong></em></p>
<p>memori (kenangan) itu juga saya rasakan dalam pertemuan malam kemarin (senin, 12/4/10). Sambil ngobrol bersama kawan-kawan berjumlah tujuh orang &#8211; jumlah yang sebenarnya gak terlalu sedikit – sepertinya masih ada yang kurang dari pertemuan itu. Jok-jok memukau yang dulu sering direbutkan oleh Ibnu dan Ghopar dalam soal urusan kekasih, malam itu hanya bisa melototi tingkah laku Royan, anak baru melek dunia putra Ida itu mendadak menjadi idola tunggal kawan-kawan malam itu</p>
<p>Begitulah kalau menjadi generasi manusia tersisa. Sisa realita dari absurditas zaman. Kita harus tabah dengan realita dunia, takdir tuhan. Tapi jangan berputus asa, tugas kita hanya berusaha dan berdoa. Tuhanlah penentu segal-galanya. “Santai saja..!” Begitu ungkapan singkat Jih Kholid suatu saat</p>
<p><em><strong> </strong></em>“Hidup ini sudah ada yang ngatur” Ujar Keh Mahfudz menambahkan, yang saat ini menjadi bos penyuplai krupuk bermerk Madurasa dan alhamdulillah mengaku sudah bertungan. “Yang penting kita nikmati saja. Toh jodoh itu di tangan Tuhan dan gak akan lari kemana-mana. Tapi ada dimana-mana. Maka carilah” (waduh jadi bingung keh)</p>
<p>Kumpul kemarin adalah pertemuan generasi tua yang terakhir kalinya semenjak tahun 2007 silam di Zahra. Saya juga ndak tahu apakah ada niatan tertentu dari kawan-kawan malam itu khususnya shohibul ide jih Kholid. Informasi terakhir saya dapatkan Kamis kemarin langsung dari mulut jih Kholid kalau kawan-kawan bakalan berkumpul. Katanya mau curhatan. Saya juga kaget, siapa yang mau curhat? Masak orang seperti Jih Kholid yang sudah mendapatkan gelar jih masih mau curhat. Masak keh Mahfudz yang gak tahu apa itu defenisi curhat juga mau curhat? Saya malah kuatir entar yang dicurhatin Jih Kholid masalah dede-dede, sesuatu yang belum pernah saya anu. Atau curhatannya keh Mahfudz soal kerupuk yang laku keras. Wallahu a’lam</p>
<p>Namun akhirnya saya bersyukur, ini bertanda kalau generasi tersisa itu ternyata nasih hidup dan ada di tengah-tengah mengevolusinya generasi lain disini</p>
<p>foto2 lengkapnya ada di FBnya dia <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2043585&amp;id=1000273670" target="_blank">di sini</a></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=643&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/04/13/generasi-yang-tersisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Champion dan Sate</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/04/01/champion-dan-sate/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/04/01/champion-dan-sate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 11:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[liga champion]]></category>
		<category><![CDATA[mu dibantai bayer]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Manchester United (mu) bisa takluk oleh Bayern München? Ini pertanyaan yang mudah dijawab oleh manusia berakal seperti saya; Karena Inter masih di atas level MU. Lho kok bisa? Lha iya ini khan jawab saya selaku fans Inter. Gak tahu kalau pendapat para pendukung MU atau lainnya. Mungkin akan berkata begini; Karena MU dibuat kucing-kucingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Manchester_United_F.C." target="_blank">Manchester United </a>(mu) bisa takluk oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/FC_Bayern_Munich" target="_blank">Bayern München</a>? Ini pertanyaan yang mudah dijawab oleh manusia berakal seperti saya; Karena <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/F.C._Internazionale_Milano" target="_blank">Inter</a> masih di atas level MU. Lho kok bisa? Lha iya ini khan jawab saya selaku fans Inter. Gak tahu kalau pendapat para pendukung MU atau lainnya. Mungkin akan berkata begini; Karena MU dibuat kucing-kucingan Bayer, jadi wajar kalau kalah.</p>
<p>Sama halnya dengan Barcelona. Mengapa kesempatan emas unggul 2-0 oleh Arsenal di depan mata disia-siakan begitu saja? Ini juga bukan karena Inter nanti gak mau ketemu Barca di fase berikutnya, lalu berharap kalah dari Arsenal. Tapi sebagai pendukung Inter, saya memang berharan demikian. Bukan karena takut, tapi sepertinya publik sudah bosan dengan permainannya Barca yang gitu-gitu saja (sangat indah, kata pendukungnya. Sangat biasa bagi saya)</p>
<p>Mungkin hari Rabu kemarin perhatiannya penonton dunia terpusat oleh kemenangan Inter. Orang-orang pada ngrasani mengapa Inter bisa menang? &#8220;Inter bagus ya permainannya&#8221; Kata Falah. Lalu dalam hati kecilnya terbesit keinginan untuk pindah klub ke Inter. &#8220;Wah silahken&#8221; Jawab saya menirukan gaya bicara pak Harto&#8221;Gak ada pajak slametan untuk pindah klub. Paling-paling suruh bikin kekel lagi&#8221; <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-639"></span></p>
<p><img class="aligncenter" title="Still at apartment floor 21nd Giza" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0041-1.jpg" alt="" width="314" height="235" />Dengan cederanya Rooney selaku strikel andalan MU, kemungkinan besar laju MU ke perempat final semakin berat. Meski secara statistis MU diuntungkan karena bermain di markasnya sendiri. Secara lainnya mudah-mudah MU kalah. Setali dengan itu, Barca juga diuntungkan pada kuarter babak ke dua nanti karena akan bermain di markasnya. Secara itung-itungan kertas Barca diunggulkan banyak pihak. Modal imbang 2-2 dengan Arsenal kemarin gak butuh banyak untuk lolos, 0-0 saja Barca bisa lolos. Tapi tahukah anda dalam sepak bola segala sesuatu bisa berubah? Siapa tahu Barca kehilangan keseimbangan. Dan jangan diremehpun juga, Arsenal punya kekuatan trengginas</p>
<p>Bagi Falah, ini seperti ibarat sudah jatuh ketiban tangga. Kesempatan untuk nonton MU melawan Bayer kemarin hanya keberhasilan yang tertunda. Di sebut berhasil karena dia akhirnya bisa membawa kartu Al-Jazeera sport dari Darmalak (rumah) ke Giza (rumah mang Fatah yang gak ada kartu al-jazeera) jadi mundar-mandir dua kali Darmalak ke Giza. Sementara di waktu yang lelah, capek, dia harus gigit jari karena pertandingan MU lawan Bayer ternyata sudah selesai, itu pun hasilnya mengenaskan bikin si Falah berteriak histeris. Rasa capeknya sepertinya telah dibayar oleh kekalahan MU</p>
<p><img class="aligncenter" title="Still at apartment floor 21nd Giza" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0044-1.jpg" alt="" width="314" height="235" />Meski secara fatwa MUI, saya gak tahu hakekat sesungguhnya teriak histerisnya dia. Apakah sudah tergolong makar atau karena kelaparan nunggu sate yang waktu itu sedang dalam proses final. Kalau ini yang dimaksud, berarti statusnya malam itu ya sama dengan saya , kelaparan. Karena racikan sambel hasil dari petunjuk Mang Fatah dan olesan tangan keras Rizal serta manusia penyamun si Wawan, bau aromanya waktu itu sudah mengundah perut untuk sesegera menyantap</p>
