<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 04:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8.png?s=48</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>Rokok Kesehatan</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/12/rokok-kesehatan/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/12/rokok-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 00:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/12/rokok-kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar rokok yang menyehatkan? Aneh memang rokok kok ada yang menyehatkan. Bukanya semua rokok itu membingkungkan? Bingung dengan ancaman kesehatan, ancaman kanker (kantong kering) dan masih banyak lagi efek hisapan daripada rokok. Tapi mungkin saja kemajuan otak manusia sekarang sudah menjulur ke depan untuk berkembang. Ilmu kerokoan pun barangkali juga telah mengevolusi. Artinya ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar rokok yang menyehatkan? Aneh memang rokok kok ada yang menyehatkan. Bukanya semua rokok itu membingkungkan? Bingung dengan ancaman kesehatan, ancaman kanker (kantong kering) dan masih banyak lagi efek hisapan daripada rokok.</p>
<p>Tapi mungkin saja kemajuan otak manusia sekarang sudah menjulur ke depan untuk berkembang. Ilmu kerokoan pun barangkali juga telah mengevolusi. Artinya ketika rokok menyandang gelar &#8220;bahaya&#8221; bagi penghisap dan penikmat, bagimana rokok diubah menjadi obat yang akrab dengan lingkungan organ tubuh manusia.</p>
<p><span id="more-992"></span></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 282px;"><a href="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/10/terbaru-dan-klinh.jpg"><img class="alignnone size-full" title="rokok herbal" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/10/terbaru-dan-klinh.jpg" alt="rokok herbal" width="272" height="449" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">rokok herbal</p>
</div>
<p>Salah satu cara mungkin mengubah bumbu racikan rokok dari bahan-bahan membahayakan seperti tembakau, cengkeh menjadi bahan-bahan herbal macam daun sirih dan teh hijau.</p>
<p>Seperti yang saya dapatkan waktu membali sesuatu di toko kemarin, pikiran saya menjadi memuncak saat membaca sebuah tulisan di kertas yang menempel pada dinding toko itu. Karena penasaran lalu saya tanya apakah benar rokok ini untuk kesehatan dan juga katanya dapat mengurangi bahkan bisa menyembuhkan bagi perokok berat.</p>
<p>Karena kepingin &#8220;menjajal&#8221; akhirnya saya beli itu rokok. Bungkusnya lumayan meyakinkan , seperti halnya rokok-rokok berkelas macam Djisamsu. Dalam labelnya bertuliskan &#8220;Energi Positif&#8221;.</p>
<p>Di belakangpun tulisannya berbeda dengan rokok-rokok pada umumnya. Dalam tulisan itu menerengkan bahwa rokok ini terbuat dari racikan herbal khas Indonesia ditambah sesuatu pilihan sehingga tercipta kualitas dan rasa tinggi serta kadar nikotin yang sangat rendah.</p>
<p>Rokok Herbal ini diproduksi di Klaten Jateng dengan kadar nekotin dibawah 0, sangat rendah jika dibandingkan dangan rokok kelas Tali Jagat.</p>
<p>Rendahya nekotin karena ramuan rokok herbal ini terdiri dari bahan tradisional seperti daun sirih, madu, siwak, teh hijau.</p>
<p>Harganya juga lumayan menohok seperti harga rokok kelas wahid yaitu 12 ribu per bungkus. Baunya saya rasakan berbeda dengan rokok pada umunya.</p>
<p>Bagi penggila rokok berat rokok seperti ini tidak akan krasan. Namanya juga rokok herbal, yang hanya dibumbui oleh racikan daun herbal tradisional. Sementara tembakau hanya dijadikan sebagai bahan tambahan supaya tetap dianggap sebagai rokok.</p>
<p>Tapi tetap saja citra rasa obat daripada rokok itu sendiri. Terasa seperti mencium bau daun sirih, teh dan sedikit tembakau.</p>
<p>Mungkin karena ini tidak hanya sekedar rokok biasa, melainkan rokok herbal yang dapat menyembuhkan perokok itu sendiri dari rokok, sehingga rasaya seperti obat.</p>
<p>Bagi yang belum mencoba segera mencoba.</p>
<p><em>Posted with WordPress for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=992&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/12/rokok-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kriteria</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 02:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan arah hidupnya. Kriteria masa depan, angan-angan ataupun cita-cita. Dalam tatanan kultur sosial yang lazim di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, cita-cita selalu diidentikkan dengan keinginan seorang pelajar maupun seseorang yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Misalnya; cita-cita saya ingin jadi dokter, pilot, jadi seorang pengusaha, dll. Berbeda dengan seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang mempunyai kriteria tersendiri dalam menentukan arah hidupnya. Kriteria masa depan, angan-angan ataupun cita-cita.</p>
<p>Dalam tatanan kultur sosial yang lazim di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, cita-cita selalu diidentikkan dengan keinginan seorang pelajar maupun seseorang yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Misalnya; cita-cita saya ingin jadi dokter, pilot, jadi seorang pengusaha, dll.</p>
<p><span id="more-984"></span></p>
<p>Berbeda dengan seseorang yang ingin melangkah lebih jauh yang hadir melengkapi hidupnya alias berumah tangga. Bukan lagi membahas cita-cita, melainkan keinginan (kriteria) seseorang yang diidam-idamkan. Kriteria laki-laki macam apa yang hendak wanita itu inginkan, ataupun sebaliknya kriteria seorang laki-laki terhadap calon istrinya.</p>
