<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; Isuisme</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/category/isuisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 22:14:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8?s=</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>International Book Fair</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/05/international-book-fair/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/05/international-book-fair/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[cairo international book fair]]></category>
		<category><![CDATA[ma'rod kairo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Sejak berdirinya tahun 1969 hingga sekarang 2010, salah satu pameran buku terbesar di dunia saat ini (Ma&#8217;rod) selalu mengalami kenaikan. Menurut statistis, tahun ini jumlah peserta Exhibitions &#38; Fairs diikuti sebanyak 800 penerbit. Diantaranya 200 arab, 62 non arab dan sisanya (538) Mesir. Hanya tahun 2008 yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 767 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Sejak berdirinya tahun 1969 hingga sekarang 2010, salah satu pameran buku terbesar di dunia saat ini (Ma&#8217;rod) selalu mengalami kenaikan. Menurut statistis, tahun ini jumlah peserta Exhibitions &amp; Fairs diikuti sebanyak 800 penerbit. Diantaranya 200 arab, 62 non arab dan sisanya (538) Mesir. Hanya tahun 2008 yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 767 menjadi 743</p>
<p style="text-align: left;">Naiknya jumlah peserta tahun sekarang tentu saja berbanding terbalik dengan keadaan dunia saat ini – krisis global- yang mengguncang perekonomian internasional. Isu wabah penularan flu babi dan flu burung sebenarnya juga menjadi salah satu batu sandung penyelenggaran pameran buku yang sudah memasuki tahun ke-42 ini. Kekuatiran itu terlihat jelas tema yang diambil oleh panitia soal &#8220;Krisis Global dan Penyebaran Wabah flu Babi&#8221;</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-305"></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption  aligncenter" style="width: 260px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/CIMG1869-1.jpg"><img title="suasana petang " src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/CIMG1869-1.jpg" alt="" width="250" height="187" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">suasana  petang </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: left;">Pameran yang berlangsung 28 januari kemarin dan berakhir sampai 13 Februari akan datang seperti menyedot perhatian mahasiswa indon, setelah bermunculnya buku cetakan khusus tafsir al-Jaylani karya Syaikh Sayyid Abd al-Qadir al-Jaylani harga mahasiswa. Tafsir Al-Jaylani yang terbit pertama kali tahun lalu mengundang perhatian pengunjung (indon). Selain nama beliau mashur di Indonesia, pencetakan tafsir ini disinyalir yang pertama kali. Menurut informasi, tafsir ini akan dibedah sekaligus pemberian ijazah langsung oleh Dr. Muhammad Fadhil al-Jaylani, cucu Syekh Abd al-Qadir al-Jaylani dan juga ulama besar Turki</p>
<p style="text-align: left;">Tafsir ini dipatok dengan harga 200-250 pound. Harga ini jauh lebih murah dari tahun kemarin 400-500 pound. Berbulan-bulan lalu, mahasiswa banyak yang sudah memesan baik daftar saja maupun lewat uang muka sebesar 50 pound yang dikoordinir oleh kawan-kawan Darr- El-Hasani</p>
<p style="text-align: left;">Namun seiring berubahnya hari dan waktu, percetakaan kelas wahid Darr El-Kutub Lebanon yang biasa menerbitkan buku-buku kontemporer ternyata juga meneribatkan buku tafsir ini. Harganya lebih reformis daripada pesanan kawan-kawan Indon sekitar 175 pound. Hanya saja menurut kabar, beredarnya buku itu oleh Darr El-Kutub tak melalui izin dari cucu beliau Dr. Muhammad Fadhil al-Jaylani</p>
<p style="text-align: left;">Tapi yang menjadi pertanyaan saya; Benarkah percetakan terkenal sekaliber Darr El-Kutub melakukan percetakaan bodong? Atau ini hanya sebuah manufer yang dilakukan kawan-kawan Darr Al-Hasani selaku pemesan tafsir ini (khusus untuk mahasiswa Indonesia) karena mesara dilangkahi  oleh harga? Wallahu a&#8217;lam, Tuhan yang tahu</p>
<p style="text-align: left;"><em>bersambung</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=305&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/05/international-book-fair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Tantawi Lewat Media</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/10/12/menyikapi-tantawi-lewat-media/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/10/12/menyikapi-tantawi-lewat-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 08:13:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[al-azhar]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa syekh tantawi soal niqob]]></category>
		<category><![CDATA[kontrafersional fatwa tantawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Surat kabar Jumhuriah hari Kami lalu (8/10/09) memuat tulisan cukup menohok dengan judul &#8220;imamuna akbar; ittaqillah fiena&#8220;. Sebuah tulisan opini seorang warga (makmum) atas kegelisahan testimoni imam besar, saat sang imam melakukan sidak di madrasah lingkungan Al-Azhar. Dalam testimoni itu, sang imam menyatakan (kepada salah satu murid madrasah) bahwa memakai niqob/cadar bukan tradisi Islam dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Surat kabar <em>Jumhuriah</em> hari Kami lalu (8/10/09) memuat tulisan cukup menohok dengan judul &#8220;<em>imamuna akbar; ittaqillah fiena</em>&#8220;. Sebuah tulisan opini seorang warga (makmum) atas kegelisahan testimoni imam besar, saat sang imam melakukan sidak di madrasah lingkungan Al-Azhar. Dalam testimoni itu, sang imam menyatakan (kepada salah satu murid madrasah) bahwa memakai niqob/cadar bukan tradisi Islam dalam arti, jika niqob menyusahkan pemakai maka niqob hukumnya haram</p>