<p>Gumpalan sate dalam perut membuat saya lupa akan pertandingan jelek MU dengan Bayer. Lagian toh saya bukan pendukungnya. Saya hanya berpikir pertandingan berikutnya (besoknya) dimana inter bermain. Gak tahu kalau si Falah dan pendukung sealiran dengannya dimana pun berada.  Mungkin kekalahan MU tidak saja  menjadi musibah, tapi sudah ajal, kiamat dan kematian</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="nunggu barca dibabat arsenal" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0045-2.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">nunggu barca dibabat arsenal</p></div>
<p>Terakhir saya hanya berpikir dan berharap bagaimana Barca tidak lolos pada fase berikutnya. Kalau MU gak dipikirkan dan diharapkan kayaknya sangat berat untuk bisa lolos <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=639&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/04/01/champion-dan-sate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inter dan Kekel</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/03/28/inter-dan-kekel/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/03/28/inter-dan-kekel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 00:56:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[kekel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Jika saja Inter Milan menang saat melawan AS Roma tadi malam, kegembiraan saya barangkali semakin bertambah. Bukan karena malam ini di sini sedang melakukan hidangan bersama kekel, tapi jarak Inter dengan musuh-musuh bebuyutannya juga semakin terpangkas jauh, dan kesempatan  menuju tangga juara tentunya juga akan semakin berada di depan mata. Sayang Inter harus puas dibabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika saja Inter Milan menang saat melawan AS Roma tadi malam, kegembiraan saya barangkali semakin bertambah. Bukan karena malam ini di sini sedang melakukan hidangan bersama kekel, tapi jarak Inter dengan musuh-musuh bebuyutannya juga semakin terpangkas jauh, dan kesempatan  menuju tangga juara tentunya juga akan semakin berada di depan mata. Sayang Inter harus puas dibabat AS Roma</p>
<p>Sebenarnya Inter punya kesempatan banyak menjebol gawang Roma. Namun beberapa peluang mereka disia-siakan begitu saja. Eksekusi striker semacam Eto&#8217;o dan Milito yang punya kapabelitas diakusi dunia itu malam tadi kurang mantap. Sementara Roma yang bermain dengan performa  tinggi sangat ciamik memainkan bola indah. Penguasaan bola Inter malam tadi kalah drastis dengan Roma. Barangkali Jose Mourinho sedang dilanda kegelisahan dalam meracik skuatnya. Karena minggu ini mereka akan bermain di champion</p>
<p>Walau begitu, saya masih puas dengan masakan saudara Falah dan Wawan Al-Jufri. Puas dalam arti yang sebenar-benarnya dan dalam tempo yang se-singkat-singkatnaya. Masakan Kekel limited edition itu dalam rentang relatif singkat langsung lenyap. Entah dari mana mereka berdua berguru koki, kok sebegitu enaknya. Sampai kawan saya si Burhan habis makan langsung menuju kamar mandi</p>
<p><span id="more-627"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="koki andal falah dan wawan" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0006.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">koki andal falah dan wawan</p></div>
<p>Kata kawan akan ada balapan menuju kamar mandi besok pagi. Sontak saja saya yang punya tradisi langganan sakit perut langsung menghentikan sambal maut pedas itu. Padahal jika gak pedas sambal itu sangat enak karena bumbu-bumbunya ala Indonesia bawaan Rizal Malarangeng</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="inilah sambal maut itu" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0010-1.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">inilah sambal maut itu</p></div>
<p>But masakan kekel saudara Wawan dan Falah bikin orang kehilangan kesadaran. Banyak kawan-kawan rumah termasuk saya tidak hanya makan sumsumnya yang lezat plus katanya meningkatkan daya stamina laki-laki, namun tulang belulang &#8220;terpaksa&#8221; juga harus disantap meski akhirnya menyerah dilepaskan lagi karena gak kuat</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="kekhusukan nyantap kekel" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0016-1.jpg" alt="" width="314" height="233" /><p class="wp-caption-text">kekhusukan nyantap kekel</p></div>
<p>Beginilah jika masakannya enak, bikin orang ingin meniru Sumanto semua. Makanya ada baiknya  kalau masak yang biasa saja biar gak bikin orang pada buncit semua. Tapi gak tahu kalau memang dalam keadaan kelaparan. Teritanya mungkin beda, gak dibumbuin juga dihabisin ya</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=627&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/03/28/inter-dan-kekel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tragedi Pernikahan</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/03/26/tragedi-pernikahan/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/03/26/tragedi-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Bagai tertimpa atap rumah, kabar itu begitu mengglinjangkan saya. Betapa bahagianya dia sekarang. Sebuah pesta meriah barangkali telah membingkai mereka berdua menuju kehidupan baru. Iya kabar itu telah  sampai ke telinga saya Tak tahu banyak kawan-kawan sini soal perkawinan dia. Bagaimana akan tahu, yang mau nikah saja juga baru tahu. &#8220;Kalau ketahuan duluan, pasti gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagai tertimpa atap rumah, kabar itu begitu mengglinjangkan saya. Betapa bahagianya dia sekarang. Sebuah pesta meriah barangkali telah membingkai mereka berdua menuju kehidupan baru. Iya kabar itu telah  sampai ke telinga saya</p>
<p>Tak tahu banyak kawan-kawan sini soal perkawinan dia. Bagaimana akan tahu, yang mau nikah saja juga baru tahu. &#8220;Kalau ketahuan duluan, pasti gak mau pulang ke Indo!&#8221;  Kata kawan si Prenggedek itu. &#8220;Lo kok bisa. Emang ceritanya gimana sih?&#8221; Tanya saya yang keblabasan keheranan</p>
<p>&#8220;Kalau diceritain panjang. Timpal si Penggredek. &#8220;Yang pasti aku dapat info dari orang tuaku. Waktu nelp itu aku diberitahu ortu, kalau si dia undangannya sudah disebar . Padahal bulan lalu dia masih disini dan sedang mempersiapkan perpulangan sepanjang masa dari medan pertempuran dengan Al-Azhar. Biar gak menolak, lalu sebelum sampai di Indo, undangan pernikahannya disebarkan&#8221;</p>
<p><span id="more-615"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="pernihakan luke 2007 silam" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_6132.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">pernihakan luke 2007 silam </p></div>
