<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; ayah agus burhan wafat</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/tag/ayah-agus-burhan-wafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 04:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8.png?s=48</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>A Burhan</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/10/24/a-burhan/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/10/24/a-burhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 17:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[ayah agus burhan wafat]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[muslim bosnia]]></category>
		<category><![CDATA[srebrenica]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hati saya masih tersayat-sayat melihat kepedihan yang dirasakan warga Bosnia tahun 1995 lewat sebuah novel karya Isnam Taljic berjudul The Story Of Srebrenica &#8220;a novel about the war in Bosnia&#8221;, yang saya dapat dari Maktabah Darr As-Salam. Novel ini menceritakan tentang kejadian maha dahsyat atas pembantaian warga muslim di daerah Srebrenica tahun 1995 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini hati saya masih tersayat-sayat melihat kepedihan yang dirasakan warga Bosnia tahun 1995 lewat sebuah novel karya Isnam Taljic berjudul The Story Of Srebrenica &#8220;a novel about the war in Bosnia&#8221;, yang saya dapat dari Maktabah Darr As-Salam. Novel ini menceritakan tentang kejadian maha dahsyat atas pembantaian warga muslim di daerah Srebrenica tahun 1995 yang berawal dari peperangan Serbia lawan Bosnia dalam membersihkan etnis muslim di Bosnia. Sedikitnya  ada 8000 muslim Bosnia tewas</p>
<p style="text-align: justify;">Belum usai membaca novel yang pernah dikategorikan sebagai novel terbaik, kepedihan itu bertambah saat mendengar kabar tak sedap menghinggapi kawan satu rumah saya, saudara Agus Burhan. Kabar yang saya dengar ayahnya hari ini telang pulang selama-lamanya, Ayahnya dipanggil Tuhan yang mahas esa. Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun</p>
<p style="text-align: justify;">Kematian memang misteri, kita harus siap dengan kematian itu, kapanmu dan dimanapun kita berada. Kita tak tahu kapan giliran kita. Besokkah? Tahun depan, atau malah hari ini? Tuhanlah yang tahu, dan sebagai manusia kita hanya berdoa, berharap tentu saja mempersiapkan diri sebelum sesuatu itu menerpa kita. Itulah ajal kematian. Sebuah teka-teki yang sulit diterka</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-225"></span></p>
<p style="text-align: justify;">AJal itu hari ini telah menimpa ayah kawan saya satu rumah, Agus Burhan. Anak cerdas, pandai dan piawai dari Banten hari ini telah ditinggal ayahnya. Bagaimana cerita detailnya, Agus begitu saya sapa hanya bercerita pendek. Beliau meninggal dalam keadaan tenang dan baik. Sebelum ambruk, almarhum melafatkan takbir dan bacaan-bacaan islami. Cerita Agus yang masih tegar walau sedang tertimpa musibah</p>
<p style="text-align: justify;">Ayahnya meninggal dalam usia 64 tahun. Lebih satu tahun dari wafatnya nabi Muhammad. Kemarin (jum&#8217;at/23) Agus masih seperti biasa, masih tersenyum dalam mengawali percakapan. Tak ada tanda-tanda kegelisahan dari raut mukanya. Sambil membawa Ahram Daily, dia minta izin ke saya ingin bawa kamus John M Echols karena pihak kursusan memberikan tugas untuknya dan sepertinya dia juga tergesa-gesa.  Sambil nyuruh makan, saya bertanya;  kok terburu-buru? &#8220;Ada kawan dari balad datang&#8221;. Jawabnya</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini melalui Wawan yang terbangun sewaktu saya membuka pintu kamar dapat informasi  ayah Agus Burhan meninggal. Saya belum percaya, orang baru bangun tidur biasanya pikirannya belum normal seratus persen. Bisa jadi si Wawan menggigau, atau baru mimpi hantu atau film India. Wawan memang suka film India, sepanjang hari nyaris waktunya dihabiskan untuk nonton tv India dan sisanya untuk I&#8217;tikaf di depan computer. Lagi pula saya belum mendapati  kalau wawan suka berbohong. Jadi antara percaya dan tidak</p>
<p style="text-align: justify;">Sejam berikutnya Agus ditemani beberapa kawan Mesir seperti Abu Bakar, Amr dan seorang paruh baya datang ke rumah. Raut mukanya masih tetap sediakala suka senyum, seperti tak ada musibah. lalu ia membenarkan bahwa ayahnya telah tiada. Innalillahi Wainna Ilai Rajiun</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=225&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/10/24/a-burhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