<p style="text-align: justify;">Petuah itu membuat sebagian media sini menaruhnya dalam laporan utama mereka. Dalam teori media, pernyataan kontrafersional seorang panutan umat merupakan lumbung padi media dalam meraih rating tinggi. Ada udang dibalik full, tentunya ada tujuan lain media bersangkutan melaporkan &#8220;fatwa&#8221; Syekh Tantawi itu, walau faktanya kita belum mengetahui maksud testimoni dari sang imam. Kita hanya meyimak laporan cerita media yang terpotong-potong, lalu memakainya dalam sebuah domain haram, lebih suci dari… dsb</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-205"></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:  justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC00135.jpg"><img title="tulisan di koran jumhuriah" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC00135.jpg" alt="" width="224" height="168" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">tulisan di koran jumhuriah</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Itu sebabnya sehari setelah &#8220;fatwa&#8221; kontrafersi Tantawi, warga secara emosional dengan tanggap langsung berbondong-bondong beli koran, majalah untuk mengetahui secara mendalam duduk perkara yang sebenarnya terjadi atas sikap imam besar itu. Dari pantauan yang saya cermati, hanya koran-koran kecil yang mengumbar testimoni sang imam menempatkannya dilaporan utama, sementara media-media besar seperti <em>ahram, akhbar</em> masih setia dengan berita &#8220;mengupayakan&#8221; perdamaian antara Israel dan Palestina. Disini jelas ada misi khusus dari media-media kecil itu, tentu saja yang sudah nampak adalah meningkatnya jumlah oplah koran, selain misi lain seperti media tersebut berafiliasi konservatif, fundamentalis dll</p>
<p style="text-align: justify;">Maka terlalu dini (mahasiswa asing dan sebagian warga yang terpancing berita bualan terutama orang-orang konservatif) tergupuh-gupuh, pencak-pencak dan merasa  prihatin mendengar sikap sang imam besar Tantawi yang hanya mereka dapat dari media yang tak berimbang. Sementara orang-orang dalam (institusi/lembaga bersangkutan, ulama, pemikir) seolah tak ada permasalahan besar dan serius yang harus diklarifikasi. Ini menggambarkan bahwa pernyataan Tantawi bukanlah aib besar seperti berita yang berkembang saat ini, melainkan sepertinya medialah yang berperan membuat &#8220;cerita” ini meledak pesat</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya Melemahkan</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini saya tidak akan bercerita panjang-lebar soal niqob (cadar), apa dan bagaimana hukumnya. Orang sudah banyak yang tahu soal itu. Saya hanya ingin sedikit mengasih tahu bahwa memakai cadar merupakan sikap dan hak wanita dalam upaya menjaga kesucian dari teropongan orang lain. Meski belakangan  upaya &#8220;mensucikan&#8221; itu berubah menjadi upaya menghindari wajah sesungguhnya dari lirikan orang lain karena berwajah tampan, atau malu karena jelek, bukan lillahi ta&#8217;ala</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak cerita yang mengisahkan soal pemakaian cadar.  Seperti di Afganistan saat masih di kuasai Taliban, hukum memakai cadar adalah wajib. Kewajiban ini ternyata malah membuat sebagian besar wanita Afgan hidupnya merasa terkekang dan tak bebas. Hidup wanita-wanita Afgan selalu berbalut kain hitam dan panjang menutupi seluruh tubuhnya di luar dan di dalam.  Kita bisa membayangkan jika tubuh kita penuh dengan balutan kain, apalagi kainnya berwarna hitam</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan Syekh Tantawi soal cadar barangkali ingin mewakili semua pihak (islam), bahwa niqob hanyalah tradisi orang-orang tertentu (mu&#8217;tazilah), bukan kewajiban wanita muslim. Terlepas situasi dan kondisi pernyataan Tantawi di hadapan anak-anak madrasah, tapi pemikiran moderat Tantawi menunjukkan bahwa beliau tidak berada dalam jalur salah, sebagaimana diletupkan secara besar-besaran oleh media</p>
<p style="text-align: justify;">Yang paling aneh justru media-media Islam secara sepihak menghakimi habis-habisan fatwa Tantawi. Media-media itu secara dogmatis mengumbar kata-kata tak santun kepada seorang imam besar Mesir dengan &#8220;Imam bukan panutan&#8221;. Media-media Islam yang sepertinya berada di bawah naungan Ikhwanul Muslimien sejak dulu memang punya ambisi ingin menggulingkan Tantawi. Meski bukan tergolong kudeta dan mustahil untuk terlaksana, tapi usaha menggoyang lewat pemikiran-pemikiran Tantawi yang dianggapnya kontrafersional adalah usaha mencari celah kesalahan dan melemahkan Tantawi di mata umat (islam)</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah berkali-kali Tantawi berhadapan dengan dogma buruk yang dialamatkannya, terakhir beliau diterpa isu menghalalkan bunga bank yang dalam Islam di sebut riba. Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Al-Azhar, beliau juga acap kali disinyalir membuat terobosan baru seperti ingin menghapus hafalan qur&#8217;an, mencampurkan belajar mengajar antara laki-perempuan dan isu-isu miring lainnya dari Syekh Tantawi yang kerap menjadi buah bibir dan dibesar-besarkan dengan nada miring oleh media konservatif sini</p>
<p style="text-align: justify;">Mencari Jalan Tengah</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap pemimpim punya kelebihan dan kekurangan, demikian pula dengan Syekh Tantawi maupun pendahulunya Syekh Sya&#8217;roqwi. Sya&#8217;rowi memang imam tersohor di Timur Tengah, dihormati dikalangan konservatif dan moderat, bahkan pendukung fanatik menyebutnya seorang wali. Tapi semasa hidupnya beliau belum pernah menghasilkan karya monumental, justru karya agung beliau berjudul <em>&#8220;tafsir sya&#8217;rowi&#8221;</em> muncul setelah meninggal dunia, itupun merupakan hasil kumpulan talaqi beliau selama bertahun-tahun, lalu dibukukan oleh seseorang</p>