<p>Wah seru juga cerita dia. Seperti zaman teompo doelu saja antara Datok Maringgi dan Siti Nurbaya. Padahal sekaran sudah zamannya Sumanto, untuk mendapatkan seseorang siapa saja bisa disikat dalam rentang relatif singkat. Coba Tanya saja sama keluarga besar DH</p>
<p>Memang tiga tahun lalu setelah kembali dari Indonesia, dia pernah pamer cerita ke saya soal misi cadangan selain rasa kangen yaitu mau tunangan. Fotonya juga diberitahukan pada saya lewat hp. Minta pertimbangan, cantik gak. Tapi menurut saya rupanya seperti kearab-araban gitu (kalau gak malah seperti Aton adik si Mandra itu). Gak tahu kalau masih ada keturunan arab. Dia cuman memberi tahu kalau dia anaknya pengusaha kaya raya di daerahnya</p>
<p>Karena relatif masih muda dan berlagak kayak kanak-kanak dia belum berani memastikan waktu pernikahannya. Cuman biar gak lepas oleh orang lain, dia sudah membentengi sejak dini</p>
<p>Dan bulan ini dia pulang. Kepulangannya dia ternyata sudah disambut oleh acara walimatul Urusy. Dia sendiri juga belum tahu kalau mau diajak menuju kepelaminan secara serius.  Bubur sudah menjadi nasi lagi. Akhirnya takdirlah yang berbicara. Bulan ini dia harus mengakhiri masa kunang-kunang bersama hawa nafsu dan pelampiasan buruk dengan dunia maya</p>
<p>Selamatlah…! Rozi</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=615&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/03/26/tragedi-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20+</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/27/20/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/27/20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 08:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[encien]]></category>
		<category><![CDATA[yasin shadiqin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[WWAAN2VUFHGQ Sewaktu nemenin jih Kholid beli netbook di Roxi tadi malam,  pasti bisa ditebak arah obrolannya  tidak jauh dari masalah kaum hawa. Sistem menggatuk-gatukkan antara adam dan hawa menjadi menu andalan bagi manusia kepala 20+. Manusia seukuran gitu memang sudah layak ngoborol dewasa dalam usaha mendapatkan titel sunnah nabi daripada melakukan pekerjaan menghayal yang tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WWAAN2VUFHGQ Sewaktu nemenin jih Kholid beli netbook di Roxi tadi malam,  pasti bisa ditebak arah obrolannya  tidak jauh dari masalah kaum hawa. Sistem menggatuk-gatukkan antara adam dan hawa menjadi menu andalan bagi manusia kepala 20+. Manusia seukuran gitu memang sudah layak ngoborol dewasa dalam usaha mendapatkan titel sunnah nabi daripada melakukan pekerjaan menghayal yang tak jelas jeluntrungnya</p>
<p>Ada hal menarik saya temuai beberapa hari kemarin, menjelang melepas  kepergian saudara Encien ke liang lahat/kelahirannya Indonesia, bahwa kebiasaan memang sulit untuk dihilangkan. Ini persis dengan apa yang digaungkan oleh pepatah arab yaitu al-adatu muhakkamatun. Namun ungkapan Mumu waktu itu bukanlah kebiasaan yang semestinya dilakukan secara berkelanjutan, seperti kebiasaan melakukan sholat lima waktu atau makan, akan tetapi sesuatu hal aib dan rahasia milik pribadi</p>
<p>Tapi bagi saya itulah realita, siklus umur yang semakin menua dan tak kunjung menemukan titik temu. &#8220;Manusia seusia kita memang sudah saatnya&#8221; Begitu tulis saudara kawan saya yang saat ini sedang bekerja di Abu Dhabi. Barangkali maksud kawan miliader di Abu Dhabi itu banyak arti baik &#8220;sudah saatnya&#8221; untuk berpikir masalah kaum hawa, bisa pula&#8221; sudah saatnya&#8221; untuk menuju kepelaminan atau bisa jadi juga &#8220;sudah saatnya&#8221; untuk hidup mandiri, tidak menggantungkan kepada orang tua</p>
<p><span id="more-428"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img class=" " title="encien dan azhar pada acaranya slametan encien (selasa/23/2010)" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0118.jpg" alt="" width="314" height="200" /><p class="wp-caption-text">encien dan azhar  pada slametannya encien (selasa/23/2010)</p></div>
<p>Yang pasti obrolan sore itu lewat yahoomessenger sepertinya memang menitik beratkan pada &#8220;sudah saatnya&#8221; menuju ke pelaminan. Hal ini tidak terlepas dari arah pembicaraan waktu itu lebih cenderung bersifat individualisme. Semacam curhatan calon manusia miliader yang sudah gatal akan kenikmatan hidup batiniah yang dibungkus dalam sunnah nabi</p>
<p>Cuman kendala tebal yang saat ini menyelimuti manusia se-usia mereka salah satunya adalah idialisme. Arogansi idialisme akan menjadi semacam gumpalan es di kutub utara yang sulit meleleh. Mengutip suara kawan Abu Dhabi bahwa meski sudah gatal dan ingin sesegara mungkin berumah tangga, namun keinginan selangit menjadi kendala dia yang sulit terpecahkan. Seperti harus punya kendaraan sendiri, mampu membiayai orang tua dan sudah bisa hidup layaknya manusia mapan atau middle class cityzen</p>
<p>Idealisme inilah menurut saya memperlambat proses berumah tangga sesegara mungkin. Seperti kasus kawan saya lainnya yang bertanya sambil keheranan &#8220;Kamu hidup darimana?. Hebat sekali kamu bisa membiayai hidup bersama keluarga dan anak&#8221;</p>
<p>Secara tidak langsung sebenarnya dia gak sadar kalau dia hafal qur&#8217;an dan rizqi merupakan kuasa Tuhan yang sudah dijanjikan olehNya sejak zaman bahenol bagi manusia pemproduksi anak. Hambatan oleh idealisme diikuti rasa gatal luar biasa tentu saja akan membawa perubahan pada manusia yang oleh dewa di sebut sebagai puber ke dua dengan lahirnya apa yang dinamakan sebagai proses penghayalan</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="sedang mendengarkan kesan dan pesan" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC_0213.jpg" alt="" width="314" height="136" /><p class="wp-caption-text">dengarkan renungan</p></div>
<p style="text-align: left;">Penghayalan akan berlanjut pada pengamalan, lalu menjadi pengalaman. Ini pasti tidak bisa dipungkiri lagi. Ibaratnya tidak ada rotan, bantalpun jadi. Maksudnya puber ke dua yang diikuti oleh penghayalan dan berlanjut pengalaman lalu menjadi mengalaman akan membawa dampak pada mental kejiwaan manusia menuju arah demokrasi</p>
<p>&#8220;Ini solusi&#8221; Kata manusia bu&#8217;ust yang sering show dengan HK ini. Solusi tapi halal tanpa mengganggu kaidah agama, karena cuman permainan lewat dunia maya dan hanya sendau gurau. &#8220;Dari pada melakukan hubungan badan di luar nikah seperti Sheila Marcia, mendingan chatingan ama dedek-dedek. Atau nyari gebetan baru di YM dan FB. Cara kayak gini  sudah cukup demokratis Hehe&#8221; Lanjut Novic dengan suara merdu seperti burung kakak tua</p>