<p>Menentukan kriteria bagi seorang laki-laki maupun perempaun, merupakan hal yang wajar dan lumrah. Kendati bebicara masalah jodoh sebenarnya berada dalam genggaman tuhan, tapi tak ada salahnya kita berusaha menentukan sikap dan kriteria itu demi masa depan?</p>
<p>Namun pada sisi yang berbeda, sikap yang terlalu idialis dalam menentukan kriteria calon kadang malah membuat seseorang sulit menemukan jodoh, bahkan sakeng idialismenya, berani berkorban single sepanjang hidup sebelum menemukan kriteria itu. Akhirnya waktu yang begitu banyak yang mestinya buat menikmati kehidupan berumah tangga, menjadi hampa oleh sikap yang tidak diimbangi oleh ketentuan tuhan bernama takdir itu. Mereka terlalu percaya pada sebuah usaha atas keinginan kriteria daripada ketentuan tuhan.</p>
<p>Sikap ini nampaknya saya rasakan terhadap kawan saya sewaktu ngobrol lewat bbm (blackberry messenger) yang terlampau menyibukkan kriteria calon daripada takdir dan usaha. Tentu saja sikap ini membuat kawan saya itu hingga sekarang masih single.</p>
<p>Dalam percakapan itu awalnya saya ditanyain kapan nikahnya dan tanggal berapa. Setalah saya jabarkan lalu saya balik bertanya, &#8220;Kapan mau nikah?&#8221;. Saya menggunakan kata &#8220;mau&#8221; karena saya belum tau apakah dia sudah menemukan jodohnya atau malah sudah tunangan.</p>
<p>Lalu dia menjawab &#8220;Saya belum siap lahir batin?&#8221;. Dari jawaban ini saya sedikit terkejut. Dalam batin saya, maksudnya lahir dan batin yang gimana yang ia kehendati. Setelah saya desak akhirnya dia mengakui bahwa maksud dari itu semua adalah karena dia sendiri masih &#8220;single&#8221;.</p>
<p>Mendengar jawaban ini lantas saya menawari dia barangkali bisa membantu. Sambil bercanda saya menawarjan jasa dan bilang &#8220;Mau saya cariin?&#8221; Dan minta laki-laki yang model gimana?&#8221;</p>
<p>Alhmdulilah awalnya dia mengaku tak muluk-muluk dalam mencari seorang calon suami. Tapi setelah menyebutkan kriteria yang harus hafal alfiah, ikhya, manteq dan plus bisa menyopir, membuat saya sedikit terkejut.</p>
<p>Keterkejutan saya bukan soal Alfiah, manteq, ikhya maupun bisa nyopir, bisa itu semua bersyukur, melainkan mengapa tidak mencari ktriteria orang pinter saja. Bagi saya pinter lebih dari sekedar Alfiah, manteq, ikhya dan nyopir. Justru kriteria itu bagi saya terlalu sedikit dan sempit. Bukankan banyak orang hafal alfiah tapi gak bisa ngaji? Nulis bahkan ngomong? Saya sering menemukan itu. Lalu kalau tidak bejalar alfiah apakah tidak tau nahwu ataupun shorof?</p>
<p>Kalau kita mau menengok ke sebuah negara yang perkembangan ilmu ke-islamannya lebih dulu, Mesir misalnya atau bahkan Arab Saudi, belajar ilmu alat (nahwu maupun shorof) mencangkup berbagai sumber disiplin ilmu termasuk alfiah. Tidak fanatik satu bidang ilmu alat saja alfiah saja atau ibn aqil saja.</p>
<p>Apalagi kalau kita hanya taklid fanatisme terhadap sebuh kitab semisal ikhya ulumuddin, atau mantiq, malah akan ditertartawain orang arab. Karena kitab ikhya maupun manteq di dunia arab sama rata dangan buku-buku bacaan lain yang memiliki standar keilmuan sama dan berstatus buku bacaan. Meski Imam Ghozali memang terkenal dengan tasawuf dan ilmu politiknya. Bukankah masih banyak para pakar ilmu tasawuf dan politik selain Iman ghozali di dunia arab? Hanya saja mereka masih belum tahu banyak.</p>
<p>Bahkan sakeng fanatismenya kadang kita sampai ada acara semacam &#8220;khataman ikhya ulumddin&#8221;. Kok gak sekalian khataman kitab-kitab lain yang sudah tamat selama setahun. Kalau tujuannya acara tersebut bukan menjadi prioritas alias hanya sebagai bumbu acara-acara lain, saya kira tak masalah. Tapi kalau sudah menjadi prioritas tentu ini bisa di sebut sebagai taklid buta. Karena mengagungkan satu kitab, dan mengabaikan kitab-kitab lain yang juga dikarang oleh aluma ampuh.</p>
<p>Mengambil istilahnya kawan saya, mengapa kok gak sekalian bikin acara khataman qur&#8217;an yang lalu digabungkan dengan khataman-khataman lainnya, khan lebih afdol, karena benar-benar kitab karangan Allah.</p>
<p>Ikhya sendiri karangan Imam Ghozali, seorang manusia yang menggeluti tasawuf. Lahirnya kitab Ikhya sendiri bermula dari sikap Alghozali yang tak sepaham dengan pemerintahan setempat. Lalu pada akhirnya dia bertahanus dan mengarang kitab ini.</p>
<p>Konon kitab Ikhya sendiri sebenarnya masih mau ditelaah ulang dan dikoreksi lagi oleh sang pengarang Imam Ghozali, karena sakit dan akhirnya meninggal cita-cita itu kandas ditengah jalan.</p>
<p><em>Posted with WordPress for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=984&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/10/sebuah-kriteria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haji</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/09/haji/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/09/haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 02:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/09/haji/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pagi bertempat di depan masjid, saya bersama para  pengurus KBIH Al-mukarromah mengikuti prosesi pelepasan pemberangkatan jamaah haji sebaknyak 76 calon jamaah haji yang tergabung dalam kloter 19. Ada 9 kecamatan yang ikut dalam KBIH sini. Semuanya rata-rata didominasi kaum lanjut usia, walau saya lihat ada empat orang calon jamaah haji yang lebih muda diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi bertempat di depan masjid, saya bersama para  pengurus KBIH Al-mukarromah mengikuti prosesi pelepasan pemberangkatan jamaah haji sebaknyak 76 calon jamaah haji yang tergabung dalam kloter 19.</p>
<p>Ada 9 kecamatan yang ikut dalam KBIH sini. Semuanya rata-rata didominasi kaum lanjut usia, walau saya lihat ada empat orang calon jamaah haji yang lebih muda diberi kesempatan oleh Allah menunaikan ibadah haji.</p>
