Syari’ Muiz

Ajakan seorang teman pagi itu membangunkan saya dari alam bawah sadar menuju alam sadar. Lewat perantara kiriman sms, bung Kadar mengajak saya mengunjungi tempat keramat yang 13 februari lalu diresmikan Susan Mubarak istri Presiden Mesir Husni Mubarak. Saya rasa waktu itu saya sudah terlambat, karena informasinya mendadak, saya balas sms itu ala kadarnnya ( bukan kebetulan namanya kadarisman sehingg balasnya ala kadarnya) “Saya tak ikut dalam mimpi aja” Balasan sms saya

“Oh kami juga masih di markas Qatamiyah, belum berangkat. Kita ketemuan di masjid Al-Azhar saja” Jawab sms kawan yang akbar di sapa Kadarista Sanjev itu. Karena Qatamiyah adalah daerah desa yanag jauh di mato, harapan saya mengejar waktu yang semakin mepet –sholat jum’at dari kota Damerdas masih dapat dicapai. Saya tahu ini bukan acara dia murni, kalau gak malah desakan dari saya, tapi gawe saudara Yasin Shadiqin yang bentar lagi bakalan meninggalkan desa Qatamiyah menuju Indonesia

(more…)

Valentine dan Bakso

Apa hubungannya Valentine dan Bakso ya? Si Anu menuturkan “Valentine itu bagian dari bakso, dan bakso belum tentu valentine. Lho kok bisa? Ya bisa, valentine itu khan hari kebaksoan. Hari dimana kasih terhadap bakso ditingkatkan. Hari dimana perut akan semakin membuncit seiring sesaknya bakso dalam perut. Jadi pengertian valentine itu yang benar adalah hari kebaksoan”. Canda manusia langka yang perutnya semakin membuncit itu

“Lha iya, sekarang khan hari valentine, mari kita rayakan dengan makan bakso. Biarlah mereka tega makan kekasihnya (emang sumanto), kalau kita makan bakso aja”. Cloteh kawan lain yang sejak lahir hingga kini ngaku belum dikaruniai pacar. Sambil keheranan saya lalu bertanya”Emang valentine identik dengan gituan Neng?” Sapaan akrab si Boneng. Sambil berlalu si Boneng menjawab dengan ringan “Ya iya lah, soalnya saya sudah pengalaman (nabrak khimar)” Walah si Boneng ternyata sudah pengalaman too

(more…)

Selaput Dara

Ulama Mesir pencak-pencak menuntut penghentian “rencana” impor selaput dara dari Cina karena dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Selaput dara ini menurut informasi dapat menyembunyikan keperawanan seseorang dalam berhubungan badan sebelum menikah. Sebagaimana dalam tradisi Islam, bahwa seseorang dianggap masih perawan jika mengeluarkan darah pada malam pertama berhubungan suami-istri. Walau sebagian ahli medis menyangkal darah bukanlah satu-satu alat untuk mengetahui seseorang itu perawan atau tidak. Namun kehadiran selaput dara bernama Gijimo yang disinyalir dapat mempertahankan selaput dara wanita pra nikah ini menimbulkan reaksi keras dari ulama Timur Tengah

Seorang wakil Ikhwanul Muslimien (im) Sayed Askar menyatakan kehadiran selaput dara tersebut akan menjadi momok bagi generasi gadis-gadis kami. Lebih lanjut Askar menuntut pemerintahan untuk segera menghentikan impor selapaut dara dari Cina. Temasuk secara khusus Askar meminta perwakilan Ikhwanul Muslimien yang duduk di parlemen memperjuangan penolakan “rencana” impor selaput dara ini. Menurut  Isu yang berhembus selaput dara ini akan dipatok seharga $ 15/ 82 pound Mesir

(more…)