<p>Nah kepulangan saudara Encien hari Kamis lalu saya kira menjadi solusi tepat bagi dia untuk merapatkan barisan menuju kepelaminan. Berumah tangga tidak musti harus mem-phk-an status sekolah, pekerjaan. Sebab di saat alam sudah tak bersahabat dengan adanya hujan saat mengiri kepergiaan Encien. Dunia telah memberi warning kalau sudah saatnya dia beristirahat dari ujian term 1 dan term 2 Al-Azhar. Lho kok?</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=428&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/27/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syari&#8217; Muiz</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 21:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[al-Nasir Muhammad Qalawun]]></category>
		<category><![CDATA[Barquq]]></category>
		<category><![CDATA[Qalawun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Ajakan seorang teman pagi itu membangunkan saya dari alam bawah sadar menuju alam sadar. Lewat perantara kiriman sms, bung Kadar mengajak saya mengunjungi tempat keramat yang 13 februari lalu diresmikan Susan Mubarak istri Presiden Mesir Husni Mubarak. Saya rasa waktu itu saya sudah terlambat, karena informasinya mendadak, saya balas sms itu ala kadarnnya ( bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajakan seorang teman pagi itu membangunkan saya dari alam bawah sadar menuju alam sadar. Lewat perantara kiriman sms, bung Kadar mengajak saya mengunjungi tempat keramat yang 13 februari lalu diresmikan Susan Mubarak istri Presiden Mesir Husni Mubarak. Saya rasa waktu itu saya sudah terlambat, karena informasinya mendadak, saya balas sms itu ala kadarnnya ( bukan kebetulan namanya kadarisman sehingg balasnya ala kadarnya) &#8220;Saya tak ikut dalam mimpi aja&#8221; Balasan sms saya</p>
<p>&#8220;Oh kami juga masih di markas Qatamiyah, belum berangkat. Kita ketemuan di masjid Al-Azhar saja&#8221; Jawab sms kawan yang akbar di sapa Kadarista Sanjev itu. Karena Qatamiyah adalah daerah desa yanag jauh di mato, harapan saya mengejar waktu yang semakin mepet –sholat jum&#8217;at dari kota Damerdas masih dapat dicapai. Saya tahu ini bukan acara dia murni, kalau gak malah desakan dari saya, tapi gawe saudara Yasin Shadiqin yang bentar lagi bakalan meninggalkan desa Qatamiyah menuju Indonesia</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-406"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="masjid qalawun" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC_0075.jpg" alt="masjid qalawun" width="314" height="210" /><p class="wp-caption-text">masjid qalawun</p></div>
<p>Rencanya jalan-jalan ini sudah lama diwacanakan kawan-kawan termasuk saya. Bukan persoalan pernah atau tidak, tapi ingin menjajal barang baru milik mantan anak buah al-Munief Kargo saudara Encien yang katanya harganya jutaan rupiah ini. Karena alasan satu dan lain hal, rencana itu baru terjadi hari Jum&#8217;at kemarin (19/02/2010). Saya bersama bung Kadarista Sanjev dan Encien jalan-jalan menulusi tempat bersejarah yang beberapa tahun  teresolasi oleh renovasi. Sementara kawan-kawan lain entah kemana tak terdengar informasinya</p>
<p>Tiga tempat yang baru diresmikan setelah mengalami tarmiem/renovasi itu adalah; Qalawun, al-Nasir Muhammad Qalawun dan Barquq. Semuanya berada di kawasan jalan/syari&#8217; Muiz. Dengan begitu saya sudah dua kali berada di kawasan situ. Pertama tengah tahun lalu saat bersama kawan-kawan dari QO, cuman melihat masjid dari luar  dan gak diperkenankan memasuki karena masih dalam tahap renovasi. Ke dua hari Jum&#8217;at lalu</p>
<p>Tiga bangunan tua tersebut tak jauh berbeda dengan masjid peninggalan lainnya. Saya  amini, miniatur masjid sini nyaris mirip satu dengan lainnya, katakanlah menara yang juga merupakan simbol peribadatan di Mesir. Kedua, masjid sebagai tempat ibadah juga merupakan sarana belajar mengajar. Barangkali yang membedakan cuman nilai historis (saya tak akan bercerita sejarah tiga tempat itu. Silahkan meluncur ke sini aja kalau mau lebih detail tentang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Qala%27un_Mosque" target="_blank">Qalawun</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Nasir_Muhammad" target="_blank">al-Nasir Muhammad Qalawun</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Barquq" target="_blank">Barquq</a>)</p>

<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/dsc_0044/' title='DSC_0044'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0044-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="DSC_0044" title="DSC_0044" /></a>
<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/dsc_0050/' title='depan maqam qalawun'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0050-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="depan maqam qalawun" title="depan maqam qalawun" /></a>
<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/dsc_0053/' title='maqam qalawun'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0053-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="maqam qalawun" title="maqam qalawun" /></a>
<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/dsc_0083/' title='jalan/syari&#039; muiz'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0083-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="jalan/syari&#039; muiz" title="jalan/syari&#039; muiz" /></a>
<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/img_0040/' title='bung kadar sedang memotret wanita'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/IMG_0040-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bung kadar sedang memotret wanita" title="bung kadar sedang memotret wanita" /></a>
<a href='http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/dsc_0107/' title='ini dia wanita yg diteropong itu'><img width="150" height="150" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2010/02/DSC_0107-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="ini dia wanita yg diteropong itu" title="ini dia wanita yg diteropong itu" /></a>

<p>Hanya saja kalau anda berada di sana seperti melihat Mesir pada zaman tempo doelu sebagaimana yang diceritakan dalam film maupun sejarah penduduk asli Mesir. Lantunan lagu legendaris milik Umi Qulsum terdengar merdu dipelataran jalan/syari&#8217; muiz. Termasuk pakaian khas kemesiran yang semuanya seperti menggambarkan budaya penduduk asli pribumi yang telah terkikis oleh peradaban modern</p>
<p>Encien begitu menikmati suasana murni kemesiran itu. Bung Kadar sepertinya juga demikian, selain dia juga menikmati wajah cantik wisatawan asing yang sedang berpose di depan masjid Qalawun. Tak mau ketinggalan kesempatan emas, bung Kadar lalu mencoba mengambil gambar wanita yang menurutnya digadang-gadang seperti Mariam Peres itu</p>