<p><span id="more-975"></span><br />
Pada pelepasan kemarin pagi saya diberi kesempatan oleh pembawa acara untuk menyampaikan sambutan selaku KBIH Al-mukarromah sekaligus atas nama Yayasan Pondok Pesantren <a title="subulul huda" href="http://subululhuda.com/" target="_blank">Subul Huda </a>pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-mukarromah.</p>
<p>Dalam sambutan kemarin pagi saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada para calon jamaah haji yang telah mempercayakan kepada kami (KBIH Al-mukarromah) sebagai naungan mereka dalam pemberangkatan menuju tanah suci.</p>
<p>Selain itu hendaknya pertama kali mereka mengucapkan rasa syukur pada Allah yang telah memberikan kesempatan menunaikan ibadah haji. Tentu saja mereka adalah pilihan dari jutaan warga Indonesia yang mengantri hingga sepuluh tahun ke depan karena keterbatan kuota . Kedua hendaknya mereka meluruskan niat. Karena bagaimanapun niat adalah kunci utama dalam beribadah.</p>
<p>Jika niatanya ikhlas karena beribadah lillahi taala dan semata-mata mendapatkan ridhonya, maka balasnnya adalah surga. Begitu sebaliknya jika beribadah haji niatnya semata-mata karena ingin mendapatkan titel haji dan status sosial saja, maka ibadahnya sia-sia.</p>
<p>Itulah sekilas salah satu pesan saya kemarin pagi kepada para calon jamaah haji. Seperti halnya dalam pemberangkatan ibadah haji,kemarin pagi ada ratusan keluarga calon haji ikut melepas mereka. Yang paling saya tangisi adalah ibu tua calon jamaah haji yang sudah tidak bisa berjalan alias didorong.</p>
<p>Ini mengingatkan saya tempo dulu di Makkah waktu memergoni<br />
Seorang jamaah haji wanita tua renta asal Indonesia terdiam merunduk dengan kursi rodanya karena tertinggal dari jamaahnya. Kami yang waktu itu berlima dengan kawan-kawan akhirnya berusaha membantu ibu tua renta itu tentang maktabnya, kloter dan asalnya.</p>
<p>Lazimnya seorang mbah-mbah, wanita tua renta itu terdia lesu dan tak tahu berapa kloternya termasuk dimana maktabnya. Kalau tidak salah, malam itu adalah malam dimana seluruh calon jamaah haji sedang berangkat menuju Mutsdalifah. Dengan begitu membuat sedikit rumit mencari jalan keluarnya.</p>
<p>Namun alhmdulillah dengan usaha yang sedikit memakan waktu lama, akhirnya kami menemukan tempat dimana beliau bertempat tinggal di asrama. Rasa haru dan tangisan memecahkan suasana malam itu, maklum ternyata pihak kelurga yang mendampingin haji juga ikut berusaha mencari beliau.</p>
<p>Cerita itulah yang membuat saya tadi pagi meneteskan air mata buat mbah itu. Dalam hati saya semoga mbah itu diberi kelancaran dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji dan pulang dalam keadaan khusnul khotimah.</p>
<p>Sebab memang ada kalanya orang ibadah haji hanya ingin meninggal di tanah suci. Dalam kondisi yang mestinya tak mampu secara fisik berangkat ibadah haji ada yang dipaksakan supaya nanti meninggal disana. Ini barangkali yang perlu diluruskan bahwa meninggal di tanah suci maupun di tanah kelahiran tak ada perbedaan, yang membedakan adalah amal ibadah. Kalau amalnya baik tentu di alam kubur baik. Kalau amal ibadahnya jelek dialam kubur juga jelek.</p>
<p>KBIH Al-mukarromah kali ini juga memberangkatkan satu jamaah haji yang mendaftar empat bulan lalu. Padahal untuk ukuran sekarang, orang mendaftar haji harus bersabar menunggu hingga sepuluh tahun ke depan. Karena pihak pemerintahan memberikan tambahan kuota yang sengaja diperuntuhkan bagi calon jamaah haji sepuh-sepuh.</p>
<p>Nah Pak Misri inilah salah satu orang yang mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji dalam waktu singkat. Pak Misri yang rumahnya bertetangga dengan saya merasa kaget dan belum siap baik secara dhohir dan batin.</p>
<p>Dari dhohir pak Misri secara finansial belum tercukupi untuk melunasi uang haji, sementara haya mampu membayar uang pangkal saja. Dari segi batin pak Misri belum mengenal dan paham betul seluk-beluk ibadah haji, bagaimana dan apa saja rukun-rukunnya. Selain memang beliau terkenal dengan Islam abangannya yang kurang begitu menggeluti ke-Islaman, beliau juga tidak mengikuti penataran yang diadakan KBIH Al-mukarromah lima bulan lalu di Persen. Sehingga karena mendadak dipanggil untuk haji, siap tidak siap harus berangkat.</p>
<p>Masalah finansial maupun apa saja yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji bisa dibantu.</p>
<p>Akhirnya tepat jam 6 kurang 15 menit jamaah haji KBIH Al-mukarromah kloter 19 berangkat dengan dua Bus pariwisata menuju Banyuwangi, dimana jam 9 paginya bapak bupati Banyuwangi akan melepas calon jamaah haji dari berbagai KBIH di Banyuwangi menuju Surabaya.</p>
<p>Selamat menjalankan ibadah haji, semoga menjadi haji mabrur. Amien..</p>
<p><em>Posted with WordPress for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=975&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/09/haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/07/kartu/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/07/kartu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 08:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/07/kartu/</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini sudah mulai terkuak sms yang berkedok penipuan. Satu kali saya kena tipu sms beginian. Biasanya smsnya berisi ajakan mengikuti sesuatu dengan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menggiurkan. Gara-gara daftar sms tipuan, pulsa saya tersedot dalam hitungan menit. Pernah saya isi 50 ribu, belum ada satu jam pulsa saya sudah tidak bisa dibuat mengirim pesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini sudah mulai terkuak sms yang berkedok penipuan. Satu kali saya kena tipu sms beginian. Biasanya smsnya berisi ajakan mengikuti sesuatu dengan pemenangnya akan mendapatkan hadiah menggiurkan.</p>