<p style="text-align: justify;">Imam sekarang ini, Tantawi juga bukanlah seorang imam yang punya aura besar di Timur Tengah. Jika dibandingkan dengan pendahulunya, Tantawi kalah mutlak dengan aura Sya&#8217;rowi. Cuman ada satu hal yang perlu mendapatkan perhatian, bahwa Tantawi ketika masih menjadi Mufti, sudah berhasil menciptakan karya agung berupa <em>&#8220;tafsir alwasid&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Munculnya berbagai isu soal aliran pemikiran Tantawi yang cenderung dinilai menyesetkan merupakan hal wajar. Seorang imam besar selain dipuja juga biasa dicaci. Tantawi merasakan itu, dan justru saat menjadi imamlah nama beliau kerap kali menjadi buah bibir karena pemikirannya  yang dinilainya menyesatkan, oleh pihak konservatif</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, ada baiknya jika kita intropeksi diri sebelum mengklaim seseorang, artinya menengok lebih dalam darimana sumber berita itu datang dan afiliasi ke siapa surat kabar tersebut</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=205&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/10/12/menyikapi-tantawi-lewat-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noordin M Top Punya Hobi Lain?</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/10/03/noordin-m-top-punya-hobi-lain/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/10/03/noordin-m-top-punya-hobi-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 05:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[gembong teroris indonesia sodomi]]></category>
		<category><![CDATA[homo]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m top homo]]></category>
		<category><![CDATA[sodomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Noordin M Top ternyata punya kebiasaan baru. Namanya saja sudah Top. Pasti kebiasaannya juga ngetop. Profesinya jadi tukang ngebom bisa dibilang sukses ketimbang belum sama sekali. Buktinya ratusan orang tewas akibat idiologi dia. Karena ingin ngetop akhirnya cerita kehidupan pribadinya mulai terkuak. Cerita ini malah muncul setelah dia tewas di tangan polisi bulan lalu Iya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Noordin M Top ternyata punya kebiasaan baru. Namanya saja sudah Top. Pasti kebiasaannya juga ngetop. Profesinya jadi tukang ngebom bisa dibilang sukses ketimbang belum sama sekali. Buktinya ratusan orang tewas akibat idiologi dia. Karena ingin ngetop akhirnya cerita kehidupan pribadinya mulai terkuak. Cerita ini malah muncul setelah dia tewas di tangan polisi bulan lalu</p>
<p style="text-align: justify;">Iya berdasarkan informasi media, Noordin punya kebiasaan buruk. Dia disinyalir suka homo. Terlepas benar tidaknya berita itu, yang pasti cerita ini diperoleh setelah tim ahli forensik RSCM Dr Mun&#8217;im Idris dan pakar kriminologi UI Dr Adrianus Meilala melakukan pemeriksaan terhadap tubuh dia. Meski tidak mengangkat soal homo, lecet di pantat yang menurut tim ahli, bukan karena peristiwa heroik antara Polisi dan Noordin. Dengan begitu ada indikasi kebiasaan aneh dalam kehidupan dia termasuk dugaan Noordin melakukan sodomi dll. Benarkah?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-197"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 226px"><img title="afp" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/200991963751517621_5.jpg" alt="" width="216" height="144" /><p class="wp-caption-text">afp</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kalau memang benar, berarti Noordin selain menganut faham Al-Qaida yang merupakan kepanjangan tangan dari Khawarij, juga mengamalkan kebiasaan bejat kaumnya nabi Luth yang suka homo/sodomi. Komplit sudah kesalahan/kekurang kepahaman Noordin belajar agama. Sayang Noordin sudah tewas, jika saja dia tertangkap dalam keadaan hidup saya siap membimbingnya kembali kejalan yang benar</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keyakinannya soal bom bunuh diri misalnya, Noordin menyakini membunuh orang kafir tanpa kesalahan apapun adalah halal. Beginilah metode ajaran Khawarij, kelompok garis keras yang tanpa pandang bulu dalam meneropong ke-agamaan. Keyakinan ke-agamaan yang sangat tinggi itu mengakibatkan seseorang memiliki sifat keras, tanpa toleransi dan suka mengecap kafir bagi bagi mereka yang bukan se-akidah/teologi. Mereka juga tak segan-segan membunuh, melancarkan serangan (bom) tanpa batas. Banyak sahabat nabi jadi korban pembunuhan faham Khawarij, salah satunya Saidina Aly</p>
<p style="text-align: justify;">Sifat rigid dalam belajar agama masalahnya utamanya. Mereka (kaum khawarij) terlalu sempit memandang (ajaran) agama, lalu keyakinan mereka tinggi. Atas dalil itu mereka berani melakuka segala cara termasuk membunuh/mengebom tanpa toleransi. Pemikir Aljazair, Arkoen memandang orang yang melakukan bom bunuh diri bukan jihat melainkan qital. Pandangan Arkoen ini  saya nilai sangat tepat karena melakukan pengeboman bukan dalam keadaan mendesak seperti adanya gangguan musuh, tapi karena desakan keyakinan. Inilah sebabnya Arkoen menyebut bom bunuh diri saat ini adalah kriminalitas murni yang dibungkus agama</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kebiasaan Sodomi/homo merupakan perilaku pada zaman nabi Luth yaitu kaum Sudum. Mereka suka melakukan kriminalitas alat kelamin sesama jenis. Banyak ayat alqur&#8217;an yang menceritakan dan mengutuk perilaku kaum Sudum itu . Dalam QS Al-arafat ayat 81 disebutkan anjuran melakun hubungan badan kepada lawan jenis (istri) dan melarang sesama jenis (laki-laki). Dalam surat Alhajr dan Al-anbiya&#8217; menyebut kaum Luth (Sudum) sebagai kaum yang ingkar dan jahat</p>
<p style="text-align: justify;">Noordin Top jika benar (baik kasus  bom maupun tukang homo) berarti ia hidup dalam kekeliruan. Bisa dibayangkan seorang mengaku  sebagai mujahid Islam, namun pekerjaan sehari-hari –sibuk- membuat bom, merekrut anggota, dan tentu saja kalau sudah begitu ada rasa takut karena dikejar-kejar aparat kepolisian. Kalau demikian, lalu dimana waktu (luang) Noordin untuk menyibukkan diri dalam amalan ibadah kepada Tuhan seperti rajin ibadah, dll? Sementara dia sibuk seperti itu (membuat bom, merekrut)</p>