<p>Tak seperti yang diharapkan sebelumnya, wanita –menurut bung kadar cantik itu ternyata sedang menyimpan segudang jerawat di pipinya. Pupus sudah harapan lelaki jomblo ini. Namun dia belum menyerah, sehabis shalat magrib di masjid al-Azhar dia kembali bereaksi. Kali ini yang ia tembak adalah perempuan masih teen/belasan gitu. Sayang wanita yang juga menurut Encien cantik itu tersipu malu, diam seribu bahasa, seolah mereka berdua dianggap batu <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Satushally (mau sholat)?&#8221; Sapa Sanjev pada wanita mirip Luna Maya yang tak dapat respon itu. Ibarat manusia apes, bung Kadarisman sudah jatuh ketiban tangga lagi.  Apa boleh buat nasi belum matang, maka keinginan juga harus ditunda dulu</p>
<p>Suasana batin yang masih menyisakan kemaluan besar itu juga diikuti tak bersahabatnya jalan raya. Kepadatan arus balik warga setelah seharian berlibur di hari Jum&#8217;at dan merupakan liburan panjang terakhir pasca ujian term 1, menunda kepulangan lebih cepat dari jadwal awal menuju rumah Luke al-Hakim di Mutsallas</p>
<p>sekali lagi menulusuri kawasan Syari&#8217; Muiz seperti memutar kembali rekaman perjuangan Islam di di bawah panji dinasi Umayyah, karena di sana banyak peninggalan bersejarah selain Qalawun, al-Nasir Muhammad Qalawun dan Barquq, yaitu Masjid Hakiem bin Amr Allah, Babu Futtuh,  makam as-Shaleh Nagm Ad-din Ayyub dll. Semuanya satu arah yang mudah dilalui, karena jalan tersebut sekarang sudah direnovasi</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=406&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/22/syari-muiz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Valentine dan Bakso</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/16/valentine-dan-bakso/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/16/valentine-dan-bakso/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[bakso dan valentine]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sosialisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan &#8220;Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan &#8220;Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan&#8221;. Canda manusia langka yang perutnya semakin membuncit itu</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Lha iya, sekarang khan hari valentine, mari kita rayakan dengan makan bakso. Biarlah mereka tega makan kekasihnya (emang sumanto), kalau kita makan bakso aja&#8221;. Cloteh kawan lain yang sejak lahir hingga kini ngaku belum dikaruniai pacar. Sambil keheranan saya lalu bertanya&#8221;Emang valentine identik dengan gituan Neng?&#8221; Sapaan akrab si Boneng. Sambil berlalu si Boneng menjawab dengan ringan &#8220;Ya iya lah, soalnya saya sudah pengalaman (nabrak khimar)&#8221; Walah si Boneng ternyata sudah pengalaman too</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-350"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="wawan dan burhan" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0768.jpg" alt="wawan dan burhan" width="314" height="202" /><p class="wp-caption-text">wawan dan burhan</p></div>
<p style="text-align: left;">Memang secara kebetulan atau tidak, sejak awal bulan Februari kemarin hingga pertengahan ini, rumah sini 3 kali –barangkali lebih bikin bakso. Dan nampaknya bukan bulan ini saja. Tahun lalu di bulan Februari jua, bakso menjadi menu andalan di hari valentine.  Saya kurang begitu tahu maksud dari kawan-kawan itu, apa memang kebetulan, atau ngerayain valentine. Tentunya setiap orang punya kecenderungan lain yang disalah artikan. Seperti valentine identik dengan bakso, atau valentine identik  dengan <span style="text-decoration: line-through;">bunuh diri </span>hari istemewa untuk melangsungkan perkawinan. Padahal menurut kamus <span style="text-decoration: line-through;">I Ketut Gede Manuke</span>, valentine itu hari kasih sayang. kasih sayang terhadap apapun dan siapapun..!</p>
<p style="text-align: left;">Entah apa karena kasih sayang ini, bikin Boneng ketagihan dengan bakso. Lalu apa yang dikasih dan di sayang terhadap bakso? Bakso sendiri jauh-jauh hari sudah berpesan pada manusia &#8220;Makanlah daku yang banyak kau akan kenyang dan buncit&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Oleh karenanya bakso tidak bisa dijadikan standar ukuran kasih sayang. Bakso hanya sebagai alat menuju kekeyangan. Bakso itu perantara manusia menuju kebuncitan. Atau gara-gara ingin buncit si Boneng lalu kasih sayang pada bakso berlebihan</p>
<p style="text-align: left;">*****</p>
<p style="text-align: left;">Di rumah kami ada dua mahluq hidup spesialis bakso. Pertama si Syukur atau Syakir atau Ki Mantap atau si Boneng, manusia berambut kribo alias kriting asal Bogor ini sudah satu periode berdomisili di sini. Tak sia-sia mendapatkan teman satu rumah seperti dia, selain sosialisasinya tinggi, dia juga koki andal. Kedua, si Wawan atau si Al-Jufri atau si Habib, manusia diam seribu emas tapi menghanyutkan ini kalau dilihat dari segi masak biasa-biasa saja. Cuman kerajinannya dan istiqomahnya mengalahkan manusia zaman purba</p>
<p style="text-align: left;">Dua orang ini yang mengkombinasikan dan mensosialisasikan menu-menu harian. Karena bagaimanapun makanan adalah hal pokok. Bukan saja pokok terhadap kelangsungan hidup  manusia, namun juga pada kelanggengan antar rumah</p>
<p style="text-align: left;">Karena banyak kejadian di alam nyata bagaimana hubungan antar teman satu rumah kurang harmonis gara-gara perkara sepele semacam masak/makan. &#8220;Ini sepele, tapi jangan diremehkan. Bisa hancur sebuah keluarga&#8221; Sahut kawan suatu saat ketika membantu masak-masak</p>
<p style="text-align: left;">Kawan lain juga pernah bilang &#8220;belajar sosialisme tak perlu muluk-muluk dulu. Cukup belajar dari diri kita dulu, dari yang dekat seperti memasak, bersih-bersih untuk kepentingan manusia lain&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Dan sepertinya bakso kemarin malam itu rasanya lebih nikmat dari bakso sebelumnya atau bakso awal bulan kemarin. Kalau sudah makan bakso kemarin, mengingatkan teman lama spesialis bakso saudara Bombom yang sangat ahli mengolah dan meramu bakso menjadi makanan</p>
<p style="text-align: left;">Saya banyak balajar darinya. Belajar bagaimana bikin ramuan makanan yang enak untuk kawan-kawan rumah. Bagaimana mengolah menu menjadi spesialis (bukan spesialis one milik Jose Mourinho)</p>
<p style="text-align: left;">Saya menyadari hidup tak melulu identik dengan buku, intelektualitas tanpa batas. Namun masak menurut saya juga merupakan bagian dari belajar menuju ke situ. Bejalar bagaimana bersosialisasi antar sesama. Selamat hari <span style="text-decoration: line-through;">bakso</span> valentine</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=350&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/16/valentine-dan-bakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abddillah As&#8217;ad</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[abdillah as'ad]]></category>