<p>Gara-gara daftar sms tipuan, pulsa saya tersedot dalam hitungan menit. Pernah saya isi 50 ribu, belum ada satu jam pulsa saya sudah tidak bisa dibuat mengirim pesan pendek. Setelah saya cek ternyata tinggal 50 rupiah. Belum usai, saya coba isi lagi 20 ribu, lagi-lagi pulsa saya hilang dalam hitungan menit.</p>
<p><span id="more-963"></span><br />
Awalnya saya belum mengerti kalau hilangnya pulsa itu karena ulah saya yang registrasi pada sms gelap itu. Maklum saya belum pengalaman soal beginian, apalagi sms itu seperti dari pihak operator yang bagi orang tak tahu seperti saya dikira dari pihak provider.</p>
<p>Meski saya sudah mencoba bertanya ke kawan-kawan termasuk usaha unreg, nyatanya pulsa saya masih tersedot. Solusinya saya harus ganti kartu perdana daripada bingung-bingung. Apalagi harga kartu perdana di Indonesia relatif murah ketimbang di negara dimana saya dulu belajar.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 409px"><img class="  " title="kartu" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/10/IMG00628-20111007-1537.jpg" alt="kartu" width="399" height="299" /><p class="wp-caption-text">kartu</p></div>
<p>Cuman kendalanya yang barangkali gak bisa ditebus dengan uang adalah nomer saya sudah dicatet kawan-kawan. Ini sebenarnya pertimbangan berat mengapa ganti kartu perdana harus dipikir seribu kali.</p>
<p>Selama keberadaan saya yang belum ada satu tahun di Indonesia, sudah dua kali saya ganti kartu. Pertama karena kartunnya kesapu, kedua karena tertipu sms gelap gituan. Sekarang ini saya memakai kartu yang ke-3 kalinya. Semuanya menggunakan provider telkomsel simpati.</p>
<p>Sampai pernah seorang kawan bilang bingung list nama dan nomer handpone saya banyak di daftar nama hpnya. Dan barangkali juga mungkin gara-gara saya sering ganti nomer yang tak ada kabar sebelumnya menyebabkan informasi dan komunikasi saya dengan kawan-kawan tersendat.</p>
<p>Dengan begitu banyak operator telekomunikasi di Indonesia, sekarang saya sedikit lebih tau baik soal operator yang murah dan handal termasuk pula penipuan sms yang mengaku dari operator. Dulunya saya cuman tahu simpati freedom yang katanya saudara murah, nyatanya saat ini kalah saing dengan operator lain yang menawarkan bonus menggiurkan.</p>
<p>Lalu mau ganti lagi yang ke empat kalinya? Tidak..saya tidak akan ganti kartu lagi, saya akan tetap menggunakan simpati walau mahal karena sudah kadung berada di list kawan-kawan. tapi meski begitu saya mencoba membeli kartu operator lain semisal M3 yang nyatanya bisa ngedet lebih lama dengan sesama M3. Lebih lagi kartu ini juga digunakan calon saya yang sejak pertama kali kenal kartu yang dia berikan M3, sementara waktu itu kartu saya simpati, hingga waktu itu jika saya mau menghubungi dia, hanya hitungan menit buat nelpone ke M3 langsung blabas habis.</p>
<p>Cuman M3 di kawasan saya waktu itu belum menjangkau sinyal EDGE dan masih GPRS, jadi kalau buat blackberrya-an sedikit kalah cepat buat brouwsing di blackberry. Alhmdulilah sudah 3 bulan ini sinyal EDGE untuk M3 sudah ada yang memungkinkan kartu M3 saya khususkan buat BB selain nantinya buat komunikasi dengan calon saya saja.</p>
<p>Kartu 3 pun satu bulan lalu saya juga mencoba beli waktu di surabaya yang katanya termurah sejagat Indonesia kalau buat langganan BB, lagi-lagi saya harus gigit jari karena sinyal 3 di kawasan saya seperti sakaratul maut alias &#8220;kendrap-kendrip&#8221;.</p>
<p>Baru satu hari lalu saya mendapatkan rekomendasi dari kawan supaya membeli kartu XL yang katanya buat pelanggan baru BB sangat murah. Ternyata memang benar pelanggan kartu baru dikenakan tarif 49 ribu perbulan selama 3 bulan pertama setelahnya akan kembali ke tarif wajar 99 ribu/bulan.</p>
<p>Memang susah kalau sudah banyak penyedia jasa operator kartu, ganti kartu bukanlah hal sulit bahkan bisa dikatakan gampang, yang paling &#8220;eman-eman&#8221; adalah kalau kita ganti kartu sementara kartunya sudah teratat di nomer kawan-kawan kita. Ini yang menurut saya lebih mahal dari harga kartu itu sendiri.</p>
<p><em>Posted with WordPress for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=963&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/07/kartu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mespan</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/10/06/mespan/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/10/06/mespan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 18:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/2011/10/07/mespan/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang saya saluti dari seorang bernama Mespan? Tampankah? Rapih, atau kecerdasannya? Semua orang barangkali tak ada yang memberikan nilai lebih dari mespan kecuali &#8220;awet enom&#8221;. Begitu kira-kira pandangan orang-orang desa termasuk saya. Tanpa mengurangi rasa takdir pada Tuhan yang maha esa, Mespan memang tak memiliki nilai lebih apapun kecuali ditakdirkan Tuhan menjadi manusia &#8220;awet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang saya saluti dari seorang bernama Mespan? Tampankah? Rapih, atau kecerdasannya? Semua orang barangkali tak ada yang memberikan nilai lebih dari mespan kecuali &#8220;awet enom&#8221;. Begitu kira-kira pandangan orang-orang desa termasuk saya.</p>