<p style="text-align: justify;">Kelemahan Belajar Agama</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang bilang orang yang mudah untuk dipengaruhi adalah orang lugu, pendiam dan tidak terlalu cermat. Kebanyakan mereka itu tidak memiliki pendirian/prinsip hidup. Dalam cerita kolot, orang seperti ini mudah mengikuti arus dan terjerembab pada sebuah persoalan yang sulit ia keluarkan karena merasa benar</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering menghadapi watak-watak seperti ini, sedikit-sedikit menyalahkan dan merasa benar. Seperti dalam diskusi malam antara Syukur dan Sidiq di rumah, saya menangkap ada satu diantara mereka punya watak merasa benar dan sulit untuk menerima pendapat orang lain</p>
<p style="text-align: justify;">Beginilah gaya berdiskusi ala salafi/khawarij yang terlalu rigid memandang sebuah persoalan. Dari diskusi dua kawan itu kemudian saya menelusuri prilaku dan gaya hidup sehari-hari mereka. Tak satu pun saya melihat mereka suka menelaah, membaca kitab/buku secara mendalam. Sebaliknya mereka lebih suka hal-hal yang isntan seperti membaca media (indo) di web. Lantas apa yang akan didiskusikan kalau hobinya seperti ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kasus rekrutan Noordin M Top termasuk dia sendiri dilihat dari status sosial, pendidikan dan ekonomi tak satu pun yang menonjol. Banyak diantara para rekrutan Noordin adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin, pendidikan rendah dan tentu saja lugu alias mengikuti arus</p>
<p style="text-align: justify;">Berbekal itu Noordin yang sebenarnya juga lemah dalam pengetahuan agama karena dia berasal dari keluaran umum dengan mudah mempengaruhi. Ajaran-ajaran setengah bisa (malah gak bisa sehingga menyesatkan) dari Noordin membuat mereka (rekrutan) yang memang benar-benar bodoh. lugu, ikut arus sesat melalui kedok keyakinan</p>
<p style="text-align: justify;">*******</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang aneh setiap kali Ba&#8217;asyir diminta tanggapan soal mujahid Indonesia seperti kebiasaan kelompok Noordin yang suka ngebom. Dengan enteing Ba&#8217;asyir menjawab bahwa itu adalah hak dan keyakinan mereka, biarkarkan mujahid itu melakukan keyakinannya dan semoga Allah meridhoi amalan mereka</p>
<p style="text-align: justify;">Dari paparan Ba&#8217;asyir terbesit adanya dukungan moril. Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang punya nurani kejam terhadap orang asing (karena kafir). Apakah Ba&#8217;asyir ikut terlibat dalam terorisme Indonesia? Wa&#8217;allhu&#8217;am, karena sifat dan ajaran radikalisme itu tersembunyi, namun yang jelas beliau pernah diduga ikut terlibat dalam pengeboman di Bali</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana jika suatu saat beliau ditanyai tanggapan soal perilaku di luar nalar Noordin seperti hobi homo/sodomi? Kayaknya bakalan bertanya &#8220;masa iya?&#8221; Atau malah akan membenarkannya?</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=197&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/10/03/noordin-m-top-punya-hobi-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Haji</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/09/21/soal-ilghoul-haj/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/09/21/soal-ilghoul-haj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 19:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Koran lokal Misry Al Youm hari Rabu (16/09/09) memuat headline menarik; fatwa Ali Gom&#8217;ah soal kemungkinan ditiadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Fatwa mufti Mesir tersebut akan terlaksana jika penyebaran virus Flu Babi semakin tinggi. Sebelumnya pemerintahan Mesir melalu menteri kesehatan menyatakan bahwa puncak penyebaran virus ini akan terjadi pada musim dingin Januari nanti. Termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Koran lokal <em>Misry Al Youm</em> hari Rabu (16/09/09) memuat headline menarik; fatwa Ali Gom&#8217;ah soal kemungkinan ditiadakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Fatwa mufti Mesir tersebut akan terlaksana jika penyebaran virus Flu Babi semakin tinggi. Sebelumnya pemerintahan Mesir melalu menteri kesehatan menyatakan bahwa puncak penyebaran virus ini akan terjadi pada musim dingin Januari nanti. Termasuk juga ada kemungkinan ditutupnya beberapa kegiatan belajar mengajar formal (sekolah) pada bulan itu</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, berhati-hatilah bagi calon jamaah haji . Informasi ini barangkali sebagai peringatan dini terhadap dampak penyebaran wabah virus mematikan itu. Jangan memaksakan diri apabila pemerintahan sini melarang haji untuk tahun sekarang. Ada baiknya sedini mungkin kita mengenal lebih dalam tentang seluk belum penyebaran virus H1N1. Anda tentu sudah mendengar beberapa pesantren siswanya terserang virus mematikan ini? Atau tulisan saya kemarin di blog ini soal beberapa presiden terserang penyakit Flu Babi. Jangan merasa karena &#8220;niat suci&#8221; beribadah ke baitullah anda akan terlindungi terhadap mara bahaya</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-174"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 256px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/flubabi.jpg"><img title="siklus penyeberan virus H1N1/www.cdc.gov/eid" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/flubabi.jpg" alt="" width="246" height="216" /></a><p class="wp-caption-text">siklus penyebaran virus H1N1/www.cdc.gov/eid</p></div>
<p style="text-align: justify;">Virus ini sudah tidak pandang bulu. Orang tidak makan Babi bisa terkena virus apalagi yang biasa makan, indikasinya akan lebih besar. Sudah banyak yang memakan korban, karena memang virus ini mematikan. Tapi ada juga yang selamat dari maut, sebut saja pasien beberapa pesantren kemarin itu. Saya belum mendengar ada pasiennya meninggal. Syukurlah kalau gitu</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tidak pandang bulu,   saya kuatir entar orang yang hanya sakit flu, batuk disertai demam di sebut terinveksi Flu Babi? Saya sendiri kemarin waktu sakit flu, batuh disertai demam menolak periksa ke dokter. Takut nanti didakwah terserang H1N1. Karena sebuah penyakit akan tambah sakit jika didukung oleh perasaan. Kalau dokter sudah memfonis  tentu saja perasaan seseorang berbeda dari semula</p>