		<category><![CDATA[al-kirom kargo]]></category>
		<category><![CDATA[luxor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. &#8220;Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup&#8221;. Suara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. &#8220;Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup&#8221;. Suara merdu senior saya Cak As&#8217;ad<em> </em>pagi itu yang kelihatannya sangat antusias</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tapi jangan lupa, uang pangkal sebesar 60 pound&#8221; Lanjutnya. Antara sadar dan tidak, saya belum berani membuat keputusan. Apakah saya jadi berangkat ke Idarah Wafidien mendaftar hari itu juga atau tidak, sulit rasanya menjawab. Hanya angan-angan belaka: kesempatan emas, tempat berserajah dan sangat ekonomis karena diselenggarakan khusus untuk orang asing/mahasiwa. Di samping itu saya masih keletihan, kondisi tubuh saya kurang fit karena baru pulang dari tanah suci</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-316"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 231px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0200.jpg"><img title="cak as'ad" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0200.jpg" alt="" width="221" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">cak as&#39;ad</p></div>
<p style="text-align: left;">Luxor menurut mereka adalah inti dari sejarah sini selain tempat-tempat bersejarah lain seperti Pyramid. Seorang lulusan sini suatu saat pernah membisiki &#8220;Sebelum meninggalkan Mesir sempatkanlah ke Luxor&#8221;. Kawan lain bilang &#8220;Rugi jika belum pernah kesana&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Dibandingkan menggunakan jasa pariwisata (travel), Idarah Wafidien relatif sangat murah. Karena fasilitas nyaris banyak yang gratis. Karena peserta terbatas , maka  pendaftarannya pun menjadi berebutan. Siapa cepat akan dapat, siapa yang terlambat akan kiamat. Saya salah satu orang yang barangkali menyia-nyiakan kesempatan itu atau kalau tidak dikatakan belum beruntung</p>
<p style="text-align: left;">Cak As&#8217;ad kali ini beruntung. Ditemani istri dan seorang <em>bodyguard</em>nya Bisri, pekan ini beliau akan bertolak ke sana. Selama satu minggu Cak As&#8217;ad akan menikmati indahnya pemandangan Aswan, Abu Simbel dll. Dan barangkali pula ini sebagai kado perpisahan beliau  disini yang akhir Februari nanti akan take off ke Indonesia untuk selama-lamanya</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Tasyakuran dan Perpisahan</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bertempat di rumahnya Hamid Bin Komat-Kamid menjelang kepulanganya ke Indonesia awal Februari lalu,  Cak As&#8217;ad berkeinginan mengumpulkan kawan-kawan dari Jember dan Banyuwangi. Tidak hanya sekedar pragmatisme berkumpul –memperingati perpisahan beliau saja-  tapi semacam membentuk komunitas antar kawan-kawan Banyuwangi dan Jember dalam jangka panjang. Itulah cita-cita Cak As&#8217;ad</p>
<p style="text-align: left;">Tentunya ini berkaitan dengan sepak terjang kawan-kawan  Jember dan Banyuwangi selama ini yaitu kendati masih dalam satu daerah, kenyataannya banyak kawan-kawan Banyuwangi maupun Jember menyebar dan ikut organisasi kemana-mana. Cak As&#8217;ad sendiri walaupun orang Jawa Timur, beliau ikut kekeluargaan Jawa Tengah (KSW). Saya pun juga keluar arus, jadi ikutan arus ke Fosgama. Dan masih banyak lagi kawan-kawan Banyuwangi dan mungkin juga kawan-kawan Jember berada dimana-mana, walaupun nanti juga gak akan kemana-mana (pulang ke daerah-masing-masing)</p>
<p style="text-align: left;">Cita-cita itu akhirnya terwujud tadi malam (ahad/02/10) bertempat di kediaman beliau Tub Romli. Bersama kawan-kawan Banyuwangi, Jember dan beberapa relasi lain yang dibungkus dalam wadah acara &#8220;Slametan dan Perpisahan&#8221; menghasilkan rekomendasi penyatuan ini dengan mengangkat saudara Rahmad dari Jember sebagai ketuanya</p>
<p style="text-align: left;">Ini prestise luar biasa buat seorang bernama As&#8217;ad. Sebab beliaulah yang pertama kali menyatukan kawan-kawan banyuwangi menjadi semacam komunitas yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain. Dan saat ini, di saat orang-orang pada tidur nyenyak bersama selimut tebalnya, beliau berani membangunkan orang-orang Jember melebur bersama kami</p>
<p style="text-align: left;">Bos jasa pengiriman barang ke Indonesia (al-kiram) ini memang bukan manusia biasa dan bukan pula sosok seperti Gus Dur yang identik nyeleneh. Namun sosok manusia organisatoris dan pebisnis ulung. Ditilik dari <em>curriculum vitae</em> beliau pernah menjadi ketua mahasiswa Jawa Tengah. Lalu mencoba merambah ke politik dengan menjadi ketua PKB cabang istimewa Mesir (walaupun gagal duduk menjadi dewan legislative tingkat dunia <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sekarang lebih dahsyat sebagai presiden direktur Al-Kiram Kargo, satu-satu jasa pengiriman barang terpecaya saat ini di sini</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=316&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batuk</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/12/25/batuk/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/12/25/batuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 11:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh obat dosis tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[sakit batuk dan flu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Nyaris satu bulan ini saya terserang batuk+flu. Sepertinya puncaknya ya belakangan ini badan saya lemas, suhu tubuh panas dingin. Takut didakwah terserang flu babi saya baru mau memeriksakan diri dua hari lalu ke dokter samping rumah. Mengapa kok langsung ke dokter? Bukannya periksa saja sudah kena tarif/pajak. bukankah lebih nyaman langsug beli obat ke apotik, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nyaris satu bulan ini saya terserang batuk+flu. Sepertinya puncaknya ya belakangan ini badan saya lemas, suhu tubuh panas dingin. Takut didakwah terserang flu babi saya baru mau memeriksakan diri dua hari lalu ke dokter samping rumah. Mengapa kok langsung ke dokter? Bukannya periksa saja sudah kena tarif/pajak. bukankah lebih nyaman langsug beli obat ke apotik, sudah irit efisien lagi</p>