<p>Tanpa mengurangi rasa takdir pada Tuhan yang maha esa, Mespan memang tak memiliki nilai lebih apapun kecuali ditakdirkan Tuhan menjadi manusia &#8220;awet enom&#8221;. Meski dia termasuk golongan abnormal alias kategori &#8220;arek gendeng&#8221; sejak kecil, kecerian dan keinginannya sekolah terlihat jelas; kemana-mana membawa buku, pakaian sekolah yang gak ganti-ganti. Dan salutnya lagi dia saben hari ke sekolah walau hanya sekedar &#8220;mlaku-mlaku di depan kelas.</p>
<p><span id="more-950"></span></p>
<div id="attachment_989" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://agusromli.net/2011/10/06/mespan/img00630-20111008-0711/" rel="attachment wp-att-989"><img class="size-full wp-image-989" title="Mispan" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/10/IMG00630-20111008-0711.jpg" alt="Mispan" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Mispan</p></div>
<p>Pagi tadi Mespan masuk ke ruang saya, ini pertemuan pertama kali saya ngobrol sama dia. Bisa dibilang pertemuan orang waras dengan orang gak waras. Tak banyak yang dia bicarakan kecuali minta bantuan supaya menyobekan bungkus obat mumet.</p>
<p>Sejak dulu pula memang dia selalu sambat sakit kepala, pusing dan panas. Apakah ini benar atau hanya omongan orang yang tak waras, bisa jadi penyebab kegendengan dia barangkali bermula dari penyakit itu. Sebab bicaranya, gerakan tangannya yang seperti orang pelo dan getar mengindikasikan dia punya riwayat penyakit panas hebat waktu kecil.</p>
<p>Saya salut dengan ketahanan tubuhnya yang bisa bertahan hidup hingga sekarang. Berapa banyak macam-macam obat yang ia telan, tanpa resep doktor karena keluhan dia yang kalau ditanya sakit kepala pasti jawabnya ia dan mumet, padahal belum tentu ucapan Mespan itu benar-benar sakit kepala.</p>
<p>Bagi orang yang gak paham siapa Mespan pasti akan memberika obat sakit kepala dan suruh meminumnya, kalau begitu tentu saja akan mengancam organ tubuh yang lain. Bagi warga desa yang sudah mafhum siapa Mespan malah akan &#8220;mengguroinya&#8221;.</p>
<p>Mungkin umurnya sudah 36 keatas, ia mestinya sudah beristri, punya anak dll, tapi meski dia gendeng wajahnya seperti masih berumur 20-an. Masya Allah Tuhan maha adil terhadap hambaNya.</p>
<p><em>Posted with XL for BlackBerry.</em></p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=950&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/10/06/mespan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Narsis</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/06/22/narsis/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/06/22/narsis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 14:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari kreativitasnya anak-anak sekarang cenderung lebih pandai dibanding dengan masa saya silam. Entah ini kebetulan atau tidak, hari Kamis dan Sabtu kemarin saya menyaksikan wisuda TK dan MI di Persen sontan sedikit melegakan saya. Ya paling tidak imej saya soal anak-anak sekarang yang mengalami penurunan moral maupun akhlaq sedikit terobati oleh kreativitas dan kecerdasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari kreativitasnya anak-anak sekarang cenderung lebih pandai dibanding dengan masa saya silam. Entah ini kebetulan atau tidak, hari Kamis dan Sabtu kemarin saya menyaksikan wisuda TK dan MI di Persen sontan sedikit melegakan saya. Ya paling tidak imej saya soal anak-anak sekarang yang mengalami penurunan moral maupun akhlaq sedikit terobati oleh kreativitas dan kecerdasan mereka.</p>
<p>Ada beberapa penampilan drama maupun paduan musik yang menggugah saya bahwa anak-anak kecil ternyata mampu diajak melakukan hal-hal yang melampui pikirannya. Atau mungkin saja beginilah anak-anak zaman sekarang yang lihai berkreativitas tapi pada sisi lain banyak melupakan budaya warisan agama yang juga merupakan sebuah adat dilingkungan pedesaan seperti bertata karma, ada sopan santun dll.</p>
<p><span id="more-904"></span></p>
<div id="attachment_905" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-905" href="http://agusromli.net/2011/06/22/narsis/img00482-20110616-1018/"><img class="size-full wp-image-905 " title="anak-anak tk melakukan fasion show" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/06/IMG00482-20110616-1018.jpg" alt="" width="448" height="273" /></a><p class="wp-caption-text">anak-anak tk melakukan fashion show</p></div>
<p>Namun apakah cukup menilai seseorang di usia masih dini? Tentu saja butuh proses yang panjang apakah anak tersebut akan berubah semakin baik atau sebaliknya semakin amburadul. Dalam beberapa kasus yang saya lihat sekarang nampak sebagian besar siswa tingkat menengah belum cakap berbahasa kromo inggil dengan baik. Belum lagi sikap dalam menghadapi seorang pendidik nyaris cara berinteraksi mereka seperti layaknya kawan.</p>
<div id="attachment_907" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-907" href="http://agusromli.net/2011/06/22/narsis/img00488-20110618-1053/"><img class="size-full wp-image-907" title="paduan suara" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/06/IMG00488-20110618-1053.jpg" alt="" width="448" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">paduan suara</p></div>
<p>tapi saya belum bisa menilai lebih jauh apakah anak-anak yang tergolong remaja sekarang nantinya berubah atau semakin bertambah? Sebab dalam kasus lain ada anak yang dulunya nakal tapi ketika sudah dewasa berubah menjadi anak baik bahkan menjadi panutan diusianya.</p>