<p style="text-align: justify;">Nah haji tahun ini yang bertepatan dengan maraknya wabah virus Flu Babi sangat memungkinkan penyebarannya bertambah cepat. Berjubelnya jamaah dari berbagai negera dengan latar belakang dan jenis penyakit yang berbeda dikuatirkan wabah virus ini meraja lela. Penyebarannya katanya persis dengan penyeberan penyakit flu biasa seperti bersentuhan, mencium bau mulut orang lain dsb termasuk ciri-ciri/gejala juga sama semisal demam, batuk, bahkan tingkat yang lebih tinggi disertai muntah, diare</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi calon jamaah haji usahakan sebisa mungkin memakai masker. Tahun kemarin saja saat penyakit ini belum ada , seorang kawan cerita katanya setelah satu minggu tiba di sana banyak kawan-kawan lain terserang flu, batuk dan demam. Perubahan musim serta cuaca kurang bersahabat disana barangkali penyebab wabah flu waktu itu tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa menganologikan antara penyakit flu dan flu babi. Meski beda tapi tingkat penyebaran ke dua virus itu sama. Jadi mudah masuk juga mudah menyerang manusia. Saya menangkap di Mesir sendiri penyakit berbahaya ini (H1N1) iklannya setiap saat muncul di televisi. Nampaknya virus ini sudah menyebar luas disini</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan karena Babinya yang harus dimusnahkan, tapi memang merasuk ke seluruh komponen warga. Penyakit ini sudah gak masuk kategori lagi disebabkan oleh makanan Babi. Awalnya khan ada upaya memberangus Babi-babi peliaraan. Anjurang mengurangi konsumsi Babi lantaran semuanya penyebab adanya Flu Babi</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi lambat laun asumsi faktor Babi sudah gak santer lagi. Sekarang persis seperti penyakit flu biasa penyebaran penyakit Flu Babi ini</p>
<p style="text-align: justify;">Dan mungkin saja keputusan larangan menunaikan haji tidak hanya akan berlaku di Mesir saja. Negara-negara yang sedang dilanda musibah seperti ini pasti juga punya pertimbagan. Seperti Indonesia sendiri yang telah tercatat punya peran besar dalam menyebarkan virus Flu Babi.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=174&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/09/21/soal-ilghoul-haj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noordin M Top dan Media</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/09/19/noordin-m-top-dan-media/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/09/19/noordin-m-top-dan-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 18:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[noodin m top dead]]></category>
		<category><![CDATA[noordin m top tewas]]></category>
		<category><![CDATA[teroris noordin m top tewas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang kemarin, hari ini, mengucapkan selamat buat Polri atas kehebatan Densus 88 menembak mati gembong teroris nomer wahid Noordin M Top. Banyak pula yang masih meragukan apakah benar mayat itu jasat Noordin, orang yang paling dicari di Asia Tenggara ini? Keraguan itu beralasan. Kasus bulan lalu menjadi pelajaran bahwa penggebrekan semestinya disertai tujuan jelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyak orang kemarin, hari ini, mengucapkan selamat buat Polri atas kehebatan Densus 88 menembak mati gembong teroris nomer wahid Noordin M Top. Banyak pula yang masih meragukan apakah benar mayat itu jasat Noordin, orang yang paling dicari di Asia Tenggara ini? Keraguan itu beralasan. Kasus bulan lalu menjadi pelajaran bahwa penggebrekan semestinya disertai tujuan jelas supaya media liputan tidak ragu lagi melaporkan kejadian tersebut ke pembaca. Demikian pula agar tidak dikatakan sebagai berita bualan alias berita isu</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak menafikkan, tes DNA itu benar adanya jasat Noordin. Kita juga bertanya-tanya; mengapa kasus demi kasus diungkap setelah kejadian? Kalau masalah itu tanyalah ke Polri. Namun yang jelas dua penggebrekan yang dilakukan Densus 88 itu laksana pembantaian yang nampaknya bermula tanpa memiliki tujuan jelas, meski pada akhirnya diikuti oleh polemik yang berbeda. Ibarat film, seperti cerita yang tak berjudul sehingga penontonlah pembuat kesimpulan dari film tersebut kalau judulnya seperti ini, itu</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-166"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 257px"><img title="afp" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/200991963751517621_5.jpg" alt="" width="247" height="165" /><p class="wp-caption-text">afp</p></div>
<p style="text-align: justify;">Maka jangan menyalahkan kalau masyarakat dalam hal ini media ber opini macam-macam. Seperti pada penggebrekan bulan lalu. Hampir dipastikan seluruh media baik dalam maupun luar negeri menyoroti &#8220;kemungkinan&#8221; Noordin M Top tewas. Dengan kata &#8220;mungkin&#8221; opini publik akhirnya terbelah antara percaya dan tidak. Antara bukan dan iya. Sementara pihak yang terkait hanya mengumbar senyum sambil memberi janji &#8220;nantilah&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus sekarang juga sama. Penggebrekan di Solo tak punya agenda yang jelas. Tahu-tahu kita disuguhi seperti &#8220;permainan&#8221; tembak-tembakan antara polisi dengan pihak tak jelas. Toh pada akhirnya pihak terkait buka mulut jika yang mereka tembak &#8220;ternyata&#8221; Noordin M Top</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih menyesal mengapa Densus 88 seolah menggunakan kata ternyata? Nampaknya penembakan di Solo itu Noordin M Top bukanlah sasaran utama. Seperti dalam berita media, mereka sebenarnya hanya ingin menangkap gembong teroris peledakan hotel Marriot. Dengan menyebut Noordin telah tewas sampai lewat DNA segala, kemungkinan besar dapat menghilangkan jejak berita ketegangan antara Polri dan KPK, mengingat nama besa Noordin M Top sebagai biang keladi sejumlah aksi teroris di Indonesia. Terlepas kebetulan Noordin berada di tempat itu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sikap Media Internasional</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Al-jazeera (english) nampaknya biasa saja menanggapi tewasnya Noordin M Top. Demikian juga CNN. Dari pantauan saya setelah mengetahui berita kematian teroris itu melalui media-media Online Indonesia, CNN hanya sekali mewancarai Dino Patti Djalal (jubir internasional sby). Apalagi Al-Jazeera Internasional kurang begitu bergairah lagi. Televisi asal kata Qatar tersebut hanya beberapa kali melakukan dialog dengan koresponden Al-Jazeera Indonesia Step Vaessen.  Malah mereka lebih tertarik menyiarkan acaranya presiden AS secara eksklusive</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan liputan penggebrekan teroris di Jawa Tengah bulan lalu. Al-jazeera secara khusus menyiarkan  liputan eksklusive dengan kasus yang sama &#8220;Noordin M Top kemungkinan telah tewas&#8221;. Peristiwa waktu itu juga membuat CNN ikut melakukan serangkaian liputan yang saya lihat mengambil dari tvOne dan Metro TV secara terus menerus</p>