<p style="text-align: justify;">&lt;!&#8211; ckey=&#8221;08B7DA86&#8243; &#8211;&gt;</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan yang terakhir ini saya ubah; lebih baik periksa ke dokter sejak dini sebelum beli obat. Saya sudah kapok kejadian tahun silam saat beli obat  flu tanpa resep dokter. Waktu itu bukannya flu saya sembuh, ginjal saya diserang oleh obat flu yang dosisnya mengerikan, sangat gede. Malam gak bisa tidur karena pinggang saya kesakitan. Tapi waktu itu saya belum tahu persis kalau sakit pinggang saya itu karena ginjal, walau hati nurani saya tiba-tiba menyuruh minum air menaral sebanyak-banyaknya. Baru ketahuan empat bulan berikutnya, ketika perut saya sakit, lalu dibelikan kawan obat perut dengan dosis tinggi pula</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-270"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img title="lm" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/18112009019.jpg" alt="" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">lm</p></div>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah minum satu obat,  perut sudah gak sakit, tapi tiba-tiba pinggang saya nyerinya minta ampun. Sakitnya lebih parah dari sakit pinggang sebelumnya, bahkan saya tidak bisa berjalan. Saya  selalu teriak kesakitan. Suasana jadi tegang. Kemudian kawan-kawan rumah berinisiatif membawa saya ke seorang akupuntur Jozi. Lalu Jozi memvonis ginjal saya kena akbiat obat berdosis tinggi itu. Habis ditusuk jarum, sakit pinggang saya masih nyeri, baru beberapa jam kemudian saya bisa kencing berwarna  hitam. Tidak seperti biasanya saya kencing menghitang. Kata kawan ya itu namanya penyakit ginjal, bahkan masih katanya pula kalau penyakit ginjal sudah parah bukan mengitam lagi tapi sudah kencing darah</p>
<p style="text-align: justify;">Bicara masalah penyakit ginjal, pada sebuah perjalanan di kapal menuju Safaga kemarin, saya ngobrol dengan seseorang yang ibunya sudah dua tahun mengindap penyakit ginjal. Menurut kawan itu bahwa ibunya punya cacatan buruk ketika masih muda yaitu sering minum obat. Dikit-dikit, obat. Ibaratnya gejala sakit panu saja sudah nelan obat. Jadi baru ketahuan ketika sudah tua ginjalnya rapuh karena diserang oleh obat yang mengandung kimia itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana kita ketahui ginjal berfungsi untuk menyaring virus/penyakit dalam tubuh. Makanya ketika ginjal seseorang sudah tidak berfungsi dengan baik, alternatifnya kalau tidak cuci darah sepanjang masa, ya cangkok ginjal</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat cerita itu kemudian saya jadi ngeri mau minum obat termasuk mau periksa ke dokter, karena bagaimanapun juga setelah periksa, dokter pasti akan merekomendasikan beli obat dan kalau sudah bicara obat tentu ada korelasinya dengan namanya racun</p>
<p style="text-align: justify;">Makanya saya biarin penyakit batuk saya ini, ujung-ujungnya paling nanti akan berhenti sendiri. Karena masih pakek prakiraan &#8220;paling&#8221;, akhirnya batuk saya malah semakin parah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Niat yang Kurang Tulus</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum berangkat ibadah, saya pernah bicara sama kawan-kawan soal niat tulus saya yang berkeinginan mengakhiri kebiasaan buruk saya yaitu minum asap berbahaya pada paru-paru (dhukhon). Beragam tanggapan berbeda dari kawan-kawan berkaitan niat baik saya itu. Seperti saudara Falah sambil bergurau dia bilang; kalau rokok Indo masih berlanjut khan. Lalu saya timpali; kalau Syisya harga mati, masih berlanjut <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Sementara Mahfudz  yang juga seorang penghisap sejati menasihati &#8220;niat kamu baik, tapi kalau nadzar jangan, sangat  berat nadzar itu. Sudah ada niat baik,  saya kira sudah cukup&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Gara-gara keinginan dan niat tulus saya itu, sebelum berangkat ke Safaga saya perbanyak hisapan asap. Bahkan di kapal pun saya sudah ancang-ancang jika nanti kalau telah makai pakaian ihram, saya ingin niat baik saya itu terlaksana. Sayang cuman empat jam niat baik saya itu terlaksana, sisanya hingga sekarang dilanggar</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak di Jeddak, Makkah, Madinah saya masih seperti yang dulu jadi dewa pengisap dhukhon. Di hadapan Kabbah, lalu saya bertanya kepada diri sendiri; mengapa niat suci kami sulit terlaksana ya rabb?</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu saya mencoba menemukan jawabannya; Berangkali saat itu saya belum mendapatkan hidayah. Selang satu minggu sebelum ke Madinah saya terserang batuk, flu, panas. Inilah cikal bakal batuk berkelanjutan itu hingga sekarang dan barangkali pula inilah hidayah lewat perantara penyakit batuk. Lalu sedikit reda setelah saya beli sirup obat batuk. Anehnya meski sudah batuk saya masih setia dengan isapan dhukhon. Ketika berada di Madinah sebenarnya batuk saya sudah mulai sembuh, lagi-lagi karena masih ngisap, akhirnya batuk saya semakin parah dan gara-gara ini pula saya sempat diajak oleh orang mukimien dari Syiria dengan mobil pribadinya berobat gratis. Orang Syiria ini saya duga seorang guru madrasah karena fasih bicara tentang Islam. Bahasa arabnya sangat fushah dan sepanjang perjalanan mencari rumah sakit (karena rumah sakit gratis yang khusus disediakan untuk jamaah haji sudah pada tutup karena larut malam) saya selalu mendapatkan nasihat madharat mengisap dhukhan itu</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah setelah berobat bersama orang Syiria itu, batuk saya mulai mereda, bahkan bisa dibilang sembuh total karena saya sudah jarang batuk. Namun waktu itu saya masih ngisap, kebiasaan buruk ini rasanya sulit sekali saya buang. Dan baru tahu rasa saat mendarat di Safaga yang  cuacanya berbeda dengan Saudi sangat dingin, batuk saya mulai kambung lagi. Di sepanjang perjalanan lewat bus pun saya sudah berpikiran kayaknya saya akan terserang penyakit batuk parah lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya benar, selang se hari setelah kedatangan saya dari Safaga saya langsung lunglai seperti kehabisan darah, tubuh lemas karena panas, batuk semakin bringas. Semuanya itu barangkali karena saya tak merasa bahwa hidayah itu sebenarnya berupa penyakit batuk supaya saya benar-benar harus berhenti atau karena niat tulus saya kurang taji?</p>
<p style="text-align: justify;">Ah di saat greges seperti ini saya teringat sebagian lirik lagunya Miley Cyrus;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>You tucked me in, turned out the light (kau menyelimutiku, mematikan lampu)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kept me safe and sound at night (menjagaku tetap aman dan sehat saat malam)</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=270&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/12/25/batuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Munief</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/12/23/al-munief/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/12/23/al-munief/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 14:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[al-munief kargo]]></category>