<p>Pastinya kita hanya bisa berharap bahwa kreativitas anak-anak sekarang mudah-mudahan nantinya juga diikuti oleh akhlaq yang luhur. Kalau ini kelak terpadu, saya bisa pastikan anak zaman saya kalah telak kreativitasnya dengan anak-anak sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=904&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/06/22/narsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemesraan</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/06/10/kemesraan/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/06/10/kemesraan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 12:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Dunia tarik cinta memang sedang melanda remaja maupun orang dewasa seperti saya. Dalam ranah percintaan saya kurang begitu tahu bagaimana bercinta secara baik dan benar menurut kamus percintaan modern sekarang ini. Barangkali pula saya orang yang agak sedikit terlambat memahami bagaimana posisi bercinta yang pas. Kadang saya merasa bercinta ya suka saling suka, bukan satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia tarik cinta memang sedang melanda remaja maupun orang dewasa seperti saya. Dalam ranah percintaan saya kurang begitu tahu bagaimana bercinta secara baik dan benar menurut kamus percintaan modern sekarang ini. Barangkali pula saya orang yang agak sedikit terlambat memahami bagaimana posisi bercinta yang pas. Kadang saya merasa bercinta ya suka saling suka, bukan satu suka yang satunya hanya sebagai permainan.</p>
<p>Tapi kadang pula ternyata bercinta tidak cukup hanya memahami saling mencintai. Dibutuhkan sebuah kasih sayang tulus, perhatian maupun pengorbanan. Kasih sayang tulus dalam fase pertama mungkin sudah terpenuhi. Kendalanya barangkali pada perhatian dan pengorbanan. Berapa banyak saya lihat orang bercinta hanya perhatian sebelah sementara satunya merasa dibutuhkan. Akhirnya percintaan yang sudah dijalin lama kandas ditengah persimpangan.</p>
<p><span id="more-900"></span>kalau dua fase itu terlewati baru mulai fase pengorbanan. berkorban demi masa depan, demi terbentuknya kelurga sakinah tentunya. Tapi ini hanya metode ilmu kawan yang sudah berpengalaman soal dunia percintaan. Yang pasti hanya dua insanlah sebenarnya penentu sebuah percintaan itu berjalan mulus atau kandas.</p>
<p>Belakangan ini saya diajak curhat soal masa depan, soal posisi dia terhadap calon kekasih, soal bagaimana dia dulu dipermainkan bak layang-layang sama hidung belang, soal rasa manis di awal pahit di akhir yang pada akhirnya menyentuh pada persoalan pelik yaitu trauma terhadap kawan-kawan saya.</p>
<p>“Saya trauma berhubungan dengan mereka” Keluh saudara wanita saya yang saat ini dicalonkan oleh orang tuanya dapat warga Batam. Saya sedikit terkejut,  mengapa harus trauma, mengapa kasus satu yang lain menjadi korban? Akhirnya saya bisa memahami bahwa romantika percintaan yang dijalin begitu kuat lalu pada akhirnya kandas membuat pihak satu terlukai dan satunya merasa happy ending? akan menyabar kemana-mana.</p>
<p>Saya berusa untuk tidak menjadi hakim, namun perlu dipahami bahwa romantika percintaan yang tumbuh lewat dunia pertemanan di dunia maya jangan berharap banyak untuk terealisasi di dunia nyata. Berapa banyak kasus demi kasus percintaan yang di dapat di dunia maya berakhir pada sebuah fase yang membingungkan. Sebab dunia alam gaib tak sebanding yang diharapkan di dunia nyata.</p>
<p>Tapi tak semuanya mengalami hal serupa, ada kalanya percintaan yang dijalin dan tumbuh lewat dunia pertemanan di dunia maya bisa berkembang lebih jauh. Salah satu resep barangkali adalah rasa saling pengertian, kasih sayang dan kemesraan yang begitu kuat yang pada akhirnya terjalin sebuah komitmen.  Jika tak ada komitmen, jangan berharap banyak cinta akan tumbuh bak jamur hingga ke liang lahat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=900&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/06/10/kemesraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/06/09/data/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/06/09/data/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 23:36:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Otak adalah tempat penyimpanan data manusia yang kerap dijadikan sebagai penghubung atas peristiwa masa lampau. Saya masing teringat seorang sahabat  yang mengalami gagar otak kesulitan untuk mengingat kembali kejadian dulu. Butuh bertahun-tahun untuk memapah kembali ingatan-ingatan yang sempat terekam dalam otaknya. Kondisi tubuhnya nyaris tak sempurna, kaki, tangan seperti mengalami kesemutan atau seperti dalam keadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Otak adalah tempat penyimpanan data manusia yang kerap dijadikan sebagai penghubung atas peristiwa masa lampau. Saya masing teringat seorang sahabat  yang mengalami gagar otak kesulitan untuk mengingat kembali kejadian dulu. Butuh bertahun-tahun untuk memapah kembali ingatan-ingatan yang sempat terekam dalam otaknya.</p>
<p>Kondisi tubuhnya nyaris tak sempurna, kaki, tangan seperti mengalami kesemutan atau seperti dalam keadaan mati setengah. Dalam rentang waktu yang lama dia tidak bisa berbicara kecuali tersenyum seperti agak sedikit gila. Data-data ternyata hilang dalam memori otaknya, dibutuhkan terapi untuk memulihkan dan mendatangkan ingatan-ingatan lama.</p>
<p><span id="more-895"></span>Kejadian serupa tentang data mengingat kembali peristiwa masa lampau kadang juga terjadi dalam roman percintaan. Ada peristiwa istimewa yang mungkin tak dapat dilupakan dan dihapus dalam memori otak seseorang sepanjang hayat. Namun kadang peristiwa yang sulit terhapus itu menjadikan kejadian saat ini menjadi hambar. Mungkin saja ada benarnya bahwa masa lalu adalah kenangan, masa akan datang adalah harapan.</p>