<p style="text-align: justify;">Kegagalan dan kesalahan atas isu tewasnya Noordin M Top waktu itu barangkali membuat sejumlah stasiun teve ogah kembali mengembar-gemborkan kematian Noordin M Top. Kuatir beritanya akan salah lagi. Kalau sudah demikian tentu saja ini berkaitan dengan kredibelitas media bersangkutan alias mengurangi kepercayaan pembaca/pemirsa</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya saya melihat berita tentang tewasnya Noordin M Top kali ini yang menurut pihak Polri telah dipastikan (melalu DNA) tak membuat stasiun tersebut terlibat aktif seperti bulan lalu. CNN kemarin cuman sebentar mewancarai Dino Patti Djalal (salah satu jubir presiden sby). Al-Jazeera Internasional malah menyiarkan siaran eksklusif di Amerika. Apalagi Al-Jazeera Arab, jangan mengharap liputannya ada setiap waktu</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan Koran? Saya mencoba setelah sholat shubuh mencari koran Al-Ahram, nampaknya sama saja. <em>Headline</em>nya seperti biasa gambar besar presiden Hosni Mubarak.Saya dak jadi beli. Uang yang saya bawa ternyata gak cukup. Saya baru sadar kalau hari libur itu (jum&#8217;at) koran Ahram ada rubrik khusus tentang otomotif, jadi harganya tambah setengah pound dari hari-hari biasa yang cuman satu pound. Jadilah saya beli koran lokal Misr Alyoum. Beritanya lebih menarik &#8220;ada kemungkinan haji tahun ini ditiadakan..!&#8221; pasti ini faktor flu babi</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau benar Noordin tewas, ini sebuah langkah yang bagus dari Polri. Meskipun  menurut saya DNA bukanlah satu-satunya alat bukti shahih. Ada beberapa bukti lain yang harus dibuktikan di depan masyarakat bahwa gembong teroris itu telah tiada setidaknya aksi pengeboman sudah menghilang dari peredaran. Kalau masih ada bom sana-sini itu berarti aksi Noordin masih hidup, terlepas dari idiologi dia, pengikut maupun memang benar-benar orangnya masih hidup</p>
<p style="text-align: justify;">Di saat yang sama, ada kekuatiran lain dari penggrebekan kemarin, Nampaknya Polri ingin mengalihkan isu ketegangan dengan KPK yang belakangan memanas. Dengan isu besar disertai data valid melalui DNA bahwa Noordin telah tewas bisa jadi Polri ingin mengarahkan kepersoalan lain. Tapi semoga saja tidak benar</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=166&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/09/19/noordin-m-top-dan-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maidatul Ar-Rahmah (1)</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/08/26/maidatul-ar-rahmah-1/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/08/26/maidatul-ar-rahmah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 20:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[buka bersama ala mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Maidatul Ar-Rahmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Makan bersama adalah satu hal paling nikmat. Apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara bersama akan terasa indah. Slank menggambarkan &#8220;makan gak makan yang penting kumpul&#8221;. Saking pentingnya kebersamaan, makan bagi Slank bukan hal paling serius. Demikian sebaliknya se canggih apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara nafsi akan jadi basi dan kurang dinikmati Maidatul Ar-Rahmah barangkali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Makan bersama adalah satu hal paling nikmat. Apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara bersama akan terasa indah. Slank menggambarkan &#8220;makan gak makan yang penting kumpul&#8221;. Saking pentingnya kebersamaan, makan bagi Slank bukan hal paling serius. Demikian sebaliknya se canggih apapun bentuk makanannya jika dilakukan secara nafsi akan jadi basi dan kurang dinikmati</p>
<p style="text-align: justify;">Maidatul Ar-Rahmah barangkali mewakili itu. di setiap bulan ramadhan buka bersama di Maidatul Ar-Rahmah menggambarkan bagaimana menu makanan yang dihidangkan. Terlepas daging, ikan dan ayama, Maidatul Ar-Rahmah sebenarnya bukanlah kosumsian lidah orang Indonesia. Bumbu-bumbu racikan penduduk pribumi yang ala kadarnya terasa makanan seperti itu biasa saja bahkan tak nyaman. Karena dilakukan secara bersama rasa gak enak menjadi enak</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-121"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><img title="buka bersaama di rumah Lukman hari ke  tiga bulan ramadhan (24/08/2009)" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0216.jpg" alt="" width="314" height="235" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">buka bersama di  rumah Lukman hari ke tiga bulan ramadhan (24/08/2009) </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Di tempat saya misalnya Maidatul Ar-Rahmah setiap hari menghidangkan menu berat. Hari ini ikan, besok daging dan lusa ayam, dan itu terus menerus selama ramadhan. Meski itu tergolong makan berat racikan bumbu-bumbunya biasa saja. Biasalah warga pribumi yang memasak. Tapi mengapa setiap hari kami bisa menikmati hidangan itu? Persoalannya bulan lapar dan dahaga karena puasa. Ada rasa keterpanggilan untuk datang dan makan <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  maksudnya kumpul dan membaur bersama penduduk pribumi dari berbagai profesi. Kapan lagi kalau gak sekarang kita makan bersama mereka</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 324px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class=" " title="acara ini dalam rangka slametan istri Lukmah yang sedang mengandung" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0219.jpg" alt="" width="314" height="235" /><p class="wp-caption-text">acara ini dalam rangka slametan istri Lukman yang sedang mengandung</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya gak habis pikir bagaimana sebagian kawan kita (warga Indonesia) merasa kurang nyaman makan bersama penduduk sini. Padahal makan di Maidatul Ar-Rahmah adalah pengalaman berharga selain tentunya penambahan gizi. Penolakan makan di tempat seperti itu sepertinya ada isu yang menghebuskan bahwa biaya Maidatul Ar-Rahmah berasal dari uang gak jelas. Apakah uang korupsi, uang luqotoh (temuan) atau uang lainnya akhirnya diserahkan ke pihak yang membutuhkan seperti Maidatul Ar-Rahmah</p>
<p style="text-align: justify;">Saya  tahunya tahun lalu saat teman akrab saya dari Mesir Abu Bakar datang ke rumah. Sore itu dia menolak ajakan saya ifthor (makan) di tempat Maidatul Ar-Rahmah. Sambil menolak halus ajakan saya, dia bercerita  <em>&#8220;Sebagian penduduk sini terutama orang terpelajar, kurang menyukai berbuka di Maidatul Ar-Rahmah, mereka lebih memilih berbuka di rumah bersama keluarga. Salah satu faktornya –ada isu- bahwa uang itu belum jelas alias subhat. Coba anda lihat siapa saja yang datang di situ? Rata-rata adalah pedagang, kaum buruh dan anak-anak..!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia melanjutkan ceritanya <em>&#8220;Tapi kalau kamu merasa percaya bahwa biaya itu halal silahkan saja. Ini cuman kepercayaan saya&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah pandangan sebagian orang pribumi soal Maidatul Ar-Ahmah. Saya bukan tidak mempercayai dan tidak mengiyakan. Tapi dilihat dari silsilah, tempatnya Maidatul Ar-Rahmah gak mungkin berasal dari biaya subhat. Kedua, barangkali yang dimaksud oleh Abu Bakar adalah biayanya berasal dari orang yang pernah melakukan kesalahan. Anggap seperti denda bagi jamaah haji</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bersambung..!</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=121&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/08/26/maidatul-ar-rahmah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berduka</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/07/19/berduka/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/07/19/berduka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 23:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa meninggal di Mesir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Kamis (16/07) sebuah offlinan berhampiran di YM saya. Antara percaya dan tidak mengabarkan bahwa salah satu rombongan IKPM asal Ponorogo Jawa Timur meninggal dunia di pantai Sharm Elshekh. Belum jelas keterangan offlinan itu. Di pantai mana ia tenggelam. Apakah pantai yang minggu lalu saya jamahi? Atau pantai lain yang konon sangat indah namun berbahaya? Hamid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamis (16/07) sebuah offlinan berhampiran di YM saya. Antara percaya dan tidak mengabarkan bahwa salah satu rombongan IKPM asal Ponorogo Jawa Timur meninggal dunia di pantai Sharm Elshekh. Belum jelas keterangan offlinan itu. Di pantai mana ia tenggelam. Apakah pantai yang minggu lalu saya jamahi? Atau pantai lain yang konon sangat indah namun berbahaya? Hamid Komat Kamid pemberi kabar berita hanya terdiam sipu saat saya memperjelas kabar angin-anginan itu. Qamar pun demikian. Dua pengurus Gama Jatim itu hanya menimpali pertanyaan saya dengan jawaban &#8220;tunggu kabar berikutnya&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar burung itu semakin terkuak jelas hari berikutnya bahwa telah meninggal anggota IKPM yang sedang rihlah ke pantai Sharm Elshekh. Menurut laporan Imam Z, alumni Gontor itu merupakan mahasiswa baru. Dua bulan dia menginjakkan kaki di bumi kinanah. Saya sendiri belum tahun apakah almarhum sudah mendaftar di Al-Azhar atau belum. Yang jelas dia salah satu santri berprestasi di Gontor dan mungkin juga kader pesantren bersangkutan</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-70"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><img title="pantai buatan itu" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC01753.jpg" alt="" width="315" height="237" /><p class="wp-caption-text">pantai buatan itu</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tentunya ini menjadi pukulan telak bagi keluarga. Baru saja (dua bulan lalu) berpamitan sama sanak famili, tiba-tiba mendapatkan kabar duka. Sebuah ujian berat dan mengejutkan. Tak ada yang bisa ditangisi kecuali pasrah kepadaNya. Dua orang tua almarhum yang sedang bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) terlebih lagi</p>
<p style="text-align: justify;">Sharm Elshekh adalah sebuah tempat indah yang banyak didiami turis asing. Di sanalah mereka menjemur tubuh, berenang.  