<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A ROM BLOG &#187; mesir</title>
	<atom:link href="http://agusromli.net/tag/mesir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusromli.net</link>
	<description>b  e  r  b  a  c  h - a n d o n e s a</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 01:23:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>

   <image>
    <title>A ROM BLOG</title>
    <url>http://0.gravatar.com/avatar/421d75d1e67a6330534ffab5075e77e8.png?s=48</url>
    <link>http://agusromli.net</link>
   </image>
		<item>
		<title>Egypt dan Piala Afrika</title>
		<link>http://agusromli.net/2010/01/19/piala-afrika-dan-egypt/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2010/01/19/piala-afrika-dan-egypt/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 14:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbach]]></category>
		<category><![CDATA[al-jazeera sport]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[piala afrika 2010]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu televisi lokal Mesir terpaksa harus membatalkan kontrak dengan Al-Jazeera Sport selaku pemegang hak siar piala Afrika 2010 di kawasan Timur Tengah karena terjadi kebuntuan pilihan pertandingan.  Demikian juga tim kesebelasan Togo terpaksa mengundurkan diri dari turnamen bergengsi se Afrika itu setelah bus yang mereka tumpangi ditembaki sekelompok orang misterius di perbatasan menuju Angola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Salah satu televisi lokal Mesir terpaksa harus membatalkan kontrak dengan Al-Jazeera Sport selaku pemegang hak siar piala Afrika 2010 di kawasan Timur Tengah karena terjadi kebuntuan pilihan pertandingan.  Demikian juga tim kesebelasan Togo terpaksa mengundurkan diri dari turnamen bergengsi se Afrika itu setelah bus yang mereka tumpangi ditembaki sekelompok orang misterius di perbatasan menuju Angola</p>
<p style="text-align: left;">Begitulah serba-serbi jelang Piala Afrika pekan lalu yang berlangsung di Angola selaku tuan rumah tahun ini. Kriminalitas yang menewaskan satu orang dan beberapa sahabat Emmanuel Adebayor cedera itu berlanjut pada kekuatiran panitia penyelenggara piala dunia yang tinggal beberapa bulan lagi di Afrika Selatan. Bahkan penjualan tiket piala dunia masih di bawah standar. Joseph S. (Sepp) Blatter mengakui, Afrika masih banyak masalah yang perlu diperbaiki. Namun presiden FIFA itu tetap optimis pergelaran akbar sepak bola sejagat itu akan berlangsung sukses</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-280"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img title="nonton" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSC_0013.jpg" alt="" width="250" height="166" /><p class="wp-caption-text">nonton</p></div>
<p style="text-align: left;">Begitu pula dengan hak siar televisi, secara mengejutkan tahun ini Al-Jazeera Sport secara diam-diam menjadi pemegang penuh hak siar untuk kawasan Timur Tengah. Ini barangkali tidak terlepas dari kesuksesan Al-Jazeera Sport mengambil alih stasiun televisi ART yang beberapa bulan lalu undur diri dari program olah raga. Entah apa penyebab ART menutup program sportnya, padahal televisi yang dimiliki miliader Arab Saudi Syekh Sholih itu masih punya kontrak untuk menyiarkan piala dunia 2010 dan piala Afrika 2010</p>
<p style="text-align: left;">Kesuksesan Al-Jazeera Sport membeli program olah raga milik televisi ART beserta para penyiarnya seolah membuktikan bahwa televisi itu sangat digdaya dari segi finansial. Namun kedigdayaan ini tidak diikuti oleh pengalaman mendalam. Sejumlah televisi lokal yang sudah melakukan kontrak dengan ART dulu terpaksa harus kembali melakukan negosiasi dengan Al-Jazeera. Salah satunya adalah televisi lokal Mesir Nile Sport yang sudah biasa menyiarkan pertandingan piala Afrika dalam skala jangkauan terbatas (dinikmati antenna biasa) bersama ART dulu, kini memutus kontrak dengan pemegang hak siar televisi baru Al-Jazeera</p>
<p style="text-align: left;"><strong><em>Al-Jazeera Menui Pujian</em></strong></p>