<p>Berharapa kebaikan bukan berharap pada kenangan. Dan saatnya saya berusaha untuk melupakan harapan-harapan pada kenangan itu. Data yang ada dalam hardisk saya bersih dari kenangan-kenangan. Iya barangkali ini kecerobohan saya dalam menginstal. Selamat tinggal dataku</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=895&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/06/09/data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tinggal Ayahku</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 04:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[lima bulan lebih saya punya kesempatan lebih dekat  bersama ayah di rumah. Karena saya sendiri baru tiba di tanah kelahiran setelah melalang buana selama hampir 12 tahun. Meski pertemuan kali ini berbeda dengan pertemuan 7 tahun silam yang masih sehat, idialisme tinggi dan bisa beraktifitas, kali ini tidak; fisik ayah saya sudah tidak sempurna lagi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lima bulan lebih saya punya kesempatan lebih dekat  bersama ayah di rumah. Karena saya sendiri baru tiba di tanah kelahiran setelah melalang buana selama hampir 12 tahun. Meski pertemuan kali ini berbeda dengan pertemuan 7 tahun silam yang masih sehat, idialisme tinggi dan bisa beraktifitas, kali ini tidak; fisik ayah saya sudah tidak sempurna lagi, baik jalannya karena kaki kanan baru sembuh dari luka maupun ganggauan penglihatan yang semuanya  akibat penyakit kencing manis yang sudah diderita sejak tahun 90-an.</p>
<p>Awal saya datang ke tanah keliharan di Persen, 1 November 2010, kaki ayah saya masih di balut karena luka di kaki beliau masih belum sembuh totol. Namun ini barangkali juga sebuah anugrah Tuhan, karena banyak orang memprediksikan kalau kaki ayah saya bakalan di amputasi mengingat bulan-bulan sebelumnya kaki ayah sudah bolong (lubang) tembus dan sangat bau. Solusinya bagi orang awam mungkin akan segera diamputasi.</p>
<p><span id="more-881"></span></p>
<div id="attachment_882" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-882" href="http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/dsc03834/"><img class="size-full wp-image-882" title="DSC03834" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/04/DSC03834.jpg" alt="prosesi pemakan ayah di depan masjid" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">prosesi pemakan ayah di depan masjid</p></div>
<p>Namun ayah tidak menyerah. Saat saya masih di Kairo, bulan Juni-Juli 2010 dimana menurut kabar keluarga inilah sebetulanya penyakit paling parah yang di derita ayah selama dasawarsa terakhir. Kondisi ayah saya waktu itu sudah drop, akibat kakinya sudah membusuk dan lubang. Saya sendiri saat itu masih mengurus ijazah Al-Azhar yang juga membutuhkan waktu tak sedikit dan tak tahu (sengaja tidak dikabari dari pihak keluarga) apa yang sebenarnya terjadi di rumah atas kondisi ayah.</p>
<p>Sebagai anak, yang punya ikatan batin sangat kuat, naluri saya waktu itu ingin segera pulang dan pulang plus beberapa kabar pasar lewat messenger dari kawan-kawan bahwa ayah saya sedang sakit (tanpa merinci tingkat keparahan) . Dan ternyata naluri saya itu baru terkuat setelah datang dari Kairo kalau bulan-bulan itu ayah saya dalam keadaan kritis dan harus di rawat inap di RS spesialis kencing manis di Jember nyaris hampir 2 bulan. Sebuah kondisi yang membutuhkan kesabaran baik bagi ayah sendiri maupun keluarga.</p>
<div id="attachment_883" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-883" href="http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/dsc03954/"><img class="size-full wp-image-883" title="DSC03954" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/04/DSC03954.jpg" alt="takziah bupati banyuwangi abd azwar anas di rumah. dari kiri; pak lek sayuti, pak anas, saya, mas judin, mas hakim" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">takziah bupati banyuwangi abd azwar anas di rumah. dari kiri; pak lek sayuti, pak anas, saya, mas judin, mas hakim</p></div>
<p>Sebab barangkali kali ayah tak mau meninggal sebelum di lihat saya. Padahal, rumah sakit spesialis di Jember itu biayanya tak sedikit yang menurut kabar alat Ozon yang berfungsi sebagai penyegar tubuh dan obat luka kencing manis itu hanya berada di Jember dan Jakarta. Namun alhamdulillah usaha ayah di rumah sakit itu tak sia-sia. Luka kencing manis yang tadinya banyak kalangan keluarga bakal di amputasi, lambat-laun mongering dan akhirnya sembuh totol.</p>
<p>Ditambah oleh kedatangan saya dari Kairo, barangkali juga menjadi obat tersendiri yang pada akhirnya sejak keberadaan saya di rumah sudah bisa jalan-jalan tanpa di papah dan mampu mengendarai sepeda motor sendiri walau hanya sekedar ngontrol kegiatan madrasah saja.</p>
<p>Saya bersykur, ayah sudah sembuh, akan tetapi takdir memang tak bisa ditebak, semuanya serba misteri. Kapan manusia meninggalkan alam semesta, meninggalkan sanak keluarga, meninggalkan kita semua. Hanya Tuhan yang maha tahu atas segelanya. Di tengah kondisinya yang sudah mulai fit dan prima ternyata takdir berkata lain, ayah harus meninggalkan kehidupan sesaat ini menuju alam baka.</p>
<div id="attachment_884" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-884" href="http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/dsc03898/"><img class="size-full wp-image-884" title="DSC03898" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/04/DSC03898.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">pak anas di hari ke-3 tahlilan di masjid</p></div>