Sharm Elshekh juga sering digunakan sebagai tempat pertemuan kepala negara . Orang menyebutnya sebagai Balinya Indonesia. Ada beberapa tempat (pantai) di  Sharm Elshekh yang sering dikunjungi turis asing maupun mahasiswa Indonesia . Pertama; pantai buatan. Pantai ini satu minggu lalu saya jelajahi. Di tempat itu airnya dangkal, lokasinya juga tidak terlalu luas, paling empat kali lapangan sepak bola selebihnya gundukan tanah. Meskipun tidak dalam-dalam amat, tapi ada beberapa titik yang amat dalam. Ini kayaknya digunakan sebagai tempat beroprasinya kapal-kapal kecil yang kerap dipakai wisatawan asing</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai lain berada berjauhan. Di sinilah dia menghembuskan nafas terakhirnya. Saya belum pernah ke tempat ini. Menurut Imam Z di pantai asli (bukan buatan) ini indah. Banyak ikan bersliweran saat seseorang berenang. Pantai berkarang ini unik. Sekitar 20 meter dari tepi pantai, tinggi air hanya selutut. Tapi jangan buru-buru ke tengah, karena di sana ada semacam palung yang sangat dalam</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pada kasus anggota IKPM itu. Menurut cerita, Ia menuturkan tidak bisa berenang di tempat yang dalam (palung). Saat ia mencoba ke tengah (karena hingga menengah pun sebenarnya masih dangkal selutut) di tempat yang ada palungnya ia tenggelam tanpa sepengetahuan kawan-kawan lain. Baru beberapa menit kemudian, seorang turis asing memberi kabar bahwa ada seorang yang tenggelam</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya nyawanya tidak bisa diselamatkan karena sudah kebanyakan air. Sementara pihak tim SAR terkesan kurang siap menghadi musibah ini, alat bantu buatan (oksigen) mereka tidak punya. Seandainya tersedia barangkali nasibnya lain. Meski hidup mati berada di tangan Tuhan</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini ia diterbangkan ke Indonesia. Semoga amal jariyah diterima disisinya. Amien</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=70&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/07/19/berduka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertambah</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/07/05/bertambah/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/07/05/bertambah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 00:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isuisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini dia sudah berumur seperempat abad. Ada sepucuk harapan dan cita-cita yang ia genggam. Ada janji dan tugas yang ia pikul dari orang tua. Ada belahan jiwa yang ia umpat hingga suatu saatnya nanti ia buka. Rahasia-rahasia ilalang itu biarlah untuk sementara ia simpan rapat-rapat dalam peti jenazah. Cukuplah dia dan dia yang tahu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini dia sudah berumur seperempat abad. Ada sepucuk harapan dan cita-cita yang ia genggam. Ada janji dan tugas yang ia pikul dari orang tua. Ada belahan jiwa yang ia umpat hingga suatu saatnya nanti ia buka. Rahasia-rahasia ilalang itu biarlah untuk sementara ia simpan rapat-rapat dalam peti jenazah. Cukuplah dia dan dia yang tahu. Aku hanya menunggu sampai batas waktu</p>
<p style="text-align: justify;">Umur seperempat abat bukanlah umur sepele, bukan lagi muda dan tidak juga tua. Umur ini mengingatkan saya pada kanjeng nabi Muhammad. Nabi pujaan dan panutan umat yang mengakhiri masa paceklik lajang bersama Khotijah. Begitu indahnya saat itu seorang pembantu &#8220;dagang&#8221; mampu memikat saudagar kaya raya nan cantik Khotijah. Begitu pula Khotijah merasa beruntung ia dapat laki-laki tampan, berumur muda dan nabinya umat</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-12"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 212px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0058.jpg"><img title="iw sedang meniup lilin" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0058.jpg" alt="" width="202" height="269" /></a><p class="wp-caption-text">iw sedang meniup lilin</p></div>
<p style="text-align: justify;">Lalu pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita mempelainya Muhammad dan Khotijah? Adakah nabi menyuruh kita mengawini wanita yang berumur 40 tahun?  Atau jadi pengembala dulu agar dapat istri duda yang kaya sekaligus cantik? Tentu saja tidak. Namun ada semacam gambaran bahwa nabi memberi sinyal dan menaruh harapan kepada umatnya kelak jika umur 25 harus semakin diperhatikan, dirawat baik-baik supaya intropeksi diri bahwa perjalan sandiwara ini sudah mulai berkurang dan sudah layak untuk menuju kepelaminan. Ini salah satu bentuk dari rasa syukur hidup dan pengamalan dalil &#8220;manraghiba an sunnati falaisa minni&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Adakala memang rasa syukur itu ditenggelamkan begitu saja. Terkuras oleh sebuah idialisme dan tuntutan peran &#8220;emansipasi&#8221;.  Ia seolah-olah memandang kehidupan masih lama. Kodrat sudah terskema oleh yang Esa dan siapa sangka kalau ternyata umur sudah berkepala tiga?</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang pula umur dimaknai seperti anomali yang membingungkan. Orang lain menyangka ia sudah berumur kepala tiga ternyata masih sweet seventeen. Atau mengaku-ngaku sweet seventeen yang memang kenyataannya berkepada tiga?</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini harus realistis. Jujur kepala orang lain, berbuat baik dan dikmaknai dengan rasa syukur. Syukur tidak harus berfoya-foya, begadang di klub kelas wahid dan mengundang ribuan orang. Syukur hidup cukup dengan membelah kue bundar yang diikuti beberapa orang saja dan dinikmati bersama. Atau mentoknya syukur dapat dilakukan hanya sekedar membuat accaount baru yahoo (Id) dengan menyelipkan kelahiran atau umur. Itu sudah dianggap bersyukur. Namun jangan sampai (id umur) itu kontras dengan realita, itu namanya melawan kondrat, bukan laki syukur tapi Masykur <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun ini sudah ada dua kawan yang terjaring dan ikrar janji menaiki tangga dua enam. Mungkin juga banyak kawan-kawan lain berstatus sama atau malah lebih. Mudah-mudah pada umur yang kata orang sudah mampu &#8220;sekali&#8221; menghasilkan buah ini bertambah kedewasaan. Bukan hanya dewasa dalam bersikap, akan tetapi juga dewasa dalam memikat &#8220;midadari-midadari dari langit tujuh&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat untuk IW, terima kasih atas undangan lintas bakso dan kue. Saya masih  berharap ke depan ada perayan-perayaan sederhana dari yang lain terutama untuk FQ . tak usah gede-gedean acaranya, cukup bawa kami ke KFC dan ketik nomer hp saya, langsung saya akan menuju lokasi. Simpel bukan? (Awas jangan salah ketik 1 entar dijemput Family Laundry <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=12&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/07/05/bertambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