<p style="text-align: left;">Meski Nile Sport menemui jalan buntu bernegosiasi soal pilihan pertandingan, kekuatiran warga sipil yang tidak bisa menikmati tayangan berbayar seperti Al-Jazeera Sport karena alasan tertentu akhirnya terobati. Direktur Al-Jazeera Sport secara mengejutkan dipertandingan hari kedua piala Afrika menggratiskan semua tayangan pertandingan. Dengan begitu pertandingan-pertandingan besar maupun kecil selama berlangsungnya piala Afrika dapat diniikmati warga Timur Tengah terutama warga Mesir lewat Al-Jazeera Sport 2 (baca tentang al-jazeera <a href="http://agusromli.net/2009/08/15/al-jazeera/" target="_blank">di sini</a> dan <a href="http://agusromli.net/2009/11/01/brazil-english-dan-al-jazeera-sport/" target="_blank">sini</a>) yang sebelumnya berada di saluran Al-Jazeera Sport berbayar +9 dan +10</p>
<p style="text-align: left;">Penggratisan pertandingan ini menimbulkan berbagai macam tanggapan. Pertama, diduga televisi asal Qatar itu menui kritik atas kebijakan tak berimbang dari relasi televisi sport lokal yang sebelumnya sudah biasa melakukan/membeli program ke ART sebagai televisi pemegang hak siar sebelumnya. Kedua, gara-gara gratis banyak kafe di Mesir sunyi, tak semeriah dua tahun lalu karena banyak yang lebih suka nonton di rumah. Ketiga, ada upaya Al-Jazeera Sport mempromosikan ke masyarakat untuk mendongkrak penjualan kartu Al-Jazeera sebagai pemegang hak siar piala dunia di Timteng</p>
<p style="text-align: left;">Walau tak seheboh piala dunia, perhelatan dua tahunan ini bagi warga Mesir memiliki aura tersendiri. Paling tidak jika dikaitkan dengan piala dunia yang tinggal beberapa bulan lagi, piala Afrika barangkali satu-satunya obat penawar rasa sakit terdalam setelah Mesir dikandaskan Aljazair dalam kualifikasi piala dunia dua bulan lalu. Lagi pula dalam turnamen ini, Mesir punya tradisi menakjubkan . Dalam kurun waktu dua periode belakang saja, beruturut-turut Mesir menjuarainya (2006, 2008)</p>
<p style="text-align: left;">Maka ketika televisi asal Qatar itu menggratiskan, beberapa hari lalu lewat wawancara Al-Jazeera secara live bersama warga Mesir setelah kesebelasan Mesir bertanding, antusias warga kecil, penjual sayur dan pedagang buah mengucapkan ribuan terima kasih kepada Al-Jazeera Sport yang telah berbuat baik</p>
<p style="text-align: left;"><strong><em>Jago Kandang</em></strong></p>
<p style="text-align: left;">Banyak orang bertanya-tanya; mengapa Mesir selalu melaju sempurna di piala Afrika sementara tumpul di turnamen yang lebih bergengsi seperti piala dunia? Entahlah. Orang Mesir sendiri juga sulit menemukan jawaban. Acap kali saya singgung soal ini mereka selalu bilang &#8221; Ayuwa Misr Na&#8217;im..!&#8221; (berkaitan kekalahan mesir saat lawan aljazaer)</p>
<p style="text-align: left;">Mesir memang aneh, di saat mentalnya sedang melambung tinggi karena selaku juara piala Afrika 2006 dan 2008 semestinya diikuti pula dengan kesuksesan menuju piala dunia. Namun ini tidak, Mesir seperti harimau ompong di hadapan lawan-lawan yang sudah berkali-kali mereka taklukan di turnamen piala Afrika</p>
<p style="text-align: left;">Jadi kalau Mesir dibilang sebagai jago kandang sebenarnya juga tidak, sebab lawan-lawan yang mereka hadapi dalam kualifikasi piala dunia juga merupakan lawan biasa di turnamen Afrika. Lalu kalau demikian dimana letak kesalahannya? Menurut kawan sebenarnya penyebab timnas Mesir tak Maksimal ada pada dua klub besar saat ini Al-Ahli dan Zamalek</p>
<p style="text-align: left;">Fanatisme berlebihan yang ditunjukan pendukung kedua klub tersebut, penyebab para punggawa yang rata-rata merupakan andalan timnas itu berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan kepercayaan warga untuk mendapatkan predikat klub terbaik di Mesir. Sehingga ketika timnas membutuhkan untuk kualifikasi di piala dunia mereka kelelahan dan tak punya gairah maksimal</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=280&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2010/01/19/piala-afrika-dan-egypt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinai (3)</title>
		<link>http://agusromli.net/2009/07/14/sinai-3/</link>