<p style="text-align: left;">Jum’at malam tanggal 8 April 2011 jam 9 malam sebelum tidur, ayah hendak pipis, setelah hendak mau keluar itulah lalu ayah saya terpeleset. saya yang berada di kamar sebelah hanya mendengar suara benturan. Saya tak tahu kalau ayah sedang terjatuh di kamar mandi dan baru mengetahuinya setelah ayah muntah-muntah yang disertai keringat dingin. Astoqfirullah aladziem ayah sedang terjatuh. Karena tubuh ayah besar sementara ibu sedang lari membuatkan air gula (karena kondisi gulanya juga drop)  saya tak mampu menarik ayah keluar dari pintu kamar mandi. Beliau hanya bilang kalau perutnya sakit. Lalu saya lari keluar rumah mencari bantuan kawan-kawan. Dan kembali lagi membantu ayah yang sudah lemas dan bilang lagi kalau kepalanya sakit.</p>
<p>Dengan segera kami membawa beliau ke rumah sakit terdekat yang berada di Damlimo. Sesampai disana, dokter memberikan alat bantuan pernapasan. Dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter bilang kalau terjadi pendarahan otak. Setelah beberapa menit kemudian detak jantung dan pernapasan beliau berhenti dan pada akhirnya ternyata beliau telah berpulang ke haribaannya. Innalillahi wainna ilahi rojiunn.</p>
<p>Banyak sahabat dan kerabat kaget dan tak percaya bahwa ayah meninggal. Karena memang beliau magrib masih mengimami sholat di masjid dan setelah isya’ masih menandatangani proposal dari pak Supriyanto. Namun Tuhanlah penentu segalanya.</p>
<p>Selamat tinggal ayahku. Maafkan anakmu ini yang masih bodoh dan selalu menyusahkanmu. Allhumma firlahu warhammhu waafihi wa’fuanhu. Allhumma latahrimna ajrohu wala taftina ba;dahu wagfirlana walahu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=881&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/04/12/selamat-tinggal-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgia (Jember)</title>
		<link>http://agusromli.net/2011/03/26/nostalgia-jember/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2011/03/26/nostalgia-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 01:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Orangnya kalem, jalannya tegak dan sedikit miring 45 derajat. Kalau bicara matanya menjadi sipit. Pakaiannya gak begitu rapi-rapi amat, kecuali memang dalam keadaan darurat, seperti acara resmi atau acara ketemu sang do’i. Tertawanya pun seperti pada umumnya manusia tertawa, lebar 90 cm.  Barangkali begitu gaya khas Ali Ibnu Anwar, seorang sahabat saya yang “sejak lahir” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orangnya kalem, jalannya tegak dan sedikit miring 45 derajat. Kalau bicara matanya menjadi sipit. Pakaiannya gak begitu rapi-rapi amat, kecuali memang dalam keadaan darurat, seperti acara resmi atau acara ketemu sang do’i. Tertawanya pun seperti pada umumnya manusia tertawa, lebar 90 cm.  Barangkali begitu gaya khas Ali Ibnu Anwar, seorang sahabat saya yang “sejak lahir” mengkalim dirinya berjiwa seni.</p>
<p>Ali Ibnu Anwar saat ini barangkali namanya mulai diperhitungkan dipentas sastrawan muda Indonesia, terlebih sejak bergabung dengan para sastrawan tersohor macam Jamal D Rahman, Taufiq Ismail dkk. Keterlibatannya dalam dunia sastra memang sudah nampak ketika dia mengenyam pendidikan di pesantren dulu. Bersama saya dalam membangun kajian, ketrengginasan Ali dalam menyusun kata-kata berbau sastra begitu menggeliat.</p>
<p><span id="more-874"></span></p>
<div id="attachment_875" class="wp-caption aligncenter" style="width: 439px"><a rel="attachment wp-att-875" href="http://agusromli.net/2011/03/26/nostalgia-jember/img00365-20110319-1724/"><img class="size-full wp-image-875" title="IMG00365-20110319-1724" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/04/IMG00365-20110319-1724.jpg" alt="karya Ali Ibnu Anwar" width="429" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">karya Ali Ibnu Anwar</p></div>
<p style="text-align: left;">Kini di saat dia sudah menemkan komunitas pecinta seni di Jakarta, sepertinya dia sedang berjalan membangun karir menggapai mimpi. Toh idialiasme seseorang yang berjiwa ambisius dalam meniti karir –yang kadang melupakan kehidupan berumah tangga- tak melunturkan Ali mengikuti sunnah rosul.</p>
<p>Tanggal 19 Maret lalu, adalah hari kesempurnaan bagi dia. Bertempat di Jenggawa, Jember yang merupakan tanah kelahirannya, dia melangsungkan resepsi pernihan dengan mempersunting seorang gadis idaman sepanjang masa asal satu rumpun daerah Jember.</p>
<p>Di acara resepsi yang dilangsungkan sore itu, saya hadir dan ketemu kawan, sahabat lama yang rata-rata adik kelas di pesantren dulu dan diantaranya kawan-kawan perjuangan di kajian. Ada Halim, Khuza’I, Idris, dkk. Nyaris 7 tahun lebih saya tak berkomunikasi dengan mereka dan baru ketemu saat resepsi di rumah Ali.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-876" href="http://agusromli.net/2011/03/26/nostalgia-jember/196529_1619170086702_1459893519_31305670_1577433_n/"><img class="aligncenter size-full wp-image-876" title="196529_1619170086702_1459893519_31305670_1577433_n" src="http://agusromli.net/wp-content/uploads/2011/04/196529_1619170086702_1459893519_31305670_1577433_n.jpg" alt="" width="299" height="448" /></a></p>
<p>Tiga bulan lalu memang Ali sempat melakukan chating dengan saya, bahwa bulan Maret akan melangsungkan pernikahan. Saya diharap hadir sebagai ajang reoni kajian (kwq) sekaligus membahas pembuatan buku yang sempat terpasung beberapa tahun. Tapi sayang acara resepsi kemarin tak satu pun membahas soal itu, karena kalah gaung dengan pesta perkawinan dan suasan temu kangen.</p>
<p>Tapi bagaimanapun juga, Ali saat ini bukan lagi Ali empat bulan lalu yang masih jomblo. Ali sekarang adalah Ali yang sudah gak perawan dengan segudang amunisi yang tersembunyi bagi istri yang dicintai. Selamat dan semoga langgeng.</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=874&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2011/03/26/nostalgia-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