		<category><![CDATA[jasa barang dari madinah]]></category>
		<category><![CDATA[jasa pengirimanbarang jamaah haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya saja saya tidak punya utang terharap universitas saya, barangkali saya juga ikutan nimbrung bersama kawan-kawan lain; belajar bagaimana mencari penghasilan lewat keringat sendiri. Secara garis besar bekerja bukanlah profesi seorang kuli, buruh rendahan dan budak yang tak terhormat, namun bekerja secara umum sebenarnya juga merupakan rangkaian dari belajar; belajar  hidup mandiri, belajar terhadap realita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seandainya saja saya tidak punya utang terharap universitas saya, barangkali saya juga ikutan nimbrung bersama kawan-kawan lain; belajar bagaimana mencari penghasilan lewat keringat sendiri. Secara garis besar bekerja bukanlah profesi seorang kuli, buruh rendahan dan budak yang tak terhormat, namun bekerja secara umum sebenarnya juga merupakan rangkaian dari belajar; belajar  hidup mandiri, belajar terhadap realita</p>
<p style="text-align: justify;">Realitas belajar ini dimanfaatkan kawan-kawan sebagai momentum awal menapaki kehidupan lewat Al-Munief Kargo, sebuah perusahaan resmi jasa pengiriman barang ke Indonesia berpusat di Madinah, katanya juga merupakan satu-satunya perusahaan yang mendapat tender dari penyelenggara Haji (depag). Sedikitnya ada 20 orang mahasiswa ikut nebeng di perusahaan itu</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-264"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img title="mobil  al-munief" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0027-1.jpg" alt="" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">mobil  al-munief</p></div>
<p style="text-align: justify;">Namun menjelang pelaksanaan tugas, banyak kawan-kawan saya mengundurkan diri. Saya kurang tahu persis alasan mereka, yang pasti sejumlah orang top diperkirakan memutus kontrak kerja dengan Al-Munief Kargo seperti koordinator kargo sendiri saudara Imam Wahyuddin. Begitu pula sang layouter handal mang Inu yang semula dapat tugas kantoran (obok-obok komputer/data) turut mengundurkan diri</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya bukan masalah gaji kurang adu hai, karena gaji seukuran pemula/manusia single sebesar 80 real per hari sudah lumayan cukup (besar). Apalagi menurut pihak kargo petugas kantoran dapat tambahan gaji yang lebih besar, meski petugas lapangan juga tidak kalah (selain biaya tetap dari kargo, petugas lapangan juga mendapatkan biaya tambahan dari setiap klotter sebesar 400 real lebih di bagi 8 orang per tugas. Jadi kalikan saja selama satu bulan, bisa sampai ribuan real, dan tentu saja cita-cita kawan saya saudara Encien ingin membeli kamera Cannon ber HD akan tercapai</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class=" " title="calon2 pekerja berada di  lokasi yang menyeramkan" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0028.jpg" alt="" width="320" height="240" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">calon2  pekerja berada di lokasi yang menyeramkan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Barangkali yang menjadi kendala adalah letak kantor sekaligus sebagai  tempat penginapan yang kurang  strategis. Saya tahu sendiri bagaimana keadaan kantor, karena kebetulan waktu pembekalan calon pembantu pekerja di Al-Munief Kargo saya diajak Imam selaku koordinator ikut menemani. Kira-kira 10-15 km jarak kantor Al-Munief dari madinah/masjid nabawi. Kantornya memang masih baru, bentuk ruangan seperti tempat pelelangan ikan karena penutup gedung yang seperti gubuk itu terbuat dari seng. Lalu tempatnya sepi, sunyi, mengerikan. Orang sekelas kawan-kawan yang biasa chatingan tentu saja menjadi berbalik arah</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi untuk sampai ke lokasi kantor kargo , calon pekerja termasuk saya yang berkesempatan ikut, dijemput dari penginapan dekat masjid Ijabah -50 m dari masjid nabawi-. Oleh karenanya saya dengan nada keheranan; ternyata jarak antara masjid nabawi dengan kantor kargo sangat jauh bahkan bisa dibilang berada di padang sahra yang tak berpenghuni kecuali tumpukan mobil rusak</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di lokasi, saya dan kawan-kawan lain (calon pekerja) duduk tersipu sambil menunggu bos kargo Pak Zaim. Butuh satu jam lebih kami menunggu kedatangan beliau. Setelah tiba di kantor, ternyata beliau tidak sendirian, ada sejumlah pejabat depag hadir. Terjadilah perkenalan dan dialog secara familiar antara kami dan mereka</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="di sinilah mereka tidur" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0025-1.jpg" alt="" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">di sinilah mereka tidur</p></div>
<p style="text-align: justify;">Menurut Pak Zaim yang juga ber etnis Madura itu, mengapa dirinya mempercayakan kepada para mahasiswa ketimbang para mukimin? Karena mahasiswa rata-rata punya karakter sebagai seorang pelajar. Jadi bukan otot yang ia perankan nanti ketika berhadapan sama jamaah haji yang bersikeras ingin meloloskan barang bawaannya ( menurut aturan setiap jamaah tidak boleh membawa barang lebih dari 32 kg) melainkan otak, lewat intelektualitas</p>
<p style="text-align: justify;">Dialog dan obrolan itu tak terasa hingga magrib tiba lalu diakhiri dengan makan bersama. Karena Sahra, menjelang malam hawa di kantor itu sangat dingin. kawan-kawan sudah banyak yang tidak tahan dan ingin segera pulang menuju penginapan di dekat masjid Ijabah dikarenakan belum mempersiapkan diri termasuk membawa pembekalan seperti selimut, koper, pakaian dll, barang-barang mereka semuanya masih berada di penginapan. Hal ini wajar karena jadwal mereka mulai bekerja masih 3 hari lagi, kecuali petugas kantoran seperti koordinator Imam W, Inu dan Miskari yang harus sudah star mulai besok/setelah pembekalan dan perkenalan calom pekerja</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Imam W dan Inu mengundurkan diri, entah kelanjutan petugas kantoran yang katanya gajinya lebih gede itu. Bahkan saya pun dikira juga mengundurkan diri, padahal kehadiran saya pada pembekalan di kantor Al-Munief Kargo itu cuman ikut-ikutan  saja atau dalam istilahnya si Imam, saya cuman nebeng ikut makan saja</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=264&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/12/23/al-munief/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
