<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; al-kirom kargo</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/tag/al-kirom-kargo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 01:23:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8.png?s=48</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>Abddillah As&#8217;ad</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[abdillah as'ad]]></category>
		<category><![CDATA[al-kirom kargo]]></category>
		<category><![CDATA[luxor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. &#8220;Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup&#8221;. Suara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;">Pagi itu cuaca di sini sedang ekstrim. Dua buah pakaian dilapisi jaket rasanya belum cukup menutupi tulang ini dari gerogotan cuaca. Tiba-tiba suara ponsel saya berdering nyaring ditengah yang lain sedang asyik membuat pulau dibawah naungan selimut. &#8220;Salam, ini ada informasi, kalau mau ikutan ke Luxor bareng Idarah Wafidien segera daftar pumpung belum ditutup&#8221;. Suara merdu senior saya Cak As&#8217;ad<em> </em>pagi itu yang kelihatannya sangat antusias</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tapi jangan lupa, uang pangkal sebesar 60 pound&#8221; Lanjutnya. Antara sadar dan tidak, saya belum berani membuat keputusan. Apakah saya jadi berangkat ke Idarah Wafidien mendaftar hari itu juga atau tidak, sulit rasanya menjawab. Hanya angan-angan belaka: kesempatan emas, tempat berserajah dan sangat ekonomis karena diselenggarakan khusus untuk orang asing/mahasiwa. Di samping itu saya masih keletihan, kondisi tubuh saya kurang fit karena baru pulang dari tanah suci</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-316"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 231px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0200.jpg"><img title="cak as'ad" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0200.jpg" alt="" width="221" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">cak as&#39;ad</p></div>
<p style="text-align: left;">Luxor menurut mereka adalah inti dari sejarah sini selain tempat-tempat bersejarah lain seperti Pyramid. Seorang lulusan sini suatu saat pernah membisiki &#8220;Sebelum meninggalkan Mesir sempatkanlah ke Luxor&#8221;. Kawan lain bilang &#8220;Rugi jika belum pernah kesana&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Dibandingkan menggunakan jasa pariwisata (travel), Idarah Wafidien relatif sangat murah. Karena fasilitas nyaris banyak yang gratis. Karena peserta terbatas , maka  pendaftarannya pun menjadi berebutan. Siapa cepat akan dapat, siapa yang terlambat akan kiamat. Saya salah satu orang yang barangkali menyia-nyiakan kesempatan itu atau kalau tidak dikatakan belum beruntung</p>
<p style="text-align: left;">Cak As&#8217;ad kali ini beruntung. Ditemani istri dan seorang <em>bodyguard</em>nya Bisri, pekan ini beliau akan bertolak ke sana. Selama satu minggu Cak As&#8217;ad akan menikmati indahnya pemandangan Aswan, Abu Simbel dll. Dan barangkali pula ini sebagai kado perpisahan beliau  disini yang akhir Februari nanti akan take off ke Indonesia untuk selama-lamanya</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Tasyakuran dan Perpisahan</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bertempat di rumahnya Hamid Bin Komat-Kamid menjelang kepulanganya ke Indonesia awal Februari lalu,  Cak As&#8217;ad berkeinginan mengumpulkan kawan-kawan dari Jember dan Banyuwangi. Tidak hanya sekedar pragmatisme berkumpul –memperingati perpisahan beliau saja-  tapi semacam membentuk komunitas antar kawan-kawan Banyuwangi dan Jember dalam jangka panjang. Itulah cita-cita Cak As&#8217;ad</p>
<p style="text-align: left;">Tentunya ini berkaitan dengan sepak terjang kawan-kawan  Jember dan Banyuwangi selama ini yaitu kendati masih dalam satu daerah, kenyataannya banyak kawan-kawan Banyuwangi maupun Jember menyebar dan ikut organisasi kemana-mana. Cak As&#8217;ad sendiri walaupun orang Jawa Timur, beliau ikut kekeluargaan Jawa Tengah (KSW). Saya pun juga keluar arus, jadi ikutan arus ke Fosgama. Dan masih banyak lagi kawan-kawan Banyuwangi dan mungkin juga kawan-kawan Jember berada dimana-mana, walaupun nanti juga gak akan kemana-mana (pulang ke daerah-masing-masing)</p>
<p style="text-align: left;">Cita-cita itu akhirnya terwujud tadi malam (ahad/02/10) bertempat di kediaman beliau Tub Romli. Bersama kawan-kawan Banyuwangi, Jember dan beberapa relasi lain yang dibungkus dalam wadah acara &#8220;Slametan dan Perpisahan&#8221; menghasilkan rekomendasi penyatuan ini dengan mengangkat saudara Rahmad dari Jember sebagai ketuanya</p>
<p style="text-align: left;">Ini prestise luar biasa buat seorang bernama As&#8217;ad. Sebab beliaulah yang pertama kali menyatukan kawan-kawan banyuwangi menjadi semacam komunitas yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain. Dan saat ini, di saat orang-orang pada tidur nyenyak bersama selimut tebalnya, beliau berani membangunkan orang-orang Jember melebur bersama kami</p>
<p style="text-align: left;">Bos jasa pengiriman barang ke Indonesia (al-kiram) ini memang bukan manusia biasa dan bukan pula sosok seperti Gus Dur yang identik nyeleneh. Namun sosok manusia organisatoris dan pebisnis ulung. Ditilik dari <em>curriculum vitae</em> beliau pernah menjadi ketua mahasiswa Jawa Tengah. Lalu mencoba merambah ke politik dengan menjadi ketua PKB cabang istimewa Mesir (walaupun gagal duduk menjadi dewan legislative tingkat dunia <img src='http://agusromli.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sekarang lebih dahsyat sebagai presiden direktur Al-Kiram Kargo, satu-satu jasa pengiriman barang terpecaya saat ini di sini</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=316&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/02/08/abddillah-asad-al-kiram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