		<comments>http://agusromli.net/2009/07/14/sinai-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 01:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[perbatasan israel sinai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusromli.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Pengamanan ketat di jalan menuju arah puncak Sinai mengingatkan saya pada salah satu kawan yang terkena razia dua tahun lalu. Saat itu rombongan dalam bus panik satu sama lain. Ditengah sebagian orang sedang tidur nyenyak dalam perjalanan, tiba-tiba terdengar suara agar mempersiapkan passport atau tanda pengenal lainnya Karena akan ada pemeriksaan. Awalnya saya anggap itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengamanan ketat di jalan menuju arah puncak Sinai mengingatkan saya pada salah satu kawan yang terkena razia dua tahun lalu. Saat itu rombongan dalam bus panik satu sama lain. Ditengah sebagian orang sedang tidur nyenyak dalam perjalanan, tiba-tiba terdengar suara agar mempersiapkan passport atau tanda pengenal lainnya Karena akan ada pemeriksaan. Awalnya saya anggap itu biasa, pemeriksaan sepertinya hanya formalitas saja. Kewajiban seorang polisi pos jaga terhadap bus yang melintas. Saya juga berkeyakinan jikalau benar-benar salah semisal  ketahuan belum memperpanjang visa, paling banter mungkin aparat keamanan hanya bilang &#8220;jangan diulangi lagi&#8221; melihat posisi kita seorang pelajar</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu tidak. Dengan ganasnya seorang polisi masuk dalam bus dan memeriksa satu persatu kawan-kawan yang kebanyakan masih terbaring lemas habis bangun tidur. Kepanikan berlanjut ketika seorang rombongan diintrograsi suruh keluar bus karena kedapatan pasportnya sudah kadawarsa. Di tempat posko polisi tersebut nampaknya terjadi perdebatan alot antara panitia dan aparat kepolisian hingga supir bus rombongan berusaha membantu menyelesaikan masalah supaya kawan itu bisa lepas bebas. Karena belum menemukan titik temu akhirnya panitia mengambil jalan pintas dengan memberi pesangon ke aparat kepolisian. Solusi ini sangat jitu</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-62"></span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 252px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSCN5640.jpg"><img title="berjalan menuju puncak" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/DSCN5640.jpg" alt="" width="242" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">berjalan menuju puncak</p></div>
<p style="text-align: justify;">Namun hari Jum&#8217;at kemarin (10/7) aparat kepolisian tak seganas dua tahun lalu. Pengamanan ketat masih berlapis-lapis, tapi tidak menimbulkan kepanikan berarti. Hanya blusukan di depan (samping supir) saja dan menanyakan apakah semuanya memiliki passport? Dengan seksama kawan-kawsan mengangkat tangan sembari memegang passport masing-masing. Jika ditelisik lebih jauh sebenarnya ada beberapa kawan juga malam itu yang memiliki nasib sama dengan kawan dua tahun lalu. Mereka panik karena tak punya visa, untung kepanikannya hanya sesaat karena polisi lemah lembut</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan saya menemukan aura perbedaan jika dibandingkan dengan dua tahun lalu. Pengamanan berlapis-lapis masih ada, polisi lengkap dengan senjatanya  nampak bersiaga di pos-pos jalan. Tapi sepanjang pengamatan saya, pemeriksaan hanya melibatkan komunikasi antara aparat keamanan dengan supir bus, sementara rombongan hanya sekali diintrograsi polisi untuk menunjukkan passport</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 252px"><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0055-1.jpg"><img class=" " title="berpose ditengah puncak sinai dini hari" src="http://i48.photobucket.com/albums/f233/baidowi/IMG_0055-1.jpg" alt="" width="242" height="182" /></a><p class="wp-caption-text">berpose ditengah puncak sinai dini hari</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pengamanan yang biasa-biasa saja tentunya sangat mengejutkan. Mengingat akhir tahun lalu Sinai menjadi komediti liputan media konflik Palestina dan Israel yang konon ditengarahi sebagai lokasi pemasuk senjata tentara Hamas di Gaza. Sinai juga bisa dibilang daerah rawan yang diberlakukan siaga satu. Di tempat itu pula Israel pernah berusaha merebut kawasan Sinai dari Mesir. Usaha mereka mampu digagalkan Mesir yang terkenal memiliki kekuatan militer tangguh di Timur Tengah</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini Sinai masih banyak dihuni oleh kaum Yahudi. Mereka adalah imigranan Israel yang mengingnkan kehidupan damai. Pemerintahan Mesir (setelah mengakhiri konflik  dengan Israel dan mengadakan MoU antara ke dua belah pihak) konon telah memberikan sedikit kebebasan bagi bangsa Yahudi untuk berkunjung ke Sinai</p>
<img src="http://agusromli.net/?ak_action=api_record_view&id=62&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusromli.net/2009/07/14/sinai-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